
Masih di rumah Luna…
Luna mendorong pelan tubuh Saga “aku nggak percaya sama mulut laki-laki, kita liat aja gimana kamu buktiinnya nanti” tutur Luna, ia berjalan mendekat ke pintu balkon lalu membuka pintunya dan menyuruh Saga untuk pergi,
ia takut ada orang rumah yang tahu bahwa Saga menyelinap masuk ke dalam kamarnya.
“Kamu ngusir aku?” tanya Saga yang melihat Luna membuka pintu balkon.
“Ini udah malem Mas, lagian besok juga kamu harus kerja” Luna berjalan keluar pintu balkon dan melihat tangga yang di pakai Saga untuk naik ke kamarnya.
“Kamu dapat tangga darimana?” imbuh Luna lagi.
“Aku liat di belakang rumah ada tangga jadi aku ambil” Luna hanya menganggukkan kepalanya mendengar omongan Saga.
Luna menatap kepergian Saga dari atas balkon kamarnya, ia tak langsung masuk ke dalam kamarnya, namun berdiri di balkon sembari matanya menatap ke atas langit menikmat ribuan bintang yang berkelap-kelip, “apa keputusan yang aku ambil ini benar, tetap mempertahankan hubunganku dengan Mas Saga, tidak hanya Tania yang mungkin bisa jadi penghalang tapi masih ada ayah dan juga Tante Sonya kalau mereka tahu aku dan Mas Saga punya hubungan lain, aku yakin mereka pasti tidak setuju” Luna memaksa otaknya untuk berpikir.
Saga yang sudah sampai di apartemennya langsung menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang ketika ia masuk ke dalam kamar, pikirannya kembali terbersit kata-kata Luna yang membuatnya merasa kalau kepercayaan Luna padanya mulai berkurang, “bodoh kamu Ga, kalau aku jadi Luna mungkin aku akan berpikiran sama dengannya, maafin aku Lun, aku akan buktiin sama kamu kalau Tania cuma masa lalu” Saga menyalahkan dirinya sendiri hingga akhinya dia tertidur.
***
Keesokan harinya Luna yang sedang duduk di taman sembari memegang buku yang sedang dibacanya dikejutkan dengan kemunculan Cheryl yang menempelkan botol mimuman dingin ke pipi Luna. Ia menengadahkan kepalanya menatap Cheryl yang berdiri di sampingnya.
__ADS_1
“Nih” ucap Cheryl, tangannya memberikan botol minuman dingin yang tadi ia tempelkan dipipi Luna.
“Makasih ya” tutur Luna.
Cheryl memposisikan tubuhnya duduk di samping Luna “gimana kemarin pulang bareng Ka Adrian?” tanya Cheryl yang penasaran dia berharap ada cerita seru yang akan di dengarnya.
“Aku nggak jadi pulang bareng Ka Adrian”
“Hah” Cheryl memelototkan matanya “Kok bisa sih terus lo pulang sama siapa? Jangan bilang lo dianter pulang sama Mas Saga” lanjutnya lagi.
Luna menggeleng kepalanya pelan “nggak dua-duanya gue pulang sendiri”.
“Semalem Mas Saga ke rumah gue” lanjut Luna lagi menceritakan Saga yang meminta maaf kepadanya.
“Untuk kali ini masih gue maafin Cher, kita liat aja apa Mas Saga masih bisa dipercaya”
“Apa pun keputusan lo gue dukung” Cheryl menepuk pundak Luna kemudian mereka beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kelas.
Jam 12.00 Saga duduk di sofa ruang kerjanya sambil menikmati makan siang yang dibawakan Tommy untuknya, selagi Saga menikmati makan siangnya Tommy datang dari arah pintu dan nyelonong masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu dan langsung berdiri di depan Saga.
Saga menaruh bungkusan makanannya di atas meja “ada apa Tom?” Saga meneguk air mineral yang ia ambil dari atas meja.
__ADS_1
“Tuan waktu saya ke bawah, saya melihat Mba Tania ada di lobi perusaahan, sepertinya dia ingin bertemu dengan anda”
“Uhuk…uhuk… apa kamu bilang” Saga tersedak minuman yang diminumnya.
“Tom kalau Tania datang ke ruangan ini dan mencari aku, bilang kalau aku sedang bertemu rekan bisnis di luar atau..." Saga menghentikkan ucapannya berpikir sejenak " atau gini aja kamu temuin Tania di lobi bilang kalau aku lagi nggak ada dikantor” lanjutnya lagi, lalu Saga beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah meja kerja ia mengambil Jas yang ia letakkan di kursi kerjanya.
“Tuan nyuruh saya berbohong” Saga menoleh menatap Tommy yang masih berdiri di tempatnya memijakkan kaki.
Saga menyunggingkan senyum tipis di bibirnya “anggap aja kamu lagi menyelamatkan masa depan bos kamu ini Tom” Saga berjalan mendekati Tommy lalu menepuk pundaknya pelan sebelum ia keluar dari ruang kerjanya. Tommy menghela napas pelan “lagi-lagi aku harus berbohong”.
Mendengar ucapan Tommy, Saga yang masih berada di ambang pintu menghentikkan langkahnya dan menoleh ke belakang “aku akan ngasih kamu cuti biar kamu bisa kencan sama Cheryl” kemudian Saga berjalan keluar meninggalkan Tommy yang masih tidak mengerti dengan perkataan bosnya, ia dan Cheryl bahkan belum sampai ke tahap itu, Tommy masih belum berani mengungkapkan perasaanya pada Cheryl karena status social mereka yang berbeda, Cheryl anak orang berada sedangkan ia hanya pegawai biasa dengan latar belakang keluarga yang sederhana.
Saga berjalan ke lobi dengan menuruni lift khusus yang hanya di peruntukkan petinggi perusahaan. Saat Saga keluar lift ia berjalan dengan mempercepat langkahnya agar segera sampai diparkiran mobilnya dan menghindari
Tania.
Tania yang masih di lobi kesal karena tidak diijinkan oleh resepsionis untuk bertemu dengan Saga sebelum membuat janji, dan mengancam akan memberitahukan pada Saga kalau ia tak diijinkan untuk bertemu dengannya.
Tommy menuruni lift menuju lobi perusahaan untuk bertemu Tania, ia akan meyampaikan apa yang sudah Saga amanatkan kepadanya. Ia menghampiri Tania yang sedang berdiri di depan meja resepsionis dengan wajahnya yang terlihat masam.
“Mba Tania” panggil Tommy sembari mengembangkan senyum tipis di bibirnya.
__ADS_1
Tania menoleh ke arah suara laki-laki yang memanggilnya “kamu Tommy kan? Juniorku waktu di kampus” Tommy menganggukan kepalanya, kemudian Tommy memberitahu Tania bahwa bosnya tidak ada di perusahaan ia sedang bertemu rekan bisnis di luar.
Tania yang tidak percaya lantas mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya mencoba mencari tahu kebenarannya dengan menghubungi Saga, namun ketika ia berusaha menghubungi Saga, Saga bahkan tidak mengangkat telepon darinya walaupun nomornya tersambung. Kemudian Tania pergi meninggalkan kantor dengan perasaan kecewa karena tidak bertemu dengan Saga.