DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 102


__ADS_3

Pagi-pagi Sonya dan Wyman sudah bersiap untuk kembali ke rumahnya, setelah berpamitan dengan Bik Iroh Sonya masuk ke dalam mobil.


“Kalian nggak ikut pulang sekarang?” Sonya bertanya kepada empat anak muda yang berdiri di samping mobil Wyman.


“Nggak mah kita pulang nanti sore, mau main-main dulu disini sekalian liburan” sahut Saga yang di barengi anggukkan Luna, Cheryl dan juga Tommy.


Kemudian Wyman melajukan mobilnya menyusuri jalanan, melihat pemandangan yang begitu indah saat mengemudikan mobil membuatnya terkagum, ia juga memuji Saga karena pintar mencari lokasi untuk membangun villa di tepi pantai yang indah ini. Lalu Sonya memberitahu Wyman alasan Saga membangun villa di sini karena ia ingin menghabiskan masa tuanya tinggal di villa itu dengan orang yang dicintainya.


Mendengar hal itu Wyman tersenyum, sepertinya anak gadisnya itu memang pintar memilih pasangan, ia menjadi tenang melepaskan Luna untuk hidup dengan Saga, karena di lihat dari sikap Saga pada Luna, laki-laki itu memang benar-benar mencintai anaknya.


Setelah pulang Wyman berencana memberitahu keluarga besarnya untuk datang ke acara lamaran anaknya yang mungkin akan segera dilaksanakan. Laki-laki paruh baya itu juga memberitahu Sonya bahwa Saga tak mau menunggu lama untuk menikah dengan Luna, padahal Wyman ingin Luna lulus kuliah dulu baru menikah dengan Saga.


“Mungkin Saga ingin buru-buru ngasih kita cucu” celetuk Sonya disertai tawa renyah yang membuat Wyman mengerutkan dahinya.


“Sonya dan Saga sama aja nggak ada bedanya, mereka benar-benar ibu dan anak” batin Wyman.


Di villa...


Saga mengajak Luna menyusuri jalan di tepi pantai, tidak jauh dari villa ada sebuah perkampungan yang hanya di tinggali beberapa kepala keluarga saja, Saga menyebutnya kampung nelayan karena semua penduduk yang tinggal di situ mata pencahariannya adalah nelayan.


“Pak Saga” sapa seorang warga perkampungan itu ketika keluar dari rumahnya melihat Saga sedang berada di sekitaran kampung mereka.


Saga menghampiri laki-laki tua itu dan mengulurkan tangan seraya berkata “gimana kabarnya Pak Radi, sehat kan?”

__ADS_1


“Seperti yang Pak Saga lihat, saya sangat sehat” laki-laki tua itu juga membalas uluran tangan Saga. Lalu ia mengalihkan pandangannya ke arah gadis cantik yang berdiri di samping Saga.


“Mba ini siapa?” tanya Pak Radi pada Luna.


“Saya...”


“Dia istri saya Pak” potong Saga yang membuat Luna terkejut mendengarnya.


“Pak Saga udah menikah, wah selamat ya pak”


Saga mengangguk dan tersenyum tanpa mengeluarkan suara, kemudian Pak Radi pergi meninggalkan Luna


dan Saga karena sudah waktunya ia mencari ikan di laut. Setelah kepergian nelayan itu Luna dan Saga kembali ke villa. Di sana sudah ada Cheryl dan Tommy yang bersiap untuk kembali ke rumah mereka.


“Kalian mau balik sekarang?” Tanya Saga saat Tommy sedang memanaskan mobilnya.


Kemudian Luna menghampiri Cheryl yang masih di dalam, dan menanyakan kenapa dia tak pulang bareng dengannya nanti sore, gadis itu menjawab dengan candaan kalau ia tak ingin mengganggu Luna dan Saga, karena ia juga ingin berduaan dengan Tommy.


Akhirnya tinggal Luna dan kakak tirinya itu yang masih bertahan di villa, Luna kemudian kembali ke dalam, ia mencari keberadaan Bik Iroh, namun wanita tua itu tidak ada di villa. Luna kemudian memberitahu Saga bahwa Bik Iroh tidak ada, namun dengan santainya Saga menyimpulkan mungkin Bik Iroh pergi ke pasar untuk membeli bahan makanan.


Munculah pikiran nakal Saga saat Luna sedang kebingungan karena tak melihat Bik Iroh di villa, Saga menatap wajah Luna disertai senyum smirik yang menghiasi bibirnya, melihat wajah Saga yang mencurigakan Luna buru-buru mengayunkan kakinya menjauh dari Saga, ia tak ingin terjadi hal-hal yang membahayakan dirinya.


“Mau kemana?” tangan Saga menahan tubuh Luna.

__ADS_1


“Nyari Bik Iroh


 “Nggak usah di cari entar juga Bik Iroh pulang sendiri”


Berbagai alasan yang Luna gunakan untuk menghindari Saga, namun laki-laki itu tidak peduli, Saga mulai melancarkan aksinya, ia menarik tangan Luna dan menghempaskan tubuh gadis itu ke atas sofa. Kini tubuh tegapnya sudah berada di atas tubuh Luna, tanpa ragu Saga menyambar bibir ranum Luna yang selalu membuatnya kecanduan, perasaan Luna campur aduk tidak karuan antara menikmati dan juga khawatir takut tiba-tiba Bik Iroh datang dan mendapati apa yang sedang mereka lakukan.


Benar saja apa yang di khawatirkan Luna terjadi, saat tangan Saga mulai menjelajahi tubuh mulusnya, terdengar suara pintu terbuka dari luar, Bik Iroh dengan santainya melangkahkan kakinya masuk ke dalam, Saga yang mendengar itu dengan cepat merubah posisinya, ia duduk di atas sofa dengan nyamannya seolah-olah tidak


terjadi sesuatu, sedangkan Luna merapikan baju yang di pakainya yang berantakkan.


“Bik Iroh habis dari mana, tadi Luna cari-cari tapi Bik Iroh nggak ada?” tanya Luna dengan wajah penasaran.


“Bik Iroh tadi ke pasar Mba” sahut Bi Iroh seraya menunjukkan keranjang bawaannya yang ada di tangannya.


“Mba Cheryl sama Mas Tommy kemana Mba?” imbuh wanita tua itu lagi ketika hanya melihat Luna dan Saga saja di villa.


“Baru aja mereka pulang Bik”


Setelah mendengar jawaban anak majikannya itu, Bik Iroh berjalan menuju dapur untuk memasak bahan makanan yang baru saja di belinya. Luna kemudian beranjak dari duduknya menyusul Bik Iroh ke dapur membantunya memasak.


Saga sendiri masih duduk terdiam ia menghela napas panjang sembari mencerna apa yang baru saja akan dilakukannya pada Luna, dalam hatinya terus saja meggerutu kenapa Bik Iroh harus pulang di saat-saat penting seperti itu.


Selamat membaca teman-teman..

__ADS_1


jangan lupa like dan komennya


  😘😘😉👌🙏


__ADS_2