DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 95


__ADS_3

Pukul 24.00 malam Saga baru tiba di apartemennya, ia langsung masuk ke dalam kamar dan mengganti pakaiannya. Setelah itu ia meluruskan punggungnya berbaring di atas ranjang matanya menatap langit-langit ruang kamarnya, cukup lama Saga hanya diam dengan mata yang terbuka entah apa yang sedang dipikirkan laki-laki ganteng itu dalam lamunannya. Merasa bosan Saga kemudian bangun dan turun dari ranjang ia berjalan keluar kamar menuju dapur untuk menyeduh kopi, setelah selesai ia melangkahkan kakinya ke balkon dan berdiri di sana sembari menyeruput kopi yang di buatnya.


“Luna udah tidur belum ya?” Saga bermonolog sendiri dengan matanya menatap jauh ke depan memandang gedung pencakar langit yang ada di sekitar apartemennya.


Sementara Luna sendiri yang masih terjaga di dalam kamarnya, dari tadi ia hanya membalikkan badannya ke kanan dan ke kiri seperti sedang mencari posisi yang nyaman untuknya memejamkan mata, kemudian ia bangun dan memposisikan tubuhnya duduk sembari menyenderkan punggungnya, tangannya meraih ponsel yang tergeletak di atas nakas, ia memandang layar ponsel yang di pegangnya tanpa berkedip.


“Ah aku udah nggak tahan” pekik Luna sembari jari jemarinya berselancar menggeser layar ponselnya itu. Saat nama Saga tertera dalam layar ponsel, tanpa ragu lagi Luna menekan tombiol hijau, tak lama terdengar suara laki-laki yang sedang dirindukannya menyapa dirinya.


“Halo Lun”


Luna tak langsung menjawab, ia terdiam sebentar sembari mendengarkan suara lai-laki yang dicintainya itu, Saga yang bingung karena tak terdengar suara apapun heran ia mengira sambungan teleponnya terputus.


“Masih nyambung tapi kok nggak ada suaranya” batin Saga saat melihat layar ponselnya masih terhubung dengan nomor Luna.


“Kalau kamu diem aja Mas tutup teleponnya ya?” seru Saga mengancam Luna yang membuat gadis cantik itu ketar-ketir, kemudian Luna mulai membuka mulutnya, menanyakan kenapa jam segini laki-laki itu belum tidur.


“Aku baru pulang kerja sayang, cape banget nih” ucap Saga dengan suara lirih agar kekasihnya merasa iba padanya.


“Oooh” hanya kata itu yang terlontar dari mulut Luna membuat Saga mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


“Cuma ooh doang” dengus Saga ia kemudian merubah posisinya duduk di kursi karena terlalu lama berdiri, membuat kakinya pegal.


“Terus aku harus gimana, mijitin Mas? Kan jauh” Luna dengan santainya menimpali dengusan Saga dengan candaan.


Mereka mengobrol dan bercanda lewat sambungan telepon hingga lupa waktu, Saga pun sampai pindah tempat tidak lagi berada di balkon namun sudah berbaring di atas ranjangnya ketika matanya menatap jam waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari, tak terdengar lagi suara Luna dari seberang telepon, Saga meyakini bahwa gadis itu pasti sudah tertidur, ia pun menutup sambungan teleponnya dan memejamkan matanya tertidur pulas.


***


Pagi menjelang orang-orang bangun dari tidurnya dan melakukan aktifitas seperti biasa tak terkecuali Luna dan Saga. Pagi-pagi gadis cantik itu sudah bersiap-siap berangkat kuliah, keluar dari kamar Luna menuruni tangga dan berjalan menuju meja makan, Wyman terlihat sudah duduk di sana tengah menikmati sarapannya berupa roti bakar dan kopi yang sudah di siapkan oleh Sonya.


“Pagi yah, mah” sapa Luna ketika sudah berdiri di dekat meja makan, tanganya meraih roti bakar yang ada di atas piring.


Luna tersenyum tipis merespon teguran ayahnya sedangkan Sonya hanya memandang Luna seraya menggelengkan kepalanya, kemudian ibu sambungnya itu meletakkan segelas susu yang baru saja dibuatnya di depan Luna dan meminta gadis itu untuk meminumnya sebelum ia berangkat kuliah.


Tin...Tin...Tin..


Terdengar suara klakson mobil dari luar, Luna yang mendengarnya bergegas meraih gelas yang berisi susu lalu meminumnya hingga tersisa setengah kemudian ia kembali memakan roti bakar yang ada di tangan kanannya. Gadis cantik itu lalu berpamitan pada Wyman dan Sonya tak lupa ia mencium punggung tangan kedua orang tuanya itu.


“Kamu di jemput Cheryl?” tanya Sonya saat melihat anak gadisnya itu berjalan keluar, dia pun mengikuti Luna dari belakang.

__ADS_1


“Iya mah” sahut Luna.


Luna memasuki mobil Cheryl dan duduk di kursi samping, kemudian sebelum mobilnya melaju mereka berdua melambaikan tangan ke arah Sonya yang tengah berdiri di teras sembari memandang dua gadis cantik yang akan berangkat kuliah, Sonya pun membalas lambaian dua gadis itu seraya berkata “hati-hati di jalan”. Akhirnya mobil pun melaju menuju kampus ke tempat mereka menuntut ilmu.


Sonya kembali masuk ke dalam menghampiri suaminya yang masih duduk di meja makan, tiba-tiba suara ponsel milik Wyman berdering dan ternyata ketika dilihat yang menghubunginya adalah Saga. Wyman pun mengangkat telepon dari anak sambungnya itu. Cukup lama mereka mengobrol dan tampak wajah Wyman terlihat serius saat ia selesai berbicara dengan Saga.


“Siapa yang telepon sayang wajah kamu kok langsung serius gitu, apa ada masalah?” tanya Sonya yang heran melihat wajah suaminya.


“Saga” sahut Wyman


“Dia bilang mau mampir ke restoran, katanya ada sesuatu yang mau dia omongin, oh iya dia juga minta kamu dateng ke restoran juga” sambung Wyman.


Sonya dan Wyman saling beradu pandang, mereka penasaran apa yang ingin Saga katakan pada kedua orang tuanya itu sepertinya sesuatu yang sangat penting, pikir Wyman dan Sonya.


KIra-kira apa yang mau dikatakan Saga ya?...


jangan lupa like dan komennya


terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2