
Di rumah Cheryl…
Cheryl yang sedang duduk menikmati sarapannya ditegur oleh Mira karena tangannya juga sibuk memainkan benda pipih miliknya.
“Makan dulu Cher, main ponselnya entar lagi”
“Iya…Iya…” dengus Cheryl yang masih mengunyah makanan di mulutnya.
“Lo kemana sih Lun, nomornya masih nggak aktif” gumam Cheryl dalam hati.
Setelah menghabiskan sarapannya, ia berpamitan pada Mira untuk berangkat kuliah tak lupa ia mencium punggung tangan Mira sebelum naik ke mobilnya.
Jalanan yang masih lengang membuat Cheryl melajukan mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi agar ia bisa segera sampai di kampus. Setelah sampai di parkiran kampus, Cheryl turun dari mobilnya dan berjalan menuju taman, ia duduk seorang diri sembari menatap dedaunan yang bergoyang terkena hembusan angin.
“Lo dimana sih Lun?” hanya itu yang ada dipikirannya sekarang, ia khawatir sahabatnya itu benar-benar kawin lari dengan Saga.
“Kamu kok sendirian, Luna mana Cher?” suara Adrian mengagetkan Cheryl yang sedang berada di dunianya sendiri.
“Ka Adrian ngagetin aja” pekik Cheryl yang belum sempat menjawab pertanyaan Adrian namun laki-laki yang berprofesi menjadi dosen itu bertanya lagi untuk yang kedua kalinya.
“Luna mana? Dari kemarin aku nggak liat dia?”
“Aku juga nggak tahu, dari kemarin nomornya nggak aktif”
“Kira-kira dia kemana ya?” Adrian menoleh ke arah Cheryl yang sedang duduk sedangkan dirinya masih dalam posisi berdiri.
__ADS_1
Cheryl hanya merespon dengan mengangkat kedua bahunya dan tanganya mengayun ke atas. Kemudian Cheryl beranjak dari duduknya, ia tak ingin lama-lama dengan Adrian karena takut laki-laki itu akan banyak mengajukan pertanyaan tentang Luna padanya.
“Aku ke kantin dulu ya ka” Cheryl mengayunkan langkahnya menuju kantin meninggalkan Adrian seorang diri yang masih terus kepikiran tentang Luna.
Sampai di kantin Cheryl mencari tempat duduk yang masih kosong setelah memesan minuman, ia menyeruput minuman sembari tangannya sibuk memainkan ponsel, Cheryl teringat dengan Tommy semenjak nomor Luna tak bisa di hubungi, dirinya belum sekalipun menanyakan kepada asisten pribadi Saga, mungkin saja laki-laki pemalu itu tahu sesuatu.
Cheryl menekan nomor Tommy di layar ponselnya dan menunggu orang yang dihubungi mengangkat panggilannya. Setelah beberapa saat terdengar suara lembut laki-laki dari seberang telepon.
“Siang Mas Tommy” sapa Cheryl sebelum ia melanjutkan apa yang ingin di tanyakan pada Tommy.
Tommy membalas sapaan Cheryl, dan langsung memberitahu bahwa nomor atasannya pun tidak aktif dari kemarin, sepertinya Tommy tahu kenapa Cheryl meneleponnya. Sontak saja mendengar apa yang dikatakan Tommy membuatnya tertegun, laki-laki yang sedang berbicara dengannya seakan tahu apa yang ingin dia tanyakan.
“Mereka bakalan balik kesini lagi nggak ya?” suara Cheryl terdengar lirih.
“Ya udah kalau kayak gitu, aku masuk kelas dulu Mas”
“Tunggu” pekik Tommy yang meminta Cheryl untuk tak menutup teleponnya dulu.
“Ada apa Mas?”
Tommy mengajak Cheryl untuk bertemu dengannya malam ini, namun tanpa berpikir panjang gadis berparas cantik itu langsung menolaknya, ia beralasan karena ada tugas kuliah yang harus di selesaikan. Walaupun sebenarnya
ia merasa senang dan ingin sekali pergi dengan Tommy, namun harga dirinya mengatakan untuk tidak langsung menyetujui ajakan Tommy, karena teringat kembali dengan kejadian dimana laki-laki itu menolak cintanya, jadi sekarang ia berpikir biarkan Tommy yang mengejarnya.
Mendengar penolakan Cheryl ada perasaan kecewa dalam hati Tommy, namun ia sadar karena semua ini adalah kesalahannya.
__ADS_1
Di tempat lain, Luna yang mendapatkan semangat baru setelah berlibur di pantai, kembali dengan perasaan senang, sebenarnya ia ingin tinggal lebih lama lagi di villa, namun ia sudah dua hari bolos kuliah dan tak ingin ayahnya curiga kalau dia pergi dengan Saga.
Setelah tiba di apartemen Saga, Luna meminta ponselnya yang di sita oleh Saga selama dua hari ini, Luna terkejut melihat banyaknya pesan dan panggilan masuk ketika ia mengaktifkan benda pipih miliknya.
“Ada apa Lun?” tanya Saga yang melihat mata Luna yang melotot ketika melihat ponselnya.
“Liat Mas” Luna mengangkat ponselnya dan menujukkan kepada Saga betapa banyaknya panggilan masuk dari ayahnya dan juga Cheryl.
“Aku harus jawab apa? Kalau ayah tanya kenapa ponselnya nggak aktif”
“Coba kamu telepon Cheryl” usul Saga yang langsung diterima oleh Luna, ia segera menghubungi Cheryl.
Cheryl sedang berjalan ke kelas ketika Luna menghubunginya, ada perasaan senang dalam hati Cheryl melihat nomor sahabatnya sudah aktif kembali.
“Lo kemana aja dodol? Kenapa baru sekarang hubungin gue, lo nggak tahu apa kalau gue khawatir, gara-gara lo ngilang gue sampe bohong sama Om Wyman, gue bilang lo nginep di rumah gue” Cheryl tak berhenti bicara hingga
membuat Luna geleng-geleng kepala, ia bahkan tak bisa berkata apa-apa karena Cheryl terus saja berbicara.
“Cher…Cher…CHERYL ANASTASIA!” Luna yang tadinya memanggil nama sahabatnya dengan lembut langsung merubah intonasi suaranya berteriak, hingga Saga yang berada di dalam kamar berlari keluar. Saga berdiri diambang pintu sembari menatap Luna yang sedang menelepon.
“Dengerin dulu, gimana gue mau ngomong kalau lo nyerocos terus” imbuh Luna yang membuat Cheryl justru terkekeh.
“Iya…iya maaf”
Kemudian Luna menceritakan semuanya pada Cheryl, kemana ia pergi dan kenapa ponselnya di nonaktifkan, Cheryl mendengarkan cerita sahabatnya dengan serius sampai ia tak sadar ada sepasang mata yang sedang memperhatikan dirinya, ya Adrian memandang Cheryl dari depan pintu kelas.
__ADS_1