DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 51


__ADS_3

Setelah cukup lama di tempat Saga, Wyman dan Sonya pamit pulang karena waktu sudah menunjukkan pukul 19.00 malam. Luna pun berencana pulang bersama mereka, Luna berjalan ke arah meja dimana tasnya di letakkan kemudian menyambarnya, saat Luna berjalan menuju pintu, dari belakang Saga menarik kaos yang di pake Luna.


“Kamu mau kemana? Bantuin beresin apartemen aja belum udah mau kabur aja” tutur Saga tangannya masih memegang kaos Luna, Wyman dan Sonya yang sudah diluar pintu kemudian menghentikkan langkahnya dan menengok ke arah mereka.


“Aku mau ikut pulang” balas Luna sambil tangannya berusaha melepaskan tangan Saga yang memegang kaos yang di pakainya


“Kamu pulang entar aja Lun, bantuin Saga dulu” Wyman meminta Luna untuk tinggal sedikit lebih lama agar bisa membantu Saga membersihkan apartemen. Luna yang tak bisa menolak permintaan ayahnya akhirnya menuruti apa yang dikatakan oleh Wyman.


Ruang tamu, dapur, dan kamar mandi semua sudah di bersihkan, hanya tersisa kamar saja yang belum, pada awalnya Luna akan merapikan kasur yang berantakkan dan mengganti seprei, namun karena terlalu lelah ia akhirnya malah tertidur di atas ranjang.


“Lun, kamar udah di beresin belum?” teriak Saga dari luar, namun tidak ada respon dari orang yang di panggil namanya. Akhirnya Saga berjalan menuju kamarnya, saat ia membuka pintu kamar, Saga mendapati Luna sedang


berbaring di atas ranjangnya, tertidur pulas dengan mulut yang terbuka.


“Ternyata kamu tidur kayak gini juga masih keliatan cantik” ucap Saga lirih, kemudian Ia mengambil ponsel yang ada di dalam saku celananya, tak menyia-nyiakan momen yang jarang di lihatnya Saga memotret Luna yang sedang tertidur.


Karena waktu sudah menunujukkan pukul 22.00 malam, Saga membangunkan Luna untuk mengantarnya pulang ke rumah, sebenarnya Saga ingin sekali membiarkan Luna menginap di apartemennya namun tidak ada alasan bagi Saga membuat Luna tidur di tempatnya.

__ADS_1


Perlahan Luna membuka matanya dan melihat Saga yang sedang duduk di sampingnya “jam berapa Mas sekarang?” tanya Luna sembari menguap lebar.


“Jam 22.00” sahut Saga, “ayo bangun aku anterin kamu pulang” imbuh Saga lagi lalu ia berjalan keluar kamar. Luna mengikuti Saga dari belakang dan mereka keluar apartemen, menuruni lift menuju basement.


Saat mereka berdua sudah di dalam mobil, Saga meyuruh Luna untuk melanjutkan tidurnya kembali dan akan membangunkan bila sudah sampai rumah. Tak berselang lama bagi Saga untuk sampai di rumah Luna dengan caranya yang pandai mengemudikan mobil.


“Sayang bangun, udah sampai rumah nih” Saga menepuk pelan pipi Luna guna membangunkan gadis yang sedari tadi tertidur pulas di dalam mobilnya.


Luna terbangun kemudian ia membuka pintu mobil seraya berkata “aku masuk ya Mas, eh kamu nggak mau mampir dulu”.


“Nggak, udah malem aku mau langsung pulang aja” Saga melajukan mobilnya meninggalkan Luna yang masih berdiri dan menatap mobil Saga sampai tak terlihat lagi oleh matanya, kemudian ia masuk ke dalam rumah.


Keesokan harinya setelah selesai kuliah Cheryl mengajak Luna untuk nongkrong di kafe yang biasa mereka datangi, mereka duduk sambil menyeruput minuman yang mereka pesan. Dari arah pintu masuk terlihat perempuan cantik datang seorang diri memasuki kafe dan menjadi pusat perhatian para pengunjung khususnya laki-laki, ya dia adalah Tania.


“Lun itu kan Tania” tunjuk Cheryl.


Luna menoleh ke arah yang di tunjuk Cheryl kemudian menatap Tania yang sedang berjalan mendekati mereka.

__ADS_1


“Nggak nyangka ketemu kamu di sini Lun” Sapa Tania sembari tersenyum manis.


“Iya Ka” jawab Luna singkat, terlihat Cheryl menampakkan wajah tidak sukanya melihat Tania.


“Boleh ikutan gabung? Soalnya nggak enak kalau duduk sendirian” tanya Tania.


Cheryl menatap Luna sembari mengedip-ngedipkan matanya memberi kode agar Luna tidak membiarkan Tania bergabung dengan mereka. Karena merasa tak enak hati Luna membolehkan Tania duduk satu meja dengannya dan Cheryl. Suasana canggung menyelimuti mereka bertiga karena tak ada obrolan yang terjadi.


“Boleh aku tanya sesuatu sama kamu Lun?” Tania membuka obrolannya.


“Tanya apa ka” sahut Luna.


“Apa Saga udah punya pacar?” Tania bertanya dengan wajah penasaran.


“Kenapa Ka Tania tanya aku, harusnya tanya ke orangnya langsung” jawab Luna.


“Akhir-akhir ini Saga kayak lagi ngindarin aku, ke kantornya dia nggak ada, terus aku ke apartemennya dia juga nggak ada, di telepon nomornya malah nggak aktif” beber Tania.

__ADS_1


Mendengar omongan Tania, Luna dan Cheryl saling bertukar pandang mereka bingung harus meresponnya seperti apa jadi mereka hanya diam dan mendengarkan, Tania seperti sengaja mengatakan itu di depan Luna.


“Aku bisa minta tolong sama kamu nggak Lun? Bantuin aku biar bisa deket lagi sama Saga, soalnya kalau aku liat Saga peduli sama kamu” Tania memegang tangan Luna berharap gadis yang duduk di depannya dapat membantunya.


__ADS_2