DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 73


__ADS_3

Apartemen Saga.


Saga sampai di apartemennya setelah menempuh 30 menit perjalanan dari restoran, ia langsung berjalan menuju kamar dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Pandangannya melihat ke atas menatap langit-langit di kamarnya.


“Acara makan malam itu seperti ada maksud tertentu” gumam Saga lirih, lalu ia membalikkan tubuhnya ke samping dan menatap foto Luna yang diletakkan di atas nakas, kemudian perlahan matanya mulai sedikit demi sedikit tertutup dan akhirnya tertidur pulas di atas ranjangnya.


Luna yang sudah pulang ke rumah bergegas masuk ke dalam kamarnya berniat menghubungi Saga, ia tak ingin ada kesalahpahaman di antara mereka berdua. Luna berdiri di balkon kamarnya sembari tangannya sibuk memainkan benda pipih miliknya, ia terus menghubungi nomor Saga, namun tak ada respon dari orang yang dihubunginya, Luna mulai gelisah, hatinya tidak tenang, apalagi saat di restoran ia melihat tatapan mata Saga yang penuh amarah.


Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamarnya, Luna yang berada di balkon berjalan menuju pintu dan membukanya, terlihat Wyman berdiri di luar.


“Boleh ayah masuk?”


Luna merespon dengan anggukkan kepalanya pelan, kemudian Wyman masuk dan duduk di kursi yang ada di kamar Luna.


“Duduk! Ayah mau bicara” titah Wyman pada Luna yang berdiri di depannya. Luna pun mendudukkan tubuhnya di tepian ranjang.


“Ada apa yah?” tanya Luna heran melihat wajah ayahnya yang terlihat serius.


“Kamu berarti udah lama kenal Adrian?”


Luna mengangguk “udah yah” sahutnya, Luna semakin penasaran sebenarnya apa yang akan dibicarakan ayahnya kenapa dia tiba-tiba menanyakan tentang Adrian.


“Menurut kamu Adrian itu gimana?”

__ADS_1


“Dia laki-laki yang baik, pintar, ganteng dan…”


“Kamu pernah suka sama dia” potong Wyman membuat Luna mengerutkan keningnya.


“Maksud ayah apa? Aku nggak ngerti” Luna menggaruk kepalanya, pertanyaan Wyman semakin aneh pikirnya.


“Nggak apa-apa, ayah cuma pengen tahu pendapat kamu tentang Adrian, udah malem sebaiknya kamu istirahat” tutur Wyman kemudian ia berjalan keluar dari kamar anaknya.


Sementara di rumah Adrian, apa yang dilakukan Byantara sama dengan apa yang dilakukan Wyman, ia menanyakan kepada anak semata wayangnya itu mengenai pendapatnya tentang Luna.


“Kenapa papah tiba-tiba tanya tentang Luna?”


“Papah cuma merasa kalian berdua cocok, gimana kalau papah jodohin kamu sama Luna, toh kalian juga udah saling kenal, jadi nggak perlu lagi beradaptasi satu sama lain”


Adrian ternganga mendengar usulan papahnya yang akan menjodohkannya dengan Luna, ia sendiri tahu kalau Luna punya hubungan special dengan kakak tirinya itu. Bukankah ini kesempatan yang bagus untuknya memisahkan Luna dari Saga pikirnya.


Kemudian Byantara menceritakan dengan detail pada Adrian kenapa ia ingin menjodohkan dirinya dengan Luna, Adrian hanya manggut-manggut mendengar apa yang sedang Byantara ceritakan padanya, kini ia tahu usul perjodohan itu di mulai dari ayahnya Luna sendiri.


***


Keesokan harinya, pukul 08.00 Luna keluar kamar berjalan menuruni tangga menuju meja makan, disana hanya ada Sonya yang sedang duduk sembari menyeruput kopi, Luna yang tidak melihat Wyman bertanya pada Sonya


dimana ayahnya berada.

__ADS_1


“Ayah mana mah kok nggak keliatan?” Luna bertanya sedangkan tangannya tetap sibuk mengoleskan selai ke roti yang di pegangnya.


“Dia udah berangkat Lun, katanya mau ketemuan dulu sama papahnya Adrian” tutur Sonya.


“Papahnya Ka Adrian” Luna mengernyitkan keningnya mendengar itu.


“Emangnya kenapa sayang?” tanya Sonya yang melihat wajah Luna yang heran.


Kemudian Luna menceritakan pada Sonya tentang kejadian semalam dimana ayahnya datang ke kamarnya dan menanyakan tentang Adrian padanya. Dia juga tak lupa menanyakan pada Sonya apa dia tahu sesuatu tentang itu.


Sonya menatap lekat mata anak sambungnya itu, lalu ia menghela napas panjang sebelum ia memberitahu Luna yang sebenarnya.


Luna Sangat terkejut ketika mengetahui ayahnya berkeinginan menjodohkannya dengan kakak kelasnya itu, jadi itulah kenapa semalam mereka mengadakan makam malam bersama untuk mempertemukannya dengan Adrian.


“Gimana kalau Mas Saga tahu tentang ini mah?” tanya Luna dengan perasaan sedih.


“Mamah juga nggak tahu Lun, setiap mamah ingin memberitahu kalian tentang ini, bibir mamah jad kelu, karena mamah tahu seperti apa sifat Saga, mamah takut dia akan berbuat nekat kalau dia tahu kamu akan dijodohin” sahut Sonya.


“Saga tuh nggak suka apa yang dia miliki diambil orang lain, walaupun sekedar di pinjam, pernah waktu dia SD ada temannya meminjam mainan kesayangannya, tapi nggak dibolehin sama Saga, tapi temannya tetap merebut mainan itu, dan akhirnya temannya berakhir di rumah sakit karena di pukuli oleh Saga, mamah cuma takut Saga akan nyakitin Adrian kalau tahu kamu akan di jodohin sama dia” imbuh Sonya lagi menceritakan masa lalu Saga.


Luna menghela napas panjang setelah mendengar cerita tentang Saga “dari tadi malem juga Luna hubungin Mas Saga tapi nggak di respon sama sekali, kayaknya Mas Saga bener-bener marah mah”


“Dia emang begitu Lun, kalau lagi marah nggak mau di ganggu sama siapapun, sebaiknya kamu datang ke perusahaannya”

__ADS_1


Luna mengangguk “iya mah nanti aku kesana” Luna memang berniat ke perusahaan Saga setelah kuliah.


yow...yow..jangan lupa tinggalin jejak ya 😉😋👇👇


__ADS_2