
Hari lamaran pun tiba, Saga datang ke rumah Luna di dampingi keluarga dari mendiang papahnya dan juga Sonya, sedangkan Sonya karena ia sudah menikah dengan Wyman ia menjadi bagian dari pihak perempuan. Beberapa seserahan di bawa dari pihak laki-laki dan di sambut baik oleh keluarga Luna, tak ada acara perkenalan keluarga karena mereka memang sudah saling mengenal satu sama lain ketika pernikahan Wyman dan Sonya.
Luna yang sudah berdandan cantik, akhirnya keluar menemui Saga, gadis itu terlihat sangat cantik dengan makeup flawlessnya.
“Om nggak nyangka Ga, kamu bakalan nikah sama adik kamu sendiri, tapi Luna emang cantik pantesan aja kamu tergila-gila sama dia, kalau om punya anak cowok, om mau tuh minta Luna jadi mantu om “Bisik adik dari mendiang papahnya Saga yang duduk di samping laki-laki yang sedang terpesona oleh kecantikkan calon istrinya itu.
Saga menoleh ke arah om nya dengan mengerutkan kening “untung aja om nggak punya anak cowok”
Acara pun di mulai Saga dan Luna berdiri di tengah-tengah keluarga, kemudan laki-laki itu menyematkan cincin di jari manis calon istrinya, begitu pun Luna ia juga melakukan hal yang sama. Setelah Luna menyematkan cincin di jari Saga, laki-laki itu langsung mengecup kening calon istrinya itu.
“Eh...Eh...main nyosor-nyosor aja kamu Ga” celetuk om nya yang melihat kelakuan keponakannya itu disertai tawa gemuruh dari seluruh keluarga yang hadir. Acara lamarannya terlihat santai karena hanya mengundang keluarga terdekat saja.
Saga dan Luna lalu memamerkan cincin yang melingkar di jari manis mereka dengan senyum mengembang yang tak henti-hentinya menghiasi bibir mereka. Kedua keluarga lalu membahas pernikahan mereka, Wyman mengusulkan pernikahan di laksanakan tiga bulan lagi, namun Saga menolaknya ia mengusulkan agar ayah sambungya mempercepat pernikahannya, baginya tiga bulan itu terlalu lama.
“Kamu tuh nggak sabaran banget sih Ga” seloroh Sonya disertai tawa.
__ADS_1
“Gimana kalau satu bulan, aku rasa itu cukup kok untuk nyiapin semuanya” usul om nya Saga.
Akhirnya Wyman pun menyetujuinya, melihat Saga yang sangat antusias dengan pernikahannya membuat Wyman berpikir untuk apa menunda-nunda sesuatu yang baik. Saga menggenggam tangan Luna dan berbisik ditelinganya.
“Bentar lagi kamu bakalan jadi milik aku seutuhnya” Luna menoleh ke arah Saga dan melihat calon suaminya itu mengerjapkan matanya beberapa kali.
“Apaan sih Mas Saga” Luna mencubit pinggang Saga hingga ia merintih kesakitan.
Cheryl berjalan perlahan menghampiri Luna dan Saga, kemudian meminta mereka untuk berfoto sembari menunjukkan cincin di jari manis mereka, lalu gadis itu mengunggahnya di social media dengan caption “sold out”.
\~\~\~
Tania yang tak sengaja membaca berita tentang acara lamaran Saga yang banyak berseliweran di internet merasa sedih, matanya mulai berkaca-kaca.
“Mba Tania kamu kenapa?” tanya asistennya yang melihat Tania mulai menitikkan air mata tanpa bersuara. Tania menunjukkan ponselnya pada Eva, asistennya itu. Dia lalu mengusap punggung Tania lembut seraya berkata “sabar ya Mba, Mas Saga mungkin memang bukan jodohnya Mba Tania”
__ADS_1
Tania lalu meminta managernya untuk mengosongkan jadwalnya, ia berencana untuk menemui Saga, awalnya managernya menolak karena ia takut Tania akan melakukan tindakan bodoh yang bisa menghancurkan karirnya, namun Tania meyakinkan managernya ia tak akan melakukan hal-hal yang merusak karirnya yang selama ini sudah ia bangun dengan susah payah hingga mengorbankan seseorang yang dicintanya.
\~\~\~
Acara lamaran pun selesai, semua keluarga yang menghadiri acara tersebut satu per satu mulai meninggalkan kediaman Wyman. Saga, Luna, Cheryl dan Tommy masih terlihat duduk dan berbincang-bincang seraya menikmati hidangan yang tersedia diatas meja, Saga kemudian beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke arah toilet, saat Saga berada di toilet ponselnya berdering, Luna lalu melihat siapa yang menghubunginya, ia cukup terkejut ketika melihat nama Tania tertera di layar ponsel milik Saga.
Beberapa menit kemudian Saga kembali, kemudian Luna memberitahu Saga jika tadi Tania menghubunginya, Saga mengerutkan keningnya ia berpikir kenapa Tania mencoba menghubunginya.
“Telepon balik aja Mas siapa tahu penting” usul Luna yang membuat Saga heran.
“Nggak usah deh, kalau emang ada sesuatu yaang penting entar juga dia telepon lagi”
“Oh jadi berharap ditelepon lagi nih” sindir Luna yang membuat Saga tersenyum canggung, Cheryl dan Tommy hanya geleng-geleng kepala menyaksikan drama rumah tangga yang sedang berlangsung di depan mata mereka.
Apa yang di katakan Saga benar Tania menghubunginya lagi, namun sebelum mengangkat teleponnya Saga menanyakannya dulu pada Luna, apa dia harus mengangkat teleponnya atau tidak, dengan santainya Luna memperbolehkan Saga mengangkatnya karena ia juga penasaran dengan apa yang akan Tania bicarakan dengan calon suaminya itu.
__ADS_1