DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 83


__ADS_3

Di Perusahaan Saga…


Saga yang baru saja keluar dari lift bersama dengan Tommy bertemu dengan Tania di lobi perusahaannya, setelah mendengar pembicaraan Luna dan Adrian di kafe tentang masalah perjodohan mereka, Tania bergegas menemui Saga.


“Ngapain kamu datang kesini?” tanya Saga dengan nada ketus.


Tania tersenyum sinis “santai aja dong Ga, ada yang mau aku tanyain sama kamu? apa kamu udah tahu kalau pacar kamu itu di jodohin sama laki-laki lain”


“Dari mana Tania tahu masalah perjodohan Luna” gumam Saga dalam hatinya.


“Udah, emang kenapa? Kamu tahu Luna mau dijodohin dari siapa?” Saga balik bertanya pada Tania.


“Aku tadi liat Luna di kafe lagi ngobrol sama laki-laki dan nggak sengaja mendengar pembicaraan mereka” sahut Tania


“Kenapa respon Saga biasa aja, harusnya kan sedih, marah atau semacamnya, dia malah terlihat santai” Tania bicara dalam hatinya, sepertinya Saga tidak terganggu dengan masalah itu.


“Luna ketemuan sama Adrian?” pikir Saga.


“Kalau kamu nemuin aku cuma buat ngebahas masalah ini. Mendingan kamu pergi deh, aku nggak ada waktu buat ladenin kamu” celetuk Saga yang membuat Tommy yang berdiri di belakangnya menahan tawa.

__ADS_1


“Ga apa kamu nggak masalah, pacar kamu ternyata di jodohin sama laki-laki lain” ujar Tania yang heran dengan sikap Saga yang terkesan tidak peduli.


“Mereka baru di jodohin dan masih ada kemungkinan perjodohan itu batal, lagian kalau mereka sampai menikah pun, aku masih bisa jadi selingkuhannya Luna, kita liat aja Luna akan milih siapa? suaminya atau selingkuhannya?” tutur Saga dengan sombongnya sembari berjalan meninggalkan Tania yang terkejut dengan apa yang dikatakan laki-laki itu.


Tania berpikir bahwa Saga telah di butakan cintanya pada Luna, sepenting itukah Luna dalam hatinya hingga ia mau jadi selingkuhan bila Luna menikah dengan laki-laki lain. Tania masih berdiri di lobi setelah Saga pergi meninggalkan dirinya begitu saja.


“Tuan bener-bener hebat” Tommy mengacungkan jempol ke arah Saga yang duduk di kursi belakang.


Saga menghela napas panjang, dan mengayunkan tangannya mengusap wajah dengan kasar “aku bukannya hebat Tom, aku hanya menutupi perasaan agar tak terlihat menyedihan di depan orang setelah tahu pacar aku ternyata di jodohin dengan laki-laki lain, sebenarnya akhir-akhir ini pikiranku kacau, tiap malam aku nggak bisa tidur nyenyak, kalau Luna benar-benar menikah dengan Adrian, aku harus gimana?”


Tommy terkesiap ketika bosnya berbicara panjang lebar mengenai masalah pribadi dengannya, karena ini baru pertama kali baginya mendengar bosnya menceritakan isi hatinya pada orang lain, ia yang biasa terlihat dingin bila bertemu dengan rekan bisnisnya, namun nyatanya bila mengenai masalah perasaan ia sama seperti laki-laki lain. Tommy menyadari ternyata cinta bosnya begitu besar kepada Mba Luna.


***


Sementara Luna kembali ke rumahnya setelah bertemu dengan Adrian, saat ia masuk ke dalam terlihat Sonya sedang sibuk memasak berbagai macam hidangan yang akan ia sajikan untuk menjamu tamu yang di undang oleh


Wyman.


“Aku bantuin mah” ucap Luna yang baru saja turun dari kamarnya setelah mengganti pakaian.

__ADS_1


“Boleh” sahut Sonya tersenyum.


“kamu nggak ngasih tahu Saga kalau malam ini Adrian dan papahnya akan datang ke rumah?” tanya Sonya, tangannya tetap sibuk memasak.


“Nggak mah” sahut Luna sembari menggelengkan kepalanya.


“Maaf ya Lun, mamah nggak bisa bantu kalian, mamah nggak tahu harus ngomong apa lagi ke ayah kamu, semalem kamu denger kan pembicaraan kita?”


“Aku tahu sifat ayah mah, sekalinya udah ngambil keputusan sulit buat ngerubahnya lagi”


Mereka berdua saling bertukar pikiran, banyak sekali hal yang mereka bicarakan hingga tak sadar bahwa Wyman diam-diam menguping pembicaraan mereka, Hatinya tersentuh ketika melihat Sonya yang bisa begitu dekat dengan


Luna walaupun mereka bukan anak dan ibu kandung.


Luna bahkan bisa menceritakan apa pun pada ibu sambungnya itu dengan wajah ceria, Wyman merasa gagal sebagai seorang ayah. Akhir-akhir ini ia lebih sering membuat anaknya meneteskan air mata karena keputusan yang di buatnya, terbersit keraguan dalam hatinya apa lebih baik di batalkan saja perjodohan antara Luna dan Adrian? namun jika di batalkan bagaimana nanti hubungannya dengan Byantara, apa mereka masih bisa berteman? Semuanya berkecamuk di pikiran Wyman. Kemudian ia berjalan kembali menuju kamarnya, duduk di tepian ranjang dan menundukkan kepalanya seakan sedang memikirkan sesuatu.


jangan lupa like dan komennya


terima kasih

__ADS_1


__ADS_2