
“Jangan pergi Mas” Maya mendekap erat tubuh Saga, laki-laki itu pun tak tinggal diam ia berusaha melepaskan dekapan tangan Maya yang melingkar di perutnya.
“Mas Saga!”
Teriak Luna saat baru saja tiba ia melihat pemandangan yang merusak matanya, Luna berjalan menghampiri dua orang yang sedang berpelukan itu dengan salah satu tangan mengepal, wajahnya memerah dengan kedua alis menyatu.
Maya melepaskan tangannya dari tubuh Saga dengan tersenyum sinis pada Luna, sepertinya apa yang di rencanakan dirinya berhasil. soalnya sebelum ia memeluk Saga, Maya melihat Luna sedang berjalan ke arahnya, itulah kenapa tiba-tiba ia memeluk calon suami sepupunya.
“Ternyata kalian kayak gini di belakang aku” ucap Luna dengan wajah tanpa ekspresi.
“Lun ini nggak seperti yang kamu liat” Saga berusaha membela dirinya karena ia memang tidak salah dalam hal ini.
“Cukup Mas” teriak Luna dengan mata berkaca-kaca. Maya yang melihat pertengkaran dua sejoli ini tersenyum puas.
“Lun dengerin penjelasan aku dulu” Saga meraih tangan Luna memohon agar kekasihnya itu mendengarkan apa yang ingin dia katakan.
Luna menghempaskan tangan Saga dengan kasar “dulu Ka Tania sekarang Maya, kamu emang nggak bener-bener cinta kan sama aku Mas, aku udah ngambil keputusan Mas, lebih baik kita putus”
__ADS_1
Seperti tersambar petir, Saga terkejut dengan apa yang Luna katakan, mata Saga mulai berkaca-kaca, hatinya sakit ketika Luna mengucapkan kata putus. Maya yang mendengar kata putus keluar dari mulut Luna tersenyum bahagia, ia tak menyangka akan segampang itu membuat hubungan sepupunya kandas begitu saja. Luna lalu menatap Maya yang berdiri di samping Saga.
“Plakkk!”
Suara tamparan keras yang mendarat di pipi Maya, gadis itu merintih kesakitan sembari memegang pipinya setelah Luna mengayunkan tangannya, Luna lalu mengangkat kedua sudut bibirnya tersenyum melihat Maya.
“Lo pikir gue bakalan ngomong kaya gitu May, emang lo doang yang bisa akting, gue tahu lo dari awal udah ngeliat gue kan, setelah itu lo langsung meluk Mas Saga" Luna memperlihatkan senyum mengejek, kini giliran Luna yang merasa puas setelah meluapkan emosinya.
Tak hanya Maya saja yang terkejut mendengar pengakuan Luna, Saga pun ikut terkejut sekujur tubuhnya lemas, ada perasaan lega dalam hatinya ternyata Luna tidak benar-benar ingin putus dengannya.
“Gue bakalan ngasih tahu Om Wirya kelakuan lo ini, biar lo dikirim ke luar negeri” ancam Luna dengan tatapan mata yang menakutkan, Saga saja sampai merinding melihat tatapan mata kekasihnya itu.
yang dengan sigap menghadang dengan tubuhnya.
“Arrgh” suara erangan Saga ketika terkena balok kayu.
“Mas Saga!” Luna memegang tubuh Saga.
__ADS_1
“Gue bakalan ngelaporin lo ke kantor polisi atas tuduhan penganiayaan” Luna pergi memapah Saga meninggalkan Maya yang ketakutan karena ancaman sepupunya itu.
Luna mendudukkan Saga di kursi samping kemudi, sedangkan ia sendiri yang akan mengemudikan mobilnya, saat Luna akan mengantar Saga ke rumah sakit, laki-laki itu malah menolak dan meminta Luna membawanya kembali ke apartemen. Luna terus membujuk Saga agar mau di bawa ke rumah sakit karena ia khawatir tulang punggung Saga mungkin retak karena terkena balok kayu tadi. Saga yang keras kepala dan kekeh dengan keputusannya meminta Luna untuk tetap membawanya ke apartemen. Akhirnya Luna pun mengalah dan melajukan mobilnya menuju apartemen.
***
Setelah sampai di apartemen, Luna langsung memberikan pertolongan pertama, ia meminta Saga melepas pakaiannya, terlihat luka lebam di bagian punggung Saga. Tangan Luna gemetar saat mengompres punggung Saga dengan es batu, tak terasa air matanya pun menetes membanjiri pipi mulusnya. Mendengar suara isakan tangis kekasihnya, Saga membalikkan badannya kemudian memeluk tubuh Luna dengan erat.
“Aku nggak apa-apa, kamu jangan nangis dong, kalau kamu nangis bukan cuma badan aku aja yang sakit tapi hati aku juga sakit Lun”
Bukannya berhenti, tangis Luna malah semakin pecah, ia terus saja mengucapkan kata maaf, karena merasa ini semua kesalahannya yang menyebabkan Saga terluka. Seandainya ia tak memprovokasi Maya mungkin hal ini tak akan terjadi.
Saga melepaskan pelukannnya lalu ia menatap lekat wajah Luna sembari mengusap air mata yang menempel di pipi gadis cantik itu dengan senyum smirik menghiasi bibirnya. Tiba-tiba Saga mendaratkan sebuah kecupan di bibir Luna.
“Itu hukuman buat kamu, soalnya tadi kamu udah bohong, aku kira tadi kamu beneran minta putus nggak tahunya itu cuma akting, kamu tahu nggak waktu kata-kata putus keluar dari mulut kamu, jantung aku hampir berhenti”
Luna tersenyum, kemudian membalas kecupan yang Saga alamatkan padanya, karena Luna merespon apa yang dia lakukan, tanpa pikir panjang Saga akhirya melahap habis bibir Luna dengan penuh gairah, ia bahkan tak peduli dengan punggungnya yang terluka, akhirnya mereka berdua menikmati keromantisan yang terjadi di malam itu.
__ADS_1
Masih lanjut lagi nggak teman-teman, author lagi rajin nih jadi UP lagi ya...😂
Selamat membaca...