
Satu minggu kemudian hal yang tak terduga terjadi, sepupu Luna yang bernama Maya, datang ke perusahaan Jarvis Group untuk menemui Saga. Dia memang gadis yang tidak tahu malu, padahal awal bertemu, Saga sudah bersikap dingin padanya namun Maya tak pantang menyerah ia tetap berusaha mendekati Saga.
Di ruang kerjanya terlihat Saga sedang sibuk berbicara lewat sambungan telepon dengan posisi berdiri di samping meja kerjanya, dari arah pintu terdengar suara orang melangkahkan kakinya masuk ke dalam yang tidak lain adalah Tommy. Asistennya itu akan memberitahu sesuatu kepada bosnya namun ia menunggu sampai bosnya selesai bicara lewat telepon.
“Ada apa Tom?”
“Maaf Tuan, di lobi ada seorang gadis mencari anda, dia bilang namanya Maya, sepupunya Mba Luna”
“Maya, ngapain dia kesini?” gumam Saga heran.
Saga kemudian menyuruh Tommy untuk memberitahu Maya, bahwa ia sedang sibuk dan tidak bisa di ganggu jadi ia tak bisa menemuinya, mendengar perkataan bosnya, Tommy pun segera keluar untuk melaksanakan apa yang di perintahkan Saga
Pukul lima sore ketika Saga baru saja keluar dari lift dan berjalan di lobi, ia melihat Maya masih menunggunya, Saga menghela napas kasar, ia kemudian bertanya pada Tommy, kenapa gadis bernama Maya itu masih ada di perusahaan.
Tommy pun merasa heran karena saat ia mengatakan bahwa bosnya sibuk dan tidak bisa menemuinya, Tommy melihat dengan mata kepalanya sendiri, Maya keluar dari perusahaan.
“Mas Saga” sapa Maya dengan senyum manis yang ia perlihatkan kepada Saga.
“Ngapain kamu kesini?” tanya Saga dengan wajah dingin.
“Pengen ketemu sama Mas Saga”
__ADS_1
“Sekarang udah ketemu kan, jadi sebaiknya kamu pulang” tangan saga menunjuk ke arah pintu keluar.
“Aku nggak bawa mobil, bisa nggak Mas Saga anterin aku pulang”
Saga memiringkan sudut bibirnya merasa heran dengan Maya “berani-beraninya nyuruh aku nganterin dia pulang” pikir Saga.
“Denger ya May, mobil aku tuh nggak suka kalau ada orang asing duduk di dalamnya, dan aku juga nggak suka kalau ada perempuan lain yang duduk di kursi mobil aku kecuali Luna, ayo Tom kita pulang”
Saga berjalan keluar dengan Tommy meninggalkan Maya begitu saja dalam keadaan bengong, Tommy yang berjalan di samping Saga menahan tawa mendengar ucapan bosnya, Maya tak habis pikir kenapa Saga bersikap dingin padanya padahal dia juga tak kalah cantik dengan Luna, kenapa Saga tak sedikitpun tergoda olehnya. Maya lalu berjalan keluar meninggalkan perusahaan ia tak akan menyerah begitu saja untuk mendekati Saga, sikap dingin Saga malah membuatnya tertantang untuk mendapatkannya.
“Tuan sebaiknya anda hati-hati, perempuan seperti Maya pasti akan melakukan apa saja agar keinginanya tercapai” ujar Tommy mengingatkan bosnya agar lebih hati-hati menghadapi perempuan yang agresif.
Saga menatap Tommy dan tersenyum, ia tak menyangka Tommy akan berkata seperti itu padanya, ia menepuk punggung Tommy seraya berkata “kamu udah banyak berubah Tom”
***
Saga tiba di apartemen setelah menempuh beberapa menit perjalanan dari perusahaanya, Saat membuka pintu apartemennya ia mendapati Luna sudah berada di dalam sedang menyimpan bahan makanan ke dalam lemari pendingin, senyum sumringah terlihat di wajah Saga, walaupun seharian ia lelah bekerja, namun saat melihat Luna rasa lelahnya seketika hilang begitu saja.
“Kamu kok nggak ngabarin dulu kalau mau dateng?” Saga berjalan menghampiri Luna yang tengah sibuk, tak lupa ia juga mencium kening pacarnya itu.
“Awalnya aku cuma mau mampir sebentar, habis itu pergi lagi,makanya aku nggak ngabarin Mas Saga, eh malah kamu keburu pulang duluan”
__ADS_1
Saga kemudian berjalan ke kamar untuk berganti pakaian, baru selangkah kakinya keluar kamar, Luna datang menghampirinya dengan membawa segelas jus buah yang ia buatkan untuk Saga.
“Nih minum dulu” Luna memberikan jus buah pada Saga, kemudian laki-laki ganteng itu meminumnya sampai habis.
“Aku pulang dulu ya Mas” ucap Luna sembari menyambar tas yang ia letakkan di atas sofa.
“Karena kamu udah disini, aku nggak akan biarin kamu pulang” ucap Saga, tangannya memegang tangan kekasihnya itu. Saga lalu menarik tangan Luna dan mendudukannya di sofa, sedangkan ia sendiri berbaring di atas sofa dengan posisi kepala ia letakkan di pangkuan Luna.
Saga kemudian menceritakan apa yang terjadi di perusahaanya, Luna sangat terkejut ketika Saga memberitahu bahwa Maya datang menemuinya ke perusahaan. Akhirnya Luna ingat masa lalunya dengan Maya, Luna menceritakan pada Saga bahwa sepupunya itu pernah merebut pacarnya ketika mereka duduk di bangku sekolah menengah pertama.
Mendengar cerita Luna, Saga yang berbaring di pangkuan gadis itu langsung memposisikan tubuhnya duduk.
“Sekolah SMP kamu udah pacaran, ck..ck...ck...” decak Saga di sertai gelengan kepala.
Luna mengerutkan kening “emang kenapa? Namanya juga cinta monyet, Cuma suka-sukaan doang” kilah gadis itu membela diri.
“Aku jadi takut, Maya akan ngelakuin hal yang sama lagi, sekarang liat kan dia juga berusaha ngedeketin Mas Saga” wajah Luna terlihat murung saat mengatakan hal itu.
Saga menatap wajah Luna, lalu ia mendekatkan keningnya dengan kening Luna “denger ya, aku bukan laki-laki yang gampang tergoda sama perempuan lain, jadi kamu nggak perlu takut, kamu harus percaya sama aku” Luna tersenyum dan mengangguk kemudian mereka saling berpelukan satu sama lain.
Selamat membaca teman-teman
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan vote juga ya...
Terima kasih