DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 52


__ADS_3

Mendengar permintaan Tania, Luna hanya terdiam ia bingung harus bagaimana membuat alasan untuk menolak permintaan Tania, ketika ia akan membuka mulutnya, tiba-tiba ponselnya berdering, Luna melepaskan tangannya dari genggaman tangan Tania dan mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya, terlihat nama Saga pada layar ponsel, kemudian ia beranjak dari duduknya pergi menjauh dari Tania supaya perempuan yang ada di depannya tidak tahu bahwa yang meneleponnya adalah Saga.


Melihat Luna pergi setelah ponselnya berdering terbersit dalam pikiran Cheryl, ia yakin bahwa yang menelepon sahabatnya adalah Saga. Cheryl menoleh ke arah Tania yang terus menatap Luna ketika ia beranjak dari duduknya untuk mengangkat telepon, rasanya ia ingin sekali menjambak rambut perempuan cantik yang duduk di sampingnya itu, ketika mendengar permintaannya kepada Luna, sahabatnya.


“Nggak tahu diri, bisa-bisanya dia minta bantuan Luna buat deket lagi sama Mas Saga, makanya jadi perempuan jangan egois, salah dia sendiri kenapa dulu ninggalin Mas Saga” batin Cheryl.


“Halo Mas” jawab Luna.


“Kamu dimana sekarang” tanya Saga yang sedang duduk di ruang kerjanya.


“Aku lagi di kafe sama Cheryl”.


Saga menaikkan sebelah alisnya “sama Cheryl doang?” tanya Saga Lagi.


“Iya Mas” jawab Luna, ia heran kenapa dari pertanyaannya terdengar Saga tidak percaya bahwa dia hanya pergi dengan Cheryl.


“Di kafe mana biar aku jemput”.


“Nggak usah Mas, entar aku pulang bareng Cheryl kok” Luna tak ingin Saga tahu bahwa dia tidak hanya dengan Cheryl saja melainkan ada Tania juga.

__ADS_1


“Tinggal jawab aja di kafe mana?” Saga mulai meninggikan suaranya, ia berpikir Luna ke kafe bukan dengan Cheryl saja bisa jadi Adrian ikut bersama mereka.


Luna menghela napas pelan “Story Kafe, deket Mall yang di pusat kota” jawab Luna.


“Nggak jauh dari kantor aku, tunggu di sana, kamu jangan pulang dulu” Saga menutup sambungan teleponnya.


Kemudian Luna kembali ke tempat dimana Cheryl dan Tania duduk masih dalam posisi berdiri "Cher kita pulang yu” ajak Luna, yang langsung di iyakan oleh Cheryl karena sedari tadi dia sudah tidak nyaman duduk satu tempat dengan Tania.


“Maaf ya ka kita pulang dulu, nggak apa-apa kan di tinggal sendirian” tutur Luna sembari mengambil tas yang ada di atas kursi.


Tania tersenyum seraya berkata “iya nggak apa-apa”, ia hanya menatap kepergian Cheryl dan Luna keluar dari kafe.


Dalam perjalanan menuju parkiran, Luna memberitahu Cheryl bahwa Saga akan menjemputnya jadi dia tidak perlu mengantarnya pulang, Cheryl khawatir bagaimana kalau Tania melihat mereka? Apa tidak menimbulkan kecurigaan?


Luna berjalan ke arah pemberhentian bus yang ada di sekitaran kafe, ia duduk sendiri dan tangannya sibuk memainkan benda pipih yang dipegangnya.


Beberapa menit kemudian Saga tiba di lokasi dan melihat Luna tengah duduk sendiri menunggunya datang, Saga turun dari mobil dan memutarinya kemudian berdiri menyender di sisi mobil yang lain sembari matanya menatap seorang gadis yang tak sadar akan kedatangannya.


“Luna” panggil Saga sembari melambaikan tangan ke arah Luna.

__ADS_1


Luna menoleh mendengar suara laki-laki memanggil namanya dan kemudian menyunggingkan senyum simpul di bibirnya setelah tahu siapa yang memanggilnya, kemudian ia berjalan mendekat.


Saat Luna sudah ada di depannya Saga menarik tangan Luna dan menjatuhkan tubuh gadis cantik itu ke dalam pelukannya “udah lama ya nunggu nya” ucap Saga.


Luna menggeleng kepalanya “nggak ko” balas Luna sambil tersenyum.


Saga membukakan pintu mobil untuk Luna dan mendudukkan tubuh gadis itu di kursi samping kemudi, tak lupa ia juga memasangkan safetybelt. Ia sendiri memutari mobil kemudian membuka pintu dan memposisikan duduk di


belakang kemudi.


Saga dan Luna tidak sadar ada sepasang mata yang mengawasi mereka dari kejauhan dengan tatapan mata yang penuh amarah “Breng.sek kalian berdua, jadi ini yang kalian anggap hubungan sauadara, benar-benar nggak tahu malu, aku akan ngasih tahu Tante Sonya tentang hubungan kalian ini” melihat Saga yang mesra dengan Luna membuat Tania geram ia mengepalkan tangannya dan memukul stir kemudi mobilnya.


“Bukannya Saga Ganendra itu orang yang sangat sibuk kerja, kenapa akhir-akhir ini jadi sering jemput aku?”


“Emang nggak boleh jemput pacar sendiri, lagian masalah kerjaan, aku bisa ngerjainnya dari rumah, ada Tommy juga yang bantuin nyelesein kerjaan”


“Kasian yah Mas Tommy kerjaannya jadi tambah banyak” celetuk Luna membuat Saga tertawa.


Ketika Luna sedang bercermin di kaca spion mobil ia melihat ada mobil yang sepertinya sedang membuntuti mereka, kemudian ia memberitahukan pada Saga.

__ADS_1


“Mas kayaknya ada yang ngikutin mobil kita deh” tutur Luna.


Saga menengok ke belakang ada mobil berwarna putih yang jaraknya tidak terlalu jauh dari mobil mereka.


__ADS_2