DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 20


__ADS_3

Luna menatap kepergiaan Saga dari atas balkon, “akhirnya rumah ini kembali seperti semula” ucapnya, kemudian ia kembali ke kamar.


Keesokan harinya saat dikampus Luna duduk terdiam di sebuah bangku panjang yang berada di taman, Cheryl yang melihatnya lalu berjalan mendekat menghampiri sahabatnya.


“Kenapa Lun dari tadi gue perhatiin ngelamun terus, waktu di kelas juga sampai di tegur dosen” Cheryl duduk di samping Luna.


“Gue juga nggak tahu kenapa, tapi rasanya ada sesuatu yang hilang di hati gue” Luna menatap Cheryl.


Cheryl mencondongkan kepalanya mendekat ke wajah Luna “lo nggak lagi jatuh cinta kan Lun” goda Cheryl terkekeh.


“Lo ngomong apa sih” wajah Luna merona kemudian ia bangkit dari duduknya.


“Ayo, bentar lagi kelasnya Pak Roy kita masuk” Luna menarik tangan Cheryl dan mereka berjalan masuk ke dalam kelas.


Saat kelas akan di mulai datanglah sesosok laki-laki ganteng melangkahkan kakinya masuk ke dalam kelas dengan gayanya yang cool, membuat mahasiswa perempuan matanya terbelalak terpesona dengan kegantengannya yang


hakiki.


“Lun itu bukannya Ka Adrian ya” Cheryl menunjuk kearah Adrian.


“Iya ya ngapain Ka Adrian di sini, nggak mungkin mau kuliah lagi kan?” tutur Luna yang heran melihat Adrian.


“Halo semua perkenalkan nama saya Adrian, karena Pak Roy cuti jadi untuk sementara waktu saya yang akan menggantikkan beliau mengajar mata kuliahnya, jadi saya mohon kerjasama temen-teman semuanya” Adrian menundukkan sedikit kepalanya dan tersenyum manis kepada para mahasiswa membuat seisi kelas riuh.


“Pak Adrian udah punya pacar belum?”.


"Pak Adrian dulu kuliah dimana?”.

__ADS_1


“Boleh minta no teleponnya nggak Pak?”.


“Rumahnya dimana Pak?”.


Masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang di ajukan oleh para mahasiswa terutama mahasiswa perempuan.


Adrian yang kewalahan hanya menggaruk kepalanya yang bingung harus mulai menjawab darimana.


“Ehem-ehem, kalau kalian tanyanya keroyokan saya bingung mau jawab yang mana dulu nih” Adrian tersenyum manis.


“Jangan senyum pak, senyumanmu meluluhkan hatiku” ucap salah satu mahasiswa perempuan yang di soraki oleh mahasiswa lainnya “huuuuuuu”.


“Sudah-sudah, kita mulai mata kuliah hari ini” ucap Adrian.


Setelah kelas selesai Adrian menghampiri Luna dan Cheryl yang masih berada di dalam ruang kelas.


“Hai ciwi-ciwi” sapa Adrian yang di barengi tawa Luna dan Cheryl.


“Ntar gue ceritain, ngomong-ngomong pulang kuliah kalian ada acara nggak?” tanya Adrian.


“Nggak” jawab Luna dan Cheryl kompak.


“Kalau gitu temenin gue makan yah, ntar gue yang traktir deh” pinta Adrian.


“Wah kalau masalah makan kita nggak bakalan nolak, apalagi di traktir iya nggak Cher” celetuk Luna yang membuat Adrian tertawa.


“Iya” jawab Cheryl mengangguk cepat.

__ADS_1


Setelah beberapa saat kemudian sampailah mereka di sebuah restoran khas jepang. Mereka masuk dan memesan beberapa makanan, tak menunggu lama pesanan mereka pun datang, semuanya menikmati setiap makanan yang ada di atas meja.


“Ka tadi katanya mau ceritain gimana bisa gantiin Pak Roy” tanya Cheryl sambil mengunyah makanan yang ada di mulutnya.


“Om Roy minta gue gantiin dia” jawab Adrian santai.


“Om Roy” sahut Cheryl dan Luna bersamaan sembari bertukar pandang.


“Beliau itu om gue adik kandung papah” jawab Adrian. Luna dan Cheryl mengangguk pelan mendengar jawaban Adrian.


“Gue ke toilet dulu ya” Luna bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Adrian dan Cheryl yang masih menyantap makanannya.


Setelah beberapa menit di dalam toilet Luna keluar dan tanpa sengaja ia bertemu dengan Saga yang juga baru keluar dari toilet.


“Luna”.


“Mas Saga”, mereka memanggil nama secara bersamaan.


“Ngapain kamu ada di sini” tanya Saga sembari melangkah maju mendekati Luna.


“Udah tahu ini restoran ya pasti makan lah masa iya mau potong rambut” jawabnya ketus.


Dari arah belakang Tommy asisten Saga datang menghampiri atasannya, ia memberi tahu jika orang yang akan di temuinya sudah datang dan sedang menunggunya.


“Hai Mas Tommy” sapa Luna dengan melambaikan tangan. Tommy membalas lambaian tangan Luna sembari tersenyum ramah, membuat Saga tidak senang dan menoleh ke arah Tommy dengan memicingkan kedua matanya.


Tommy yang sadar jika Tuannya tidak suka langsung mengedarkan pandangan kearah lain pura-pura tidak mengerti.

__ADS_1


“Kalau sama Tommy kamu bisa bersikap ramah kenapa kalau sama aku kayak mau ngajak perang” tanya Saga yang heran dengan sikap Luna.


Luna terdiam, ia menatap Saga dan “bleeeh” mengulurkan lidahnya keluar kemudian berjalan pergi meninggalkan Saga begitu saja.


__ADS_2