DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 92


__ADS_3

Tommy menghentikan mobilnya di sebuah taman, sebelumnya mereka mampir dulu ke minimarket untuk membeli cemilan, mereka berdua duduk di bangku kosong yang viewnya langsung menghadap dengan danau.


Mata Tommy melirik ke arah Cheryl, cukup lama ia memandangi wajah Cheryl namun gadis itu tidak menyadarinya, pandangan matanya menatap lurus jauh ke depan menyaksikan keindahan alam yang di sekitarnya di terangi lampu neon yang berjejer rapih mengitari danau tersebut.


“Kenapa Mas?” tanya Cheryl ketika tersadar Tommy sedang memandangi dirinya.


“Nggak apa-apa kok, cuma lagi menikmati keindahan ciptaan Tuhan” seloroh Tommy yang membuat heran Cheryl ketika mendengarnya.


“Tumben Mas ngajakin aku keluar”


Tommy terdiam, kemudian ia menarik kedua sudut bibirnya ke atas, lalu mengucapkan terima kasih karena gadis yang duduk di sampingnya menitipkan makanan untuknya, Cheryl ternganga saat Tommy mengatakan itu, dalam hatinya berkata “kapan aku nitip makanan buat dia”.


“Makanan” dengan ekspresi bingung Cheryl mengulang kata makanan yang Tommy ucapkan.


“Iya tadi sore Mba Luna datang ke perusahaan, dia ngasih aku bungkusan makanan katanya titpan dari kamu”


“Luna bener-bener ya, tapi gue harus berterima kasih sama dia, setidaknya gara-gara ulahnya, Mas Tommy ngajakin gue keluar duluan he..he..he...”batin Cheryl.


***


Sementara di apartemen Saga, setelah selesai makan Luna membawa piring kotor untuk di bersihkan, sedangkan Saga masih duduk di balkon sembari tangannya sibuk berselancar dengan benda pipih miliknya. Entah apa yang sedang di cari oleh Saga, wajahnya terlihat serius saat menatap layar ponsel yang di pegangnya, hingga saat Luna memanggil namanya ia bahkan tak merespon.

__ADS_1


“Mas Saga lagi ngapain sih di panggil beberapa kali kok nggak nyaut” gerutu Luna, kemudian ia berjalan menghampiri Saga. Luna menepuk pelan bahu Saga hingga membuat laki-laki itu pun terkejut, dengan secepat kilat ia menyimpan ponsel yang di pegangnya ke dalam saku celana.


Luna yang melihatnya merasa aneh, ia merasa Saga sedang menyembunyikan sesuatu darinya, untuk beberapa saat Luna bergelut dengan pikirannya seraya menatap wajah pacarnya itu.


“Aku mau pulang Mas”


“Kenapa pulang, nggak nginep sini aja?”


“Nggak” jawab Luna seraya menggelengkan kepalanya, gadis itu kemudian membalikkan badannya dan berjalan menuju kamar untuk mengambil tas yang ia letakkan di atas ranjang.


Saga mengantar Luna ke rumahnya, namun dalam perjalanan pulang gadis itu menutup rapat mulutnya, sesekali mata Saga melirik ke arah gadis cantik yang duduk di sampingnya.


“Luna kenapa ya, perasaan tadi baik-baik aja, kenapa sekarang mukanya di tekuk gitu, apa aku punya salah sama dia?” gumam Saga dalam hati.


“Mau langsung turun hemm”


“Ya terus mau ngapain lagi, Mas Saga mau mampir dulu ke dalam?”


Saga menghela napas pelan, entah kenapa ia merasa Luna tak seperti biasanya, Akhirnya gadis itu pun turun dari mobil Saga dan berjalan masuk ke dalam rumah. Namun ia tak langsung naik ke lantai atas dimana kamarnya berada, Luna berdiri dan mengintip dari balik gorden menatap mobil Saga yang masih ada di depan, setelah Saga


melajukan mobilnya barulah Luna membalikkan badannya tapi betapa terkejutnya ia ternyata Sonya berdiri di belakangnya.

__ADS_1


“Lagi ngintipin apa sih Lun?” tanya ibu sambungnya, karena rasa penasarannya yang tinggi Sonya pun ikut mengintip dan melihat tidak ada apa-apa di luar sana.


“Bukan apa-apa  kok Mah” sahut Luna disertai tawa renyah dari bibirnya, kemudian ia berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.


***


Di tempat lain Cheryl dan Tommy masih terlihat berada di taman menikmati kebersamaan yang jarang terjadi, Cheryl berharap waktu berhenti sejenak agar ia dapat lebih lama bersama dengan Tommy, namun apa daya waktu tak berpihak pada keinginan gadis cantik itu, saat melirik jam yamg melingkar di tangannya ternyata waktu sudah


menunjukkan pukul 21.00 malam, ia teringat pesan mamahnya agar pulang tak boleh melebihi jam 22.00 malam, menyadari hal itu Tommy pun mengajak pulang Cheryl, ia tak mau mengkhianati kepercayaan yang di diberikan oleh mamahnya Cheryl. Walaupun sebenarnya ia juga masih ingin menghabiskan banyak waktu dengan gadis


yaang sedang di kejarnya.


Tepat jam 22.00 malam Cheryl akhirnya sampai di rumahnya, Tommy pun mengantar Cheryl sampai ke dalam rumahnya, tidak hanya bertemu dengan Mira mamahnya Cheryl, Tommy pun bertemu dengan Mario papahnya Cheryl yang ternyata juga baru saja pulang dari kantor. Mario menatap tajam ke arah Tommy dari ujung kaki sampai ujung rambut, siapa laki-laki yang berani ngajak keluar anak gadisnya itu, pikir Mario.


Dengan Sopan Tommy memperkenalkan dirinya pada Mario, setelah mengobrol sebentar dengan papahnya Cheryl, Tommy pun berpamitan pulang karena sudah malam, Cheryl kemudian mengantar Tommy sampai masuk ke dalam mobilnya, saat kembali masuk ke rumah Cheryl di cecar banyak pertanyaan oleh Mario, gadis itu pun menjawab satu per satu pertanyaan yang papahnya ajukan kepadaya.


“Apa laki-laki itu pacarnya Cheryl?” tanya Mario pada istrinya ketika mereka sudah berada di dalam kamar.


“Kan papah tahu sendiri tadi kata Cheryl mereka cuma teman, tapi menurut mamah sih mereka tuh saling suka deh, cuma belum di resmiin aja. Anak kita pinter nyari cowok, Tommy tuh ganteng banget, mirip papah waktu masih muda”


Mario mengernyitkan kedua alisnya “jadi menurut mamah sekarang papah udah tua” bicaranya dengan wajah kesal.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian


terima kasih.


__ADS_2