
Setelah kuliah selesai Luna menolak ajakan Cheryl untuk menemaninya ke Mall, ponselnya terus berbunyi karena banyaknya notifikasi pesan masuk yang di kirim Saga kepadanya.
“Habis kuliah jangan kemana-mana, langsung pulang” pesan pertama.
“Cepetan pulang Lun aku bosen di rumah” pesan kedua.
“Luna kamu kemana sih? kenapa nggak pulang-pulang” pesan ketiga.
*“Sayaaaang cepetan pulang 😢😚” pesan keempat.
Dan masih banyak lagi pesan yang tidak sempat Luna baca, ia memperlihatkan pesan yang di kirim Saga kepada Cheryl.
“CK…CK… ternyata Mas Saga punya sisi yang seperti ini” Cheryl tertawa setelah membaca pesan yang di kirim Saga pada Luna.
“Makanya aku nggak bisa nemenin kamu nga-Mall, maaf ya” Luna menempelkan kedua telapak tanganya didepan wajahnya.
“Udah nggk apa-apa, buruan sana pulang entar bayi besar lo ngambek lagi” goda Cheryl yang melangkah masuk ke dalam mobilnya dan langsung tancap gas pergi meninggalkan Luna yang masih berdiri di tempatnya memijak.
Melihat Cheryl sudah pergi, Luna berjalan ke area parkiran sepeda roda dua, kemudian melajukan motornya namun di tengah perjalanan pulang sepeda motornya tiba-tiba mogok, ia sudah mengotak-atik kunci kontak namun
mesin motor masih tidak menyala, tak terlihat ada bengkel di sekitaran tempat Luna berhenti, jalanan juga sepi jarang kendaraan yang melintas, karena Luna mengambil jalan pintas agar secepatnya sampai di rumah.
Di saat Luna mulai kebingungan, sebuah mobil berwarna hitam berhenti di depannya, kemudian orang yang berada di dalam mobil keluar menghampiri Luna yang tengah jongkok di samping motornya.
“Motornya kenapa Lun?” terdengar suara laki-laki bertanya kepada Luna, ketika luna menoleh ia melihat wajah laki-laki yang di kenalnya.
__ADS_1
“Ka Adrian” Luna memposisikan dirinya berdiri, “Ini Ka nggak tahu kenapa motornya tiba-tiba berhenti” Luna menjawab pertanyaan Adrian yang belum sempat ia jawab.
“Coba aku cek” Adrian menyisihkan lengan bajunya yang panjang dan mulai mengotak-atik sepeda motor Luna.
“Ini mah harus di bawa ke bengkel Lun, motornya udah lama nggak di service ya?” Luna tersenyum dan menggaruk kepalanya karena malu, memang sudah lama ia tak menyervice motornya.
“Tapi di sekitar sini nggak ada bengkel” ucap Luna dengan wajah yang gusar, kemudian Adrian menyarankan agar motor Luna di bawa ke bengkel temannya yang kebetulan tidak jauh dari tempat dimana motor Luna mogok, Luna setuju dengan usul Adrian.
Adrian menelopon temannya untuk mengambil motor Luna, selang beberapa menit teman Adrian yang seorang montir datang membawa motor Luna untuk di perbaiki.
“Ayo aku antar kamu pulang” tutur Adrian menawarkan diri mengantar Luna pulang setelah melihat motor Luna di bawa pergi oleh temannya, Luna awalnya menolak karena akan merepotakan Adrian, dan rumah mereka juga tak
satu arah. Namun Adrian gigih ingin mengantar Luna pulang, Luna yang tak enak hati akhirnya menerima tawaran Adrian.
“Makasih ya Ka Adrian” tutur Luna setelah turun dari mobil Adrian, ia tersenyum manis dan melambaikan tangan kepada Adrian.
Saat Luna sedang berjalan masuk ke rumahnya, Adrian memanggil Luna, kemudian ia turun dari mobilnya. Luna menghentikkan langkahnya dan membalikkan badan melihat Adrian sedang berjalan ke arahnya.
“Ada apa Ka?” Tanya Luna yang berdiri di depan pintu gerbang.
“Ini ponsel kamu ketinggalan di jok mobil, mungkin tadi jatuh” Ucap Adrian sambil menyerahkan ponsel kepada Luna.
“Makasih ya ka” lagi lagi Luna menyunggingkan senyum manis kepada Adrian, kemudian Adrian kembali berjalan ke arah mobilnya dan masuk ke dalam tak lama Adrian melajukan mobilnya dan pergi dari rumah Luna.
Luna berjalan masuk ke rumah dengan senyum yang masing mengembang di bibirnya, tiba-tiba ada hawa dingin yang menjalar masuk ke tubuhnya ia meraskan bulu kuduknya berdiri. Ketika Luna membuka pintu hal yang
__ADS_1
pertama di lihatnya adalah Saga yang sudah berdiri di balik pintu, dengan dahi yang berkerut di antara dua alisnya serta tatapan dingin sedingin bongkahan es yang ada di kutub utara.
Senyum seringai terlihat di sudut bibirnya “kenapa di anter sama Adrian, motor kamu kemana?” Saga bertanya dengan nada ketus.
Alih-alih menjawab pertanyaan Saga, Luna malah menarik tangan Saga dan membawanya naik ke lantai atas, karena takut Bik Idah melihat mereka.
Setelah sampai di lantai atas Luna membawa Saga masuk ke kamarnya, dan mendudukkan Saga di atas ranjang. Ia sendiri memposisikan duduk di samping Saga setelah meletakkan tas di atas meja.
Luna menatap manik mata Saga dan tersenyum seraya menjelaskan kepada Saga perihal ia di antar Adrian pulang ke rumah.
“Motor aku mogok, kebetulan Ka Adrian lewat, terus dia bantuin aku bawa motornya ke bengkel temannya, terus….”
“Terus Adrian nawarin diri buat nganter kamu pulang” potong Saga sebelum luna menyelesaikan omongannya. Luna menganggukan kepalanya pelan membenarkan perkataan Saga.
“Kenapa kamu nggak nolak?” tanya Saga lagi.
“Aku nggak enak Mas”
“Terus kamu pikir aku enak, liat pacar sendiri di antar pulang sama laki-laki lain” gerutu Saga.
"Maaf" Luna menundukkan kepalanya, berpikir bagaimana caranya membujuk Saga agar dia tidak marah. Luna mulai meraih tangan Saga bergelayutan manja di lengannya, lalu menyenderkan kepalanya di bahu Saga, membuat kadar emosi Saga perlahan menurun.
Kemudian tanpa aba-aba Luna mengecup bibir Saga seraya berkata “jangan marah ya…Mas Saga kalau marah jadi jelek” Ucapnnya setelah mengecup bibir Saga.
Saga yang merasa jiwa kelelakiannya sedang di goda langsung memburu tanpa ampun, Ia menarik tengkuk leher Luna lalu mencium bibir gadis itu dengan penuh naf.su, kini keduanya mulai menikmati luma.tan demi luma.tan yang membuat bibir mereka basah.
__ADS_1