DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 57


__ADS_3

Saga mengantar Luna ke tempat Cheryl setelah ia mendapat ijin dari Wyman untuk menginap di tempat sahabatnya itu. Sepanjang perjalanan menuju tempat Cheryl, Saga terus saja memasang muka bete sambil terus menggerutu, ia berujar bahwa waktu yang di habiskan dengan Luna baru sebentar.


“Udah dong Mas jangan cemberut terus, jelek tahu” celetuk Luna, ia menggeleng-gelengkan kepalanya melihat wajah kakaknya.


Saga menghela napas pelan lalu menoleh ke arah gadis yang duduk di sampingnya sembari menyunggingkan senyum yang di paksakan. Luna tertawa terbahak-bahak melihatnya, ia tak habis pikir laki-laki yang biasanya terlihat sangat sempurna kini berubah seperti anak kecil.


Gadis cantik itu sudah menunggu kedatangan Luna sejak tadi, ia mondar-mandir berjalan di teras rumahnya sambil sesekali matanya melirik ke arah jalan. Tidak sampai 1 jam, akhirnya orang yang di tunggunya datang juga.


Luna turun dari mobil kemudian berjalan ke arah Cheryl yang berdiri di teras sambil melambaikan tangannya menyapa dirinya.


“Tumben banget, nyuruh gue nginep di rumah lo” kata Luna yang sudah berdiri di samping Cheryl.


“Hemmm, biar gue ada temen ngobrol” sahut Cheryl tersenyum simpul.


“Kan bisa lewat telepon” balas Luna lagi, ia masih berdiri menunggu Saga yang ada di dalam mobil.


“Nggak enak kalau lewat telepon, kurang puas” Cheryl menepuk bahu Luna hingga tubuh gadis itu sedikit gontai karena tepukan tangan Cheryl yang keras.


Saga melangkahkan kakinya menuju tempat dimana Luna dan Cheryl sedang berdiri yaitu di teras rumah Cheryl, wajahnya masih ditekuk seperi kertas yang diremas-remas yang siap akan dibuang.


“Pacar lo kenapa tuh wajahnya cemberut gitu?” tanya Cheryl pada Luna.

__ADS_1


“Nggak tahu, coba deh lo tanyain” sahut Luna sembari tersenyum.


“Yah…gantengnya ilang dong kalau wajahnya jelek kayak gitu” seloroh Cheryl ketika Saga sudah ada di depannya.


“Biarin gantengnya ilang yang penting udah punya pacar” balas Saga.


Cheryl hanya menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar balasan omongan Saga seraya berkata “dih Mas Saga ternyata bisa ngambek juga”.


“Aku langsung pulang ya, titip Luna ya Cher” ucap Saga.


“Siap, tenang aja Mas” sahut Cheryl kemudian ia melanjutkan lagi omongannya “ini beneran langsung pulang atau mampir dulu nih, siapa tahu ada janji ketemuan sama orang” sindir Cheryl.


“Nggak usah nyindir-nyindir bilang aja mau ngomongin Tania” balas Saga.


“Tunggu!” pinta Saga ketika Luna sudah ada diambang pintu rumah Cheryl, ia berjalan mendekati Luna lalu mendaratkan sebuah kecupan di kening pacarnya itu.


“Nggak liat apa, ada yang jomblo di sini” sindir Cheryl yang melihat kemesraan Luna dan Saga.


“Makanya punya pacar dong” ledek Saga yang tersenyum puas melihat Cheryl kesal.


***

__ADS_1


Luna dan Cheryl masuk ke dalam rumah, sedangkan Saga masuk ke dalam mobil dan melajukannya pulang ke apartemennya.


Luna merebahkan tubuhnya di atas ranjang milik Cheryl ketika sudah berada di dalam kamar sahabatnya itu, matanya melihat ke atas menatap langit-langit yang ada di dalam ruangan yang didominasi dengan warna pastel tersebut.


Cheryl menatap Luna yang terlihat sedang melamun “lo lagi mikirin apa?” Cheryl ikut merebahkan tubuhnya di samping Luna.


Kepala Luna menoleh ke arah Cheryl yang disampingnya “Mas Saga ngajakin gue nikah” tutur Luna.


Cheryl membulatkan matanya ia sedikit tidak percaya dengan apa yang di dengarnya sekarang “terus lo gimana?” tanya Cheryl yang penasaran dengan jawaban Luna.


“Gue belum jawab, lo tahu sendirikan hubungan gue sama Mas Saga gimana? Untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan itu hal yang nggak mungkin untuk kita berdua” jelas Luna dengan wajah murung.


“Itu kalau Om Wyman sama Tante Sonya nggak setuju, kalau mereka setuju gimana?”


Luna tak menjawab perkataan sahabatnya itu ia hanya diam sembari menatap wajah Cheryl.


“Lo pernah nggak kepikiran ngomong jujur ke Om Wyman sama Tante Sonya kalau lo sama Mas Saga pacaran” tutur Cheryl yang direspon langsung oleh Luna dengan gelengan kepala, bahkan tak pernah terbersit pun dibenaknya untuk mengungkapkan hubungannya dengan Saga kepada orang tua mereka.


“Kisah cinta lo rumit juga ya, coba kalau lo jadiannya sama Ka Adrian mungkin nggak akan kayak gini ceritanya” sambung Cheryl lagi.


“Tapi gue cintanya sama Mas Saga, gue emang pernah punya rasa sama Ka Adrian, tapi itu kan dulu saat masih sekolah SMA” ucap Luna kemudian ia turun dari ranjang dan berjalan ke kamar mandi.

__ADS_1


“Lun besok gue mau nembak Mas Tommy” ucap Cheryl yang masih berbaring di atas ranjang, Luna yang mendengar ucapan sahabatnya langsung buru-buru keluar dari kamar mandi, ia bahkan meminta Cheryl untuk mengulang ucapannya.


__ADS_2