
Saga terbangun dari tidurnya setelah cukup lama ia memejamkan mata, saat membuka mata ia melihat Luna sedang duduk di sampingnya dengan kaki lurus ke depan sembari membaca buku. Saga yang berbaring dengan posisi tengkurap meraih tangan Luna membuat gadis itu menoleh dan menatap Saga.
“Udah bangun” ujar Luna, ia kemudian menutup bukunya.
“Aku kira kamu pulang” Saga beranjak bangun dan memposisikan dirinya duduk.
“Nggak lah, aku nggak tega ninggalin kamu sendirian dalam keadaan begini, lagian aku udah telepon mamah kalau aku nginep di tempat Mas, aku juga ngasih tahu mamah tentang kejadian di taman tadi, biar mamah ngasih tahu ke ayah”
“Bukannya masalahnya nanti malah tambah runyam kalau Om Wyman tahu, dia pasti akan ngomong ke Om Wirya”
Luna memberitahu Saga bahwa akan lebih baik jika Om Wirya tahu, biar dia yang ngasih hukuman buat Maya, awalnya Luna ingin melaporkan Maya ke kantor polisi, tapi ia urungkan niatnya karena menurutnya urusan keluarga akan lebih baik jika di selesaikan secara kekeluargaan saja. Saga tersenyum seraya mengusap puncak kepala Luna, ia bangga dengan jalan pikiran Luna yang masih memikirkan tentang persaudaraan.
“Mau kemana?” tanya Luna saat melihat Saga akan turun dari ranjangnya.
“Aku mau ambil minum, haus” sahut Saga sembari memegang tenggorokannya.
“Biar aku aja, Mas Saga tunggu disini” Luna kemudian turun dari ranjang dan berjalan keluar kamar untuk mengambil minuman, setelah beberapa menit kemudian Luna kembali masuk ke kamar dengan membawa satu botol air mineral di tangannya, lalu ia memberikannya pada Saga.
__ADS_1
“Makasih sayang” ucap Saga dengan senyum mengembang di bibirnya, ia lalu menenggak minuman itu sampai tersisa setengah di dalam botol.
Di rumah Wyman....
Pria paruh baya itu cukup terkejut ketika Sonya memberitahu tentang apa yang Luna katakan padanya lewat sambungan telepon. Ia tak mengira Maya berani berbuat seperti itu kepada sepupunya sendiri. Wyman lalu mengambil ponsel dan berusaha menghubungi Wirya, adiknya. Setelah teleponnya tersambung, Wyman lalu memberitahu pada Wirya perbuatan yang Maya lakukan pada Saga dan juga Luna. Setelah selesai berbicara dengan kakaknya, dengan wajah memerah menahan amarah Wirya berjalan menuju kamar Maya. Pria itu membuka pintu kamar dan melihat Maya sedang berbaring santai di atas ranjang sembari memainkan ponsel. Maya terkejut saat papahnya masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
“Papah!” seru gadis itu dan ia langsung beranjak dan memposisikan dirinya duduk.
“Apa yang udah kamu lakuin sama Saga dan Luna May? Tadi Om Wyman telepon papah dan ngasih tahu kelakuan kamu yang mencoba merusak hubungan Luna dan Saga, terus kamu juga udah nyelakain Saga, apa itu benar?”
Maya terdiam dan menundukkan kepalanya, ia tak berani menatap wajah papahnya, Tari mamahnya Maya berusaha menenangkan suaminya agar tak terbawa emosi.
Maya menganggukkan kepalanya mengakui apa yang coba ia lakukan pada Luna dan Saga. Ia mengatakan bahwa ia iri dengan Luna, sebab gadis itu selalu mendapatkan hal-hal baik dalam hidupnya, itu membuatnya tidak senang.
Wirya menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan jalan pikiran anak gadis satu-satunya itu, ia juga meminta pada Maya untuk minta maaf pada Luna, ia harusnya bersyukur Luna tak melaporkannya kepada pihak berwajib, karena apa yang coba ia lakukan termasuk kejahatan penganiayaan, dan ia bisa masuk penjara karena itu.
Maya pun menuruti kata papahnya, sebenarnya ia juga kepikiran dengan ancaman Luna yang akan melaporkannya ke polisi, namun kini ia merasa lega karena sepupunya tidak melakukan hal itu.
__ADS_1
***
Keesokan harinya, Luna kembali ke rumah bersama Saga setelah mendapatkan telepon dari ayahnya bahwa keluarga Om Wirya akan datang menemui mereka. Luna pun sudah tak sabar ingin bertemu dengan Maya dan penasaran dengan apa yang akan sepupunya itu katakan padanya.
“Kamu kenapa sayang, wajahya ceria banget?” Tanya Saga yang duduk di samping kursi kemudi ketika melihat wajah Luna yang terus memperlihatkan senyum dari kedua sudut bibirnya.
“Aku udah nggak sabar pengen ngeliat Maya minta maaf sama kita berdua”
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, akhirnya mereka pun sampai di rumah, Sonya yang sudah lama menunggu kedatangan kedua anaknya langsung menghampiri mereka ketika Luna dan Saga turun dari mobil. Rasa khawatir telihat jelas dari raut wajah wanita paruh baya itu ketika melihat Saga.
“Saga” Sonya langsung memeluk tubuh anak laki-lakinya itu.
“Pelan-pelan mah punggung Saga masih sakit” ucap Saga sembari merintih kesakitan karena pelukan Sonya.
“Maaf sayang” ujar Sonya melepaskan pelukannya, Luna yang melihat interaksi antara ibu dan anak itu tersenyum, ia juga meminta maaf pada Sonya karena dia lah Saga menjadi terluka. Sonya lalu memeluk Luna dan mengatakan apa yang di lakukan Saga sudah benar, sebagai laki-laki ia tak mungkin membiarkan wanitanya yang terluka, kemudian mereka masuk ke dalam.
Saat Wyman dan keluarganya tengah mengobrol di dalam, terdengar dari luar suara mobil berhenti di depan rumahnya, Wyman mengira bahwa itu adalah adiknya yang datang. Dan benar sekali Wirya datang dengan Tari dan Juga Maya. Mereka berjalan masuk ke dalam, saat datang Maya terus menundukkan kepalanya, ia merasa malu hingga tak berani menatap Luna dan juga Saga.
__ADS_1
selamat malam dan selamat membaca...