DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 97


__ADS_3

Wyman masih terdiam setelah Saga mengutarakan keinginannya untuk melamar Luna, ia hanya menatap lekat manik mata anak sambungnya itu, bisa terbaca dari wajahnya jika Saga memang benar-benar serius dengan ucapan yang keluar dari mulutnya.


Sonya yang duduk di samping Wyman menyenggol tangan suaminya agar ia tersadar dari lamunannya, Wyman lalu menoleh ke arah sonya sebentar kemudian kembali menatap Saga .


Wyman menghela napas panjang sebelum ia membuka mulutnya “kalau om masih tidak merestui hubungan kalian apa yang mau kamu lakukan?”


Tiba-tiba Saga beranjak dari duduknya kemudian menghampiri Wyman, ia langsung menjatuhkan tubuhnya ke lantai berlutut di hadapan Wyman.


“Aku mohon restui hubungan aku sama Luna, aku akan lakuin apapun keinginan om, asalkan Om Wyman meretui hubugan kami” Saga menundukkan kepalanya.


Wyman dan Sonya tertegun melihat apa yang di lakukan Saga, tak terasa air mata jatuh dari kedua sudut mata Sonya tak pernah sekalipun ia melihat anaknya seperti ini sebelumnya, Sonya lalu menggenggam tangan Wyman.


“Udahan aktingnya sayang, mau sampai kapan kamu ngerjain Saga kayak gitu, kasian kakinya pasti pegel” ujar Sonya sembari tersenyum.


Sontak saja Saga terkejut mendengar omongan mamahnya, laki-laki itu mendongakkan kepalanya menatap Wyman dan Sonya yang tengah tersenyum seraya memandangi dirinya yang berlutut di depan ayah sambungnya.


Wyman bangkit dari duduknya lalu membantu Saga berdiri “pasti kaki kamu kesemutan yah?” Wyman bertanya dengan wajah tanpa dosa karena membuat seorang Saga Ganendra berlutut di hadapanya.


Laki-laki paruh baya itu mengulurkan tangannya memegang bahu Saga seraya berkata “sebenarnya om udah merestui hubungan kamu sama Luna hanya saja om ingin tahu seberapa penting Luna buat kamu, mungkin karena om yang sudah membesarkan dia seorang diri sepeninggal ibunya, jadi om nggak mau ia salah memilih pasangan hidup”.

__ADS_1


Saga tersenyum bahagia lalu memeluk tubuh Wyman “makasih om, aku akan buktiin bahwa aku bisa bahagiain Luna, jadi om nggak perlu khawatir”


Sonya yang masih duduk lalu beranjak berdiri menghampiri dua laki-laki yang di sayanginya “jadi kapan kamu mau ngelamar Luna Ga?”


Saga lalu memberitahu kedua orang tuanya kapan dan dimana ia akan melamar kekasihnya, akhirnya mereka bertiga berdiskusi tentang acara lamaran itu.


Di tempat lain...


Luna dan Cheryl akhirnya sampai di toko buku, mereka berjalan mengelilingi sudut tiap sudut toko untuk mencari buku yang di butuhkan. Luna menghentikan langkahnya di depan salah satu rak buku yang berisi kumpulan novel, kemudian Luna mengambil salah satu novel lalu membuka dan membacanya.


Cheryl yang  melihat Luna tengah berdiri dan serius membaca lalu menghampiri gadis cantik itu, ia kemudian penasaran dengan apa yang sedang di baca oleh Luna.


"Gue cuma penasaran aja, soalnya judulnya lucu”


Mata Luna kemudian melirik ke arah buku yang ada di tangan Cheryl “lo udah nemu bukunya?” tanya Luna pada sahabatnya itu.


“Baru satu, masih ada yang belum gue cari” sahut Cheryl lalu ia pergi meninggalkan Luna dan mencari lagi buku yang dibutuhkannya.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 sore, Luna dan Cheryl keluar dari toko buku setelah terlebih dulu membayar buku yang di belinya.

__ADS_1


“Mau langsung pulang?” Cheryl bertanya pada Luna ketika ia akan melajukan mobilnya.


“Iya Cher, gue udah cape rasanya pengen mandi terus tidur” sahut Luna.


Cheryl melajukan mobilnya menuju rumah Luna, tak berselang lama akhirnya mereka pun sampai, terlihat Wyman dan Sonya juga baru saja tiba di rumah, Sonya kemudian menawarkan Cheryl untuk mampir dulu ke dalam namun karena hari sudah sore gadis itu pun menolak tawaran Sonya dan langsung melajukan mobilnya untuk kembali ke rumahnya.


Wyman memandang anaknya ketika Luna berjalan di di depannya, merasa diperhatikan gadis itu pun menoleh ke arah ayahnya.


“Ada apa yah?” tanya Luna dengan wajah polos.


“Nggak apa-apa sayang” Wyman tersenyum, Sonya yang berada di belakang suaminya menepuk bahu laki-laki paruh baya itu dengan pelan.


“Jangan bikin Luna curiga, kita harus bisa bersikap biasa aja” Ucap Sonya sembari berjalan melewati Wyman menuju kamarnya. Wyman pun mengangguk setelah mendengar ucapan istrinya, ia pun menyusul Sonya masuk ke dalam kamar.


Setelah dari restoran ayah sambungnya itu, Saga tak langsung pulang ke apartemennya ia mengemudikan mobilnya menuju villa pribadinya, tak henti-hentinya ia memperlihatkan wajah bahagia setelah mendapat restu dari Wyman, ia sudah tak sabar untuk membuat Luna menjadi miliknya seutuhnya.


Di depan villa sudah terparkir mobil berwarna putih, tidak lain itu adalah mobil milik asistennya, Saga memang meminta Tommy untuk datang ke villa agar dapat membantu dirinya mempersiapkan  keperluan untuk acara lamarannya nanti.


“Gimana Tom udah siap semuanya? Nggak ada yang kelupaan kan?”

__ADS_1


“Tuan tenang saja semuanya beres” senyum Tommy mengembang di sertai acungan jempol yang ditunjukkan pada bosnya itu.


__ADS_2