DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 78


__ADS_3

Luna yang masih berada di dalam mobil bersama dengan pujaan hatinya, terus menerka-nerka kemana Saga akan mengajaknya pergi, sampai detik ini laki-laki yang sedang fokus mengemudi itu tak memberitahunya, setiap


kali ditanya ia hanya bilang “entar juga kamu tahu” membuat Luna kesal mendengarnya.


Saga melirik ke arah Luna yang duduk di sampingnya terlihat wajahnya kesal dan cemberut, membuat Saga tersenyum ketika melihatnya.


“Udah dong Lun jangan manyun mulu, aku kan jadi nggak fokus nyetirnya” tutur Saga, tangannya yang usil lalu mencolek pipi gadis itu.


Tenang bentar lagi kita nyampe” imbuhnya lagi.


Luna mengedarkan pandangannya keluar ketika melihat lautan luas yang membentang dengan kebeningan airnya yang kebiruan, tidak ada mata yang akan bosan bila memandangnya.


Luna menyunggingkan senyum sumringah ketika tahu Saga akan membawanya kemana “kenapa sih harus bilang entar juga kamu tahu” sambil menirukan cara bicara Saga padanya.


Saga hanya mesem-mesem melihat bagaimana cara Luna menirukan gaya bicaranya, itu terlihat menggemaskan pikirnya.


Sampailah mereka di sebuah villa dengan pemandangan pantai di depannya, Luna tak henti-hentinya takjub dengan apa yang dilihatnya sekarang, rasanya ia ingin sekali tinggal disini.


Luna lebih dulu turun dari mobil dan langsung melesat pergi ke pantai yang ada di sekitaran villa, sedangkan Saga berjalan masuk ke dalam villa dan di sambut oleh wanita tua yang sudah mengasuhnya sejak kecil, beliau adalah


Bik Iroh, semenjak Sonya pindah ke rumah Wyman Saga meminta Bik Iroh untuk mengurus villanya yang selalu ramai di sewa oleh pengunjung yang liburan ke pantai.


“Selamat datang Mas Saga” Bik Iroh menyapa anak majikannya dengan senyum sumringah di bibirnya yang terlihat kerutan-kerutan halus di setiap inchi wajahnya.

__ADS_1


Saga tersenyum dan memeluk Bik Iroh seraya berkata “bagaimana kabar bibik?”


“Seperti yang Mas liat bibik sangat sehat” jawabnya.


Saga melepaskan pelukannya, kemudian Bik Iroh mendongakkan kepalanya ke belakang tubuh Saga mencari keberadaan Luna yang katanya juga ikut bersama dengan anak majikannya itu.


“Non Luna mana Mas?” tanya Bik Iroh.


“Turun dari mobil dia langsung lari ke pantai” Saga kemudian berjalan ke arah kamar yang sudah Bik Iroh siapkan untuknya dan meletakkan tas yang ada di punggungnya di atas ranjang setelah ia masuk ke dalam kamar.


Karena perjalanan yang cukup jauh Saga yang merasa kelelahan sehabis mengemudikan mobilnya, meluruskan punggungnya di atas ranjang hingga akhirnya matanya lama-lama terpejam tak kuat menahan kantuk. Sedangkan Luna setelah puas bermain di pantai seorang diri, ia akhirnya kembali ke villa, karena tak melihat kakaknya, kemudian mencari Bik Iroh untuk menanyakan keberadaan Saga. Bik Iroh mengatakan terakhir melihat anak majikannya itu ketika ia masuk ke kamar.


Kemudian Luna pergi ke kamar yang dimaksud oleh Bik Iroh dan ketika membuka pintu ia melihat Saga yang tengah tertidur pulas di atas ranjang.Tak ingin mengganggu, Luna pun membalikkan badannya setelah menutup pintu kamar dan berjalan menuju kamar yang bersebelahan dengan kamar Saga.


Luna memeringkan bibirnya sembari memandang wajah Saga yang tertidur pulas seperti bayi “bener-bener nih orang ternyata udah nyiapin semuanya” gumamnya, ia membalikkan badan hendak keluar dari kamar namun langkahnya terhenti ketika merasa ada sesuatu yang meraih tangannya, ia menengok dan melihat Saga yang masih berbaring dengan senyum simpul di bibirnya.


Saga menarik tangan Luna hingga membuat gadis itu terjatuh di sampingnya dan mendekap erat tubuhnya membuat Luna tak bisa bergerak.


“Mas Lepasin” ucap Luna, ia mencoba melepaskan dekapan Saga, namun semakin ia berusaha, Saga malah semakin erat mendekap tubuh gadis itu hingga akhirnya ia pun menyerah.


“Inget ya…kamu tuh nggak bakalan bisa lari dari aku, sejauh kemanapun kamu pergi, pada akhirnya kamu akan tetap kembali sama aku”


Mendengar perkataan Saga Luna hanya terdiam, ia mengerutkan dahinya karena tak mengerti dengan apa yang ada di pikiran laki-laki di depannya, kenapa tiba-tiba Saga berkata seperti itu?

__ADS_1


Saga melepaskan dekapannya dan memposisikan dirinya duduk di tepi ranjang “aku mau mandi” ucapnya, matanya tetap menatap Luna yang masih barbaring di sampingnya.


“Apa mau mandi bareng” goda Saga pada Luna, terlihat senyum smirik di bibirnya.


Mendengar itu, Luna menggeleng cepat ia kemudian langsung turun dari ranjang dan secepat kilat melesat keluar dari kamar Saga, tawa Saga menggelegar memenuhi ruang kamar melihat tingkah Luna.


***


Di tempat lain Wyman yang baru saja pulang dari restoran tak melihat mobil putrinya terparkir di garasi, ketika masuk ke dalam rumah ia bertanya pada Sonya yang saat itu sedang duduk santai sembari menikmati film kesukaanya di ruang keluarga.


“Luna belum pulang?” tanya Wyman yang langsung di jawab dengan gelengan kepala oleh Sonya.


Karena khawatir Wyman menghubungi  ponsel Luna, namun hanya terdengar suara operator yang mengatakan “nomor yang anda tuju sedang tidak aktif”. Rasa cemas menggelayuti pikiran Wyman, ia takut ini adalah salah satu cara putrinya untuk memberontak setelah tahu dirinya akan di jodohkan. Sonya pun ikut khawatir, terbersit dalam pikirannya untuk menghubungi anak laki-lakinya itu, kemudian Sonya pun menghubungi Saga dan yang menjawab adalah suara operator. Semakin jelas sudah, sepertinya Saga dan Luna sedang bersama dan mereka tidak mau di ganggu oleh siapapun hanya itu kesimpulan yang tepat menurut Sonya, namun ia menutup rapat mulutnya, tak memberitahukan kepada suaminya.


Setelah cukup lama berpikir, Wyman kemudian menghubungi sahabat dekat putrinya itu, Cheryl. Dengan wajah bingung dari seberang telepon setelah Wyman menanyakan keberadaan Luna padanya, akhirnya dengan berat hati


Cheryl berbohong pada ayah sahabatnya itu dan mengatakan jika Luna menginap di tempatnya. Ada perasaan lega pada diri Wyman setelah tahu putrinya ternyata menginap di tempat Cheryl.


“Gimana sayang apa Luna ada di tempat Cheryl?” tanya Sonya pada suaminya setelah melihat Wyman selesai menghubungi Cheryl.


“Iya, tertnyata Luna menginap disana” sahut Wyman, kemudian ia berjalan menuju kamarnya untuk istirahat.


jangan lupa like dan komennya, kasih gift juga boleh 😉😘😘

__ADS_1


__ADS_2