
Lima bulan setelah pernikahan, Luna positif hamil buah cintanya dengan Saga, selama masa kehamilan gadis itu mulai berubah ia menjadi lebih sensitif. Luna berada di kamarnya saat Wyman dan Sonya datang berkunjung ke apartemen Saga dengan membawa banyak buah-buahan segar.
Luna mana Ga?” tanya sonya yang tak melihat keberadaan anak perempuan sekaligus menantunya itu.
“Di kamar” sahut Saga, entah kenapa wajah Saga terlihat cemberut membuat Sonya yang melihat bertanya-tanya.
“Apa mereka lagi berantem” batin wanita paruh baya itu.
Wyman dan Sonya berjalan masuk ke kamar yang di tempati Luna, terlihat gadis itu sedang duduk di atas ranjang sembari membaca buku.
“Luna” sapa Sonya yang sedang berjalan menghampiri dirinya, Wyman sendiri berjalan di belakang istrinya dengan seulas senyum yang menghiasi bibirnya.
“Mamah, Ayah”
Luna turun dari ranjang dan langsung memeluk tubuh Sonya, kemudian bergantian memeluk Wyman. Sonya langsung meminta Luna untuk tak banyak melakukan pergerakan, Sonya menasehati anaknya agar menjaga kandungannya dengan baik.
“Mamah seneng banget bentar lagi mau punya cucu” tutur Sonya seraya mengelus perut Luna yang sudah membesar.
Wyman mengelus puncak kepala putrinya “jaga baik-baik kamdungan kamu itu, jangan mengerjakan sesuatu yang berat dulu, kalau ada apa-apa tanya mamah Sonya yang sudah pengalaman hamil dan melahirkan” tuturnya.
“Mamah mau tanya Lun, kamu lagi berantem ya sama Saga, pas waktu mamah sama ayah kamu dateng, wajahnya cemberut gitu nggak enak di lihat”
Luna pun menceritakan apa yang di rasakannya selama hamil, setiap melihat wajah Saga ia menjadi kesal, pengennya marah-marah terus. Sonya tersenyum mendengar cerita anaknya menurutnya itu hal biasa, ada istri yang memang mengalami hal itu selama hamil, benci dengan suaminya sendiri.
Saga berjalan masuk ke dalam kamar dengan membawa buah-buahan segar di tanganya yang Sonya bawa tadi, lalu meletakkannya di atas nakas.
__ADS_1
“Ga mamah mau ngomong sebentar”
Sonya berjalan keluar kamar diikuti Saga di belakangnya, mereka kemudian duduk di sofa yang ada di ruang tamu.
“Ada apa Mah?”
“Dari tadi mamah perhatiin wajah kamu cemberut terus, kenapa Ga?”
Saga menghela napas pelan, “nggak ada apa-apa mah”
“Kamu yakin”
Saga menatap Sonya yang duduk di depannya “semenjak hamil Luna jadi berubah mah, setiap kali aku deket dia, bawaannya kayak nggak seneng, terus dia nggak mau kalau aku tidur di sampingnya, dia nyuruh aku tidur di luar, aku kan jadi bete” ujar laki-laki itu menceritakan keluh kesahnya.
Sonya tersenyum mendengar curhatan anak laki-lakinya itu, Saga mengerutkan dahi melihat Sonya yang menanggapi keluhannya dengan tersenyum.
\~\~\~
Saga dan Luna berdiri di depan pintu sembari memandang kedua orang tuanya yang berjalan memasuki lift menuju basement untuk pulang ke rumahnya. Setelah kedua orang tuanya tak terlihat lagi mereka kembali masuk ke dalam. Luna langsung masuk ke dalam kamar sedangkan Saga membaringkan tubuhnya di atas sofa.
Luna berdiri di depan pintu sembari memandangi suaminya, ia merasa bersalah karena dua bulan terakhir ini ia menyuruh Saga untuk tidak tidur dengannya. Akhirnya gadis itu menghampiri Saga dan duduk di sampingnya.
“Mas pindah ke kamar yuk” ajak gadis itu seraya mengusap lembut rambut Saga.
Saga membuka matanya menatap perempuan yang sekarang sedang mengandung anaknya, senyum sumringah terlihat jelas terukir di bibirnya, ia langsung menggendong Luna bak putri raja dan membawanya ke dalam kamar kemudian membaringkan tubuh istrinya di atas ranjang.
__ADS_1
\~\~\~
\~\~\~
Sembilan bulan kemudian, Sonya dan Wyman membawa Luna ke rumah sakit karena akan melahirkan, namun sayang di saat penting seperti ini Saga malah tidak ada di samping istrinya karena ia sedang dinas keluar negeri, setelah mendapat kabar bahwa istrinya akan melahirkan Saga segera pulang dari perjalanan dinasnya dan meminta Tommy menggantikan dirinya.
Di rumah sakit setelah berjuang antara hidup dan mati di ruang bersalin selama tiga jam akhirnya Luna melahirkan, tangis bayi terdengar dari luar membuat Sonya dan juga Wyman sangat senang, kemudian Luna di pindah ke ruang perawatan.
Sonya menggendong cucu pertamanya yang berjenis kelamin laki-laki itu dalam pelukannya “mirip banget sama Saga waktu dia baru lahir” tuturnya.
Wyman yang berdiri di samping Sonya pun tak sabar untuk menggendong cucu pertamanya itu “gantian dong sayang, aku kan juga pengen gendong”
\~\~\~
Setelah turun dari pesawat Saga langsung bergegas ke rumah sakit, ia mendapat pesan dari Sonya jika Luna sudah melahirkan dan anaknya berjenis kelamin laki-laki, senyum terus mengembang dari susut bibirnya, tak butuh waktu lama akhirnya Saga sampai di rumah sakit, ia segera mencari ruangan yang di tempati istrinya.
Saga langsung menghampiri Luna saat masuk ke dalam ruangan, ia bahkan melewati Sonya yang sedang menggendong putranya.
“Sayang maaf aku nggak ada di samping kamu saat kamu lagi ngebutuhin aku” Saga memeluk Luna yang sedang duduk di atas ranjang pasien.
“Nggak apa-apa Mas, lagian ini di luar prediksi dari hari persalinan, prediksinya masih dua minggu lagi, tapi ternyata anaknya udah pengen keluar duluan” tutur Luna dengan senyum manisnya. Saga terus memeluk tubuh Luna yang terlihat kelelahan.
“Ga, kamu nggak pengen lihat anak kamu” ucap Sonya.
Saga berjalan menghampiri Sonya, lalu menatap lekat wajah anaknya yang berada di pelukan mamahnya itu, Sonya kemudian menyerahkan bayi mungil itu untuk di gendong Saga, dengan hati-hati Saga menggendong anak laki-lakinya itu.
__ADS_1
“Kamu ganteng banget mirip sama papah kamu, papah akan ngasih kamu nama Arshaka Ganendra Jarvis” tuturnya seraya mencium wajah anaknya.