DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 117


__ADS_3

Luna melangkahkan kakinya keluar dengan menyunggingkan senyum manis dari kedua sudut bibirnya dan berdiri di depan laki-laki yang sedang duduk itu. Saga yang sedang fokus melihat-lihat majalah tanpa sadar menjatuhkan majalah yang di pegangnya ketika melihat perempuan cantik di hadapannya. Mulutnya membulat sempurna dan


matanya tak berkedip saat melihat calon istrinya itu. Ia kemudian beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri Luna.


“Cantik banget” tutur Saga sembari membelai wajah Luna. Tiba-tiba Saga mendekatkan wajahnya dan memiringkannya seperti hendak mencuim bibir gadis itu, secepat kilat Luna memblok wajah Saga dan menoleh ke arah pegawai butik yang ada di situ.


Luna tersenyum canggung dan mendorong tubuh Saga “maaf ya mba, anggap aja mba nggak lihat” tutur Luna malu.


Pegawai itu tersenyum lalu ia membalikkan badannya keluar dari ruang ganti tersebut, teman kerjanya yang melihat dia senyum-senyum sendiri merasa heran dan menanyakan apa yang terjadi. Pegawai itu lalu menceritakan apa yang baru saja di dilihatnya mereka berdua tersenyum sembari menatap ke ruang ganti dan membayangkan apa


yang sedang terjadi di dalam sana.


“Mau nyium aja nggak boleh” gerutu Saga seraya mengerucutkan bibirnya.


“Lihat tempat dong Mas, lagian tadi ada mba-mba nya” tutur Luna, tangannya yang gemas mencubit pipi Saga hingga meninggalkan bekas berwarna merah. Saga mengusap pipinya karena kesakitan setelah di cubit oleh Luna.


“Kamu nggak nyobain jasnya juga” tutur Luna lagi.


“oh iya ya, tuh kan gara-gara terpesona sama kamu, aku jadi lupa deh” seloroh Saga, ia kemudian mengambil setelan jas yang tergantung tidak jauh dari tempatnya berpijak. Saga mencoba satu per satu jas yang di pilihnya dan semuanya membuat Luna terperanjak, setiap jas yang dikenakannya selalu pas dan cocok dipakai oleh laki-laki itu.


“Kenapa? Terpesona ya?” ucap Saga seraya mengedipkan matanya.


Luna mengalihkan pandangannya berusaha untuk menyangkal apa yang Saga ucapkan, terbersit dalam pikirannya apa ia termasuk perempuan beruntung karena dapat memiliki laki-laki paket lengkap tidak hanya ganteng saja tapi juga sangat kaya, memikirkan hal itu membuat Luna mesem-mesem sendiri.

__ADS_1


Saga yang melihat Luna senyum sendirian merasa heran, ia kemudian berjalan perlahan menghampiri calon istrinya itu.


“Kamu kenapa senyum-senyum sendiri?”


“Nggak apa-apa”.


\~\~\~


Setelah selesai memilih gaun dan jas yang akan di kenakan dalam pernikahan mereka, Luna dan Saga pergi dari butik kemudian melajukan mobilnya menuju salon kecantikan milik mamahnya. Saat mereka tiba disana terlihat Tania juga sedang berada di salon milik Sonya.


“Calon pengantin mau perawatan juga?” ledek Tania ketika melihat Luna dan Saga masuk ke dalam.


Luna tersenyum mendengar ledekan Tania namun berbeda halnya dengan Saga ia hanya diam membisu dengan  memperlihatkan wajah tanpa ekspresi.


“Nggak tahu Ka, mungkin lagi PMS” sahut Luna yang membuat Tania tertawa mendengarnya.


“Terusin aja ngeledeknya aku nggak apa-apa kok” timpal Saga, kemudian ia berjalan menuju ruangan kerja mamahnya.


“Ka Tania udah ketemu sama Ka Adrian?” tanya Luna.


“Udah, aku cuma ngembaliin ponselnya yang ketinggalan di...” Tania tak melanjutkan perkataannya hampir saja ia keceplosan kalau ponsel Adrian tertinggal di mobilnya.


Luna menyipitkan matanya dan tersenyum smirik menatap Tania, melihat cara Luna memandangnya Tania pun menjadi salah tingkah.

__ADS_1


“Apaan sih Lun” tuturnya mengalihkan pandangan melihat ke arah lain.


“Aku kan nggak ngomong apa-apa Ka”


Kedua gadis itu tak sadar bahwa ada seseorang yang penasaran dengan apa yang sedang mereka bicarakan, Saga ternyata menguping pembicaraan Luna dengan Tania.


Sonya yang baru saja keluar dari ruang kerjanya penasaran dengan apa yang dilakukan anak laki-lakinya itu berdiri di balik tembok, ia kemudian berjalan menghampiri Saga.


“Kamu lagi ngapain Ga?” tanya Sonya seraya menepuk punggung anak laki-lakinya itu.


“Mamah ngagetin aja” seru Saga dengan wajah terkejut.


“Luna mana?” tanya Sonya lagi.


“Itu sama Tania” sahut Saga seraya jarinya menunjuk ke arah Tania dan Luna yang masih berdiri di depan meja resepsionis.


Sonya lalu menyuruh Saga untuk masuk ke dalam ruangan, sedangkan ia sendiri berjalan menghampiri Luna dan Tania, kemudian mereka bertiga asyik mengobrol, tak lupa Sonya juga mengundang Tania untuk datang ke pernikahan Saga dan Luna.


selamat membaca...


jangan lupa like dan komennya terima kasih


😉😘

__ADS_1


__ADS_2