DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 113


__ADS_3

Tania dan Adrian duduk di bangku taman yang view nya langsung mengarah ke danau, mereka berdua menikmati suasana malam diterangi dengan hamparan cahaya bintang yang berkilauan di langit. Tak lupa mereka juga saling mengenalkan diri satu sama lain.


“Kita nggak seakrab itu deh sampai harus duduk berdua disini” tutur Tania menatap wajah Adrian.


Adrian tersenyum “kita emang nggak saling kenal, tapi gue pernah liat lo sama Saga, gue kira hubungan lo sama Saga nggak sesederhana itu”


“Gue tuh dulu mantannya Saga” ucap Tania dengan penegasan.


Hanya kata “oh” yang di ucapkan Adrian dengan wajah tanpa ekspresi, membuat gadis cantik itu heran dengan mengerutkan keningnya.


“Lo nggak pengen tahu gue putus karena apa”


Adrian menggeleng seraya beranjak dari tempat duduknya ia berdiri membelakangi Tania, matanya menatap jauh ke danau yang berada tepat di depan matanya. Mereka berdua cukup lama berada di taman karena banyak hal yang di bicarakan oleh Adrian dan juga Tania hingga lupa kalau malam telah larut.


Adrian lalu menawarkan diri untuk mengantar gadis cantik itu pulang, namun dengan sopan Tania menolaknya karena ia tak ingin merepotkan orang lain. Tania kemudian beranjak dari duduknya dan mulai mengayunkan kaki dengan langkah terhuyung-huyung meninggalkan Adrian yang masih berpijak di tempatnya berdiri menuju klub malam untuk mengambil mobil. Tapi tak di sangka diam-diam Adrian mengikuti Tania karena merasa khawatir dengan kondisi gadis cantik berambut sebahu yang sedang mabuk itu.


Saat sudah berada di samping mobilnya, Tania hampir terjatuh karena kepalanya berat, lagi-lagi Adrian dengan gesit menangkap Tania.


"Udah gue bilang, biar gue aja yang nganterin, keras kepala banget sih lo" tutur Adrian yang membuat Tania tidak senang mendengarnya, karena ini pertama kalinya ada laki-laki yang mengatakan bahwa dirinya keras kepala.


Adrian lalu membantu Tania duduk di kursi samping kemudi dan memasangkan safetybelt, ia sendiri berjalan mengitari mobil lalu masuk ke dalam dan duduk di belakang kemudi, kemudian menanyakan alamat rumah Tania sebelum melajukan mobilnya.

__ADS_1


Adrian kemudian mengantar Tania menuju kediamannya di sebuah gedung apartemen, setelah sampai laki-laki itu pun mengantar Tania hingga ke depan pintu masuk apartememnya yang berada di lantai 25.


“Makasih ya lo udah nganterin gue pulang, dan makasih juga lo mau nemenin gue ngobrol, ternyata lo orang nya asyik juga” kata Tania yang di tanggapi senyuman oleh Adrian, kemudian gadis itu masuk ke dalam apartemennya sedangkan Adrian kembali ke tempat dimana ia meninggalkan mobilnya di deket klub malam.


\~\~\~


Keesokan paginya Tania membuka matanya dan langsung memposisikan tubuhnya duduk dengan memegang kepalanya yang terasa berat lalu memandang sekeliling kamarnya, ia mencoba mengingat apa yang dialaminya semalam. Wajah Adrian tiba-tiba muncul di benaknya membuat Tania menyunggingkan sneyum tipis dari sudut bibirnya.


“Kamu kenapa Mba, mesem-mesem sendiri kayak gitu” celetuk Eva yang melihat Tania senyum-senyum sendiri saat memasuki kamar model cantik itu.


“Nggak apa-apa” sahut Tania dengan wajah tersipu malu, ia lalu turun dari ranjang dan langsung melesat ke kamar mandi.


Eva terus menatap tingkah aneh bosnya itu sampai ia tak terlihat lagi dari balik pintu kamar mandi dengan wajah heran.


Setelah beberapa menit berada di kamar mandi, Tania keluar dan segera mengenakan pakaian serta merias wajahnya  karena hari ini ada pekerjaan yang sudah menantinya.


“Sarapan dulu Mba” tutur Eva ketika melihat Tania keluar dari kamar. Tania lalu berjalan menuju meja makan dan duduk sembari manyantap sarapan yang sudah di buatkan oleh asistennya itu.


Setelah selesai Tania dan juga Eva keluar apartemen menuju basement tempatnya memarkirkan mobil. Saat Eva menduduki kursi di belakang kemudi, matanya melihat benda yang tergelak di bawah, ia kemudian mengambilnya.


“Ini ponsel siapa Mba Tania?” tanya Eva sembari menunjukkan ponsel yang di pegangnya ke arah model cantik yang duduk di sampingnya. Tania mengambilnya, ia langsung teringat dengan laki-laki yang mengantarnya pulang semalam.

__ADS_1


“Jangan-jangan ini ponsel Adrian” batin Tania, matanya menatap Eva yang terlihat bingung. Ia lalu memasukkan ponsel ke dalam tas dan meminta Eva untuk segera mengemudikan mobilnya.


Sementara di tempat lain, Adrian terlihat kebingungan karena baru menyadari jika ia kehilangan ponselnya, ia turun dari mobil sembari mengingat-ingat ponselnya yang entah jatuh dimana. Bahkan ia sampai tak mendengar ketika Luna memanggilnya saat bertemu di area parkir kampus.


“Ka Adrian” panggil Luna yang sedang berjalan ke arahnya. Namun dosen ganteng itu tak merespon panggilan Luna hingga beberapa kali dan akhirnya gadis itu menepuk bahu Adrian sampai membuatnya terkejut.


“Eh Luna” terlihat wajah Adrian yang kebingungan.


“Ka Adrian kenapa? Wajahnya kok kelihatan bingung gitu?” tanya Luna yang penasaran.


“Ponsel aku hilang Lun, aku nggak tahu jatuh dimana” sahut Adrian.


“Coba Ka Adrian inget-inget lagi, semalam Ka Adrian kemana aja”


Adrian terdiam berusaha mengingat kapan terakhir kali ia memegang ponselnya, terbersit dalam pikirannya saat ia mengantar Tania ke  apartemennya.


“Jangan-jangan” batin Adrian.


Kemudian Adrian menanyakan nomor telepon Tania pada Luna, namun gadis itu tak menyimpan nomor Tania, Luna menatap Adrian dengan wajah heran apa hubungannya ponsel Ka Adrian hilang dengan Ka Tania, sejak kapan mereka saling kenal, pikir Luna dalam benaknya.


Malam ini ceritanya tentang Adrian dan Tania

__ADS_1


Selamat membaca...


__ADS_2