
Flashback 5 tahun lalu…
“Jadi ini keputusan kamu, pergi ninggalin aku” tubuh Saga bergetar mendengar keinginan kekasihnya itu.
Tania Pricilla teman kuliah Saga sekaligus kekasinya. Mereka menjadi pasangan favorit ketika kuliah, banyak teman kuliah mereka beranggapan bahwa kisah cinta mereka akan berakhir sampai ke pelaminan, namun sayangnya itu semua tidak terjadi.
“Maafin aku Ga, kamu juga tahu kan ini keinginan terbesarku sejak dulu, aku tidak mau melepaskan kesempatan yang datang padaku begitu saja, tolong ngertiin aku Ga, kita juga masih bisa bersama walaupun berjauhan”
“Aku tidak percaya dengan hubungan jarak jauh”
“Kita bisa mencobanya, banyak pasangan lain bisa melewati hubungan jarak jauh dengan mulus, bahkan ada yang sampai menikah yang penting kepercayaan Ga” Tania bersikeras dengan keputusannya untuk pergi keluar negeri melanjutkan kuliah serta mengembangkan karirnya di bidang modeling.
“Terserah kalau itu sudah menjadi keputusan kamu, hubungan kita cukup sampai di sini” Saga meninggalkan Tania begitu saja.
Tania menangis setelah mendengar Saga memutuskan hubungan kasih dengannya, walaupun sebenarnya itu adalah hanyalah sebuah ancaman agar Tania tidak meninggalkan Saga.
Namun ancaman Saga bahkan tidak diindahkan oleh Tania, dia tetap dengan pendiriannya pergi keluar negeri melanjutkan kuliahnya dibidang modeling dan mengembangkan karirnya di sana.
Setelah kepergian Tania Saga menjadi orang yang berbeda, setiap hari kerjanya hanya mabuk-mabukkan dan mengunci diri di kamar, Saga sudah tidak peduli dengan kehidupannya, bahkan ia membiarkan perusahaan yang di
__ADS_1
tinggalkan ayahnya hampir bangkrut, Sonya berjuang mati-matian mengembalikan kehidupann Saga seperti semula, ia bahkan membawa Saga ke psikiater. Perlahan –lahan Saga sadar bahwa apa yang dilakukannya hanya akan menghancurkan hidupnya, melihat Sonya sebagai orang tua tunggal berjuang sendirian akhirnya Saga berubah, ia tak tega melihat mamahnya setiap hari menangis karena dirinya.
Saga mulai bangkit, berjuang membangun perusahaan ayahnya yang hampir bangkrut, berkat tangan dinginnya Perusahaan Group Jarvis akhirnya mencapai puncak kejayaan dan ia menjadi salah satu pengusaha muda yang paling berpengaruh hingga saat ini.
***
“Tania” nama yang keluar dari mulut Saga ketika ia di peluk oleh wanita yang ada di depannya, membuat Luna berhenti melangkahkan kakinya mendekati Saga yang hanya berjarak beberapa langkah dari tempatnya berdiri. Perasaan berkecamuk dalam benak Luna, apakah dia harus berjalan mendekati mereka atau membalikkan tubuhnya dan pergi meninggalkan mereka.
Luna mengambil napas dalam lalu menghembuskannya secara perlahan, ia meyakinkan dirinya untuk tetap berjalan maju menghadapi kenyataan yang ada di depannya.
“Mas Saga” Luna memanggil nama Saga sembari berjalan mendekat dengan mengulas senyum di bibirnya.
“Luna” tutur Saga yang langsung memundurkan badannya menjauh dari Tania.
“Siapa dia Ga?” tanya Tania, matanya terus menatap ke arah Luna.
“Dia Pa…”
“Aku Luna adiknya Mas Saga” potong Luna memperkenalkan dirinya, Saga terlihat kecewa ketika Luna memperkenalkan diri sebagai adiknya.
__ADS_1
“Sejak kapan kamu punya adik Ga?” tanya Tania heran sebab selama ini yang ia tahu Saga adalah anak tunggal.
“E…” Saga bahkan tidak sempat meloloskan kata-kata yang akan keluar dari mulutnya, lagi-lagi Luna memotongnya “intinya Tante Sonya menikah dengan ayahku otomatis aku menjadi adiknya Mas Saga” urai Luna menjelaskan.
“Jadi Tante Sonya udah nikah lagi?” tanya Tania yang di jawab dengan anggukkan kepala oleh Saga.
Tania kemudian berpamitan kepada Saga dan Luna, sebenarnya dia masih ingin mengobrol lebih lama dengan mereka namun karena ada pekerjaan yang tak bisa di tinggal akhirnya Tania pergi meniggalkan Saga Dan Luna yang masih menatapnya sampai ia tak terlihat lagi ditengah keramaian.
“Cantik banget” celetuk Luna membuat Saga menoleh ke arahnya.
Saga yang kesal karena Luna memperkenalkan diri sebagai adiknya, menarik tangan Luna dan membawanya menuju basement dimana mobilnya terparkir, kemudian mereka masuk ke dalam mobil.
“Kamu apa-apan sih Lun, aku mau ngenalin kamu sebagai pacar, kenapa malah kamu ngenalin diri sebagai adik” Saga meninggikan suaranya karena marah.
“Dengerin aku dulu Mas” Luna memegang tangan Saga berusaha meredakan amarah yang sedang bergejolak pada diri Saga.
“Kalau Tania ketemu Tante Sonya dan menanyakan tentang hubungan kita bagaimana? sedangkan Mas tahu Tante Sonya dan ayahku tidak tahu tentang hubungan kita, akan lebih baik kalau Tania tahunya kita hanya saudara” Luna menatap lekat manik mata Saga.
Saga mengusap wajahnya kasar dan memijit pelipisnya “sampai kapan Lun kita harus sembunyi-sembunyi kayak gini?” Saga menarik tangan Luna dan membawa tubuhnya ke dalam pelukannya. Luna terdiam dalam pelukan Saga dan tanpa terasa air matanya jatuh membasahi pipi mulusnya.
__ADS_1