
Di tempat lain, ada laki-laki yang sedang duduk dengan gelisah karena berulang kali menghubungi nomor ponsel pacarnya namun tak di respon sama sekali, ya Saga khawatir dengan Luna yang seharian tak memberinya kabar.
“Kamu kemana sih Lun, di teleponin nggak diangkat” pungkas Saga yang sedang duduk di balkon apartemennya, sesekali ia berdiri sambil mondar-mandir berjalan seperti setrikaan menunggu kabar dari Luna.
Setelah lama menunggu akhirnya gadis yang membuatnya gelisah kini menghubungi dirinya “dari tadi diteleponin nggak diangkat kamu lagi ngapain sih?” dengus Saga dari seberang telepon.
“Maaf Mas, ponselku ketinggaln di mobil” tutur Luna menjelaskan.
Kemudian ia menceritakan kepada Saga perihal yang dialami oleh sahabatnya itu, kini Saga mengerti kenapa seharian ini asisten pribadiya itu sering melamun dan kurang fokus dalam bekerja.
“Menurut Mas Saga gimana? Apa kita bantu mereka?” kata Luna yang meminta saran kepada Saga.
“Jangan Lun, kita nggak boleh ikut campur masalah pribadi mereka, kecuali kalau salah satu dari mereka meminta bantuan, baru kita memikirkan cara untuk bantu mereka” jelas Saga yang di balas dengan anggukkan kepala Luna
dari tempat lain.
“Terus kapan kalian pulang?”
“Nggak tahu, mungkin nunggu orang yang lagi patah hati minta pulang, baru nanti kita pulang”
“Aku susulin kamu kesana ya…?”
“Jangan Mas, takutnya kalau Cheryl liat kamu, entar dia jadi keinget lagi sama Mas Tommy”
“Apa hubungannya aku sama Tommy” Saga mengernyitkan keningnya.
__ADS_1
“Ya jelas ada hubungannya, udah ah aku tutup dulu teleponnya, mau liat Cheryl dulu soalnya tadi dia lagi di luar takutnya dia kabur terus lompat ke laut”
“Eh tunggu dulu” ucap Saga yang tak rela kalau teleponnya dimatikan begitu saja oleh pacarnya.
“Apa lagi Mas?” tanya Luna.
“Cium dulu dong” pinta Saga yang membuat Luna geleng-geleng kepala.
“Muaach” kemudian Luna menutup sambungan teleponya.
Saga menarik kedua sudut bibirnya tersenyum setelah mendapat ciuman Luna dari seberang telepon. Ia berdiri di balkon apartemennya sembari memandangi gedung-gedung pencakar langit yang berejejeran di sekitar apatemennya.
***
Terdengar suara bel berbunyi dari luar pintu apartemen milik Saga, ia berjalan ke arah pintu dan membukanya, terlihat Tommy berdiri diluar dengan wajah yang lesu, ia menyunggingkan senyum simpul ke arah laki-laki yang ada di depannya sambil memamerkan 1 botol minuman beralkohol yang di bawanya.
“Aku udah tahu Tom, Luna udah cerita semua sama aku” tutur Saga yang sedang berjalan ke arah Tommy kemudian meletakkan gelas dan es batu di atas meja.
“Tuan apa keputusan yang aku ambil ini benar” Tommy menatap wajah bosnya yang berdiri di depannya.
Saga lalu memposisikan dirinya duduk tidak jauh dari asistennya itu, kemudian ia mengulurkan tangannya membuka tutup botol minuman yang di bawa Tommy dan menuangkannya ke dalam gelas.
“Nih minum” Saga memberikan gelas yang sudah diisi minuman kepada Tommy.
Tommy mengambil gelas yang di berikan bosnya lalu meminumnya dalam satu tegukkan sampai habis tak tersisa, kemudian ia menuangkan lagi ke dalam gelasnya lalu meminumnya kembali.
__ADS_1
“Apa alasan kamu nolak Cheryl?” tanya Saga dengan raut wajah penasaran.
“Anda sendiri juga tahu, saya hanya seorang karyawan biasa dari keluarga sederhana, di banding dengan keluarga Cheryl saya tidak ada apa-apanya” sahut Tommy ia mengusap kasar wajahnya sendiri.
“Kenapa kamu jadi pengecut gini Tom, kamu bahkan sudah menyerah duluan sebelum bertanding” sindir Saga.
Tommy terdiam, ia menundukkan kepalanya “jadi sekarang saya harus gimana Tuan?” ia meminta saran pada bosnya.
“Bilang sejujurnya sama Cheryl tentang perasaan kamu, jangan sampai kamu menyesal kalau suatu saat nanti kamu melihat Cheryl dekat dengan laki-laki lain” tutur Saga, seperti sedang menakut-nakuti Tommy.
Tommy mendongakkan kepalanya setelah mendengar bosnya bicara, kemudian ia kembali meminum minuman yang mengandung alkohol sampai mabuk.
Keesokan paginya Tommy terbangun dari tidurnya dengan kepala yang pusing setelah minum-minum dengan bosnya, ternyata semalam ia menginap di apartemen Saga.
“Udah bangun” Saga keluar dari kamar dengan memakai celana pendek dan kaos pendek yang melekat di tubuhnya.
Tommy menganggukkan kepalanya, ia sendiri seperti masih bingung dengan apa yang terjadi padanya, Tommy celingak-celinguk melihat sekeliling mengedarkan pandangan “jadi saya ketiduran di tempat anda?”
“Bukan ketiduran, tapi kamu sendiri yang nggak mau pulang, padahal semalem aku mau nganterin kamu, tapi kamu malah nggak mau dan maksa tidur di sini pakai acara mohon-mohon lagi” ucap Saga panjang lebar menjelaskan
kelakuan asistennya yang sedang mabuk semalam.
Tommy tersenyum malu sambil menggaruk kepalanya walau tak gatal setelah mendengar ucapan bosnya tentang dirinya yang mabuk.
Tinggalkan jejak kalian di bawah
__ADS_1
Terima kasih 😊😘👌