
Di perusahaan...
Saga yang sedang duduk di kursi kerjanya terlihat sibuk mencorat-coret kertas yang ada di atas meja, entah apa
yang sedang di gambar oleh tangan Saga yang terlihat sangat terampil, hingga kedatangan Tommy pun tak di sadari oleh laki-laki yang hampir berumur 30 tahun itu.
“Tuan ini dokumennya” tutur Tommy yang sudah berdiri di hadapannya.
“Taruh di atas meja aja Tom” sahut Saga tanpa menatap Tommy, matanya tetap fokus dengan kertas yang ada di
depannya.
Tommy yang masih berdiri, merasa penasaran dengan apa yang sedang di kerjakan oleh bosnya itu, akhirnya ia dongakkan kepalanya untuk mencari tahu apa yang di gambar oleh atasannya. Saga yang sadar sedang di amati, lalu menghentikkan aktifitasnya, ia letakkan pensil yang sedang di pegangnya di atas meja sembari menutup kertas yang ada di depannya dengan kedua tangan.
“Tom” seru Saga , matanya menatap Tommy seraya menggoyangkan tangan kanannya menyuruh Tommy untuk keluar
“Eh iya Tuan, kalau gitu saya permisi” senyum canggung Tommy terlihat di kedua sudut bibirnya, lalu ia mengayunkan kakinya keluar dari ruangan Saga.
Saga melanjutkan kembali apa yang sedang di kerjakannya, beberapa menit kemudian akhirnya ia berhasil menyelesaikan, matanya menatap gambar yang dibuatnya sembari tersenyum, sepertinya ia puas dengan hasil karyanya, kemudian Ia beranjak dari duduknya dan keluar ruangan, saat akan memasuki lift langkahnya terhenti ketika Tommy memanggilnya.
“Tuan, anda mau kemana?”
“Aku ada urusan sebentar Tom”
Lalu Saga melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift sembari melambaikan tangan ke arah Tommy, bibirnya terus
saja menyunggingkan senyum membuat asistennya itu bingung.
“Ada apa dengan Tuan Saga” suara Tommy lirih lalu ia pergi mengerjakan tugasnya kembali.
__ADS_1
Setelah sampai di basement Saga segera masuk ke dalam mobil, sebelum melajukannya ia merogoh ponsel yang ia taruh di saku jasnya, lalu menghubungi Luna agar gadis itu datang ke perusahaannya sore hari di karenakan ia sendiri akan keluar. Belum sempat Luna menanyakan kenapa, Saga lebih dulu menutup sambungan teleponnya.
Di kampus...
Ada apa Lun” tanya Cheryl yang duduk di samping Luna, ia melihat wajah sahabatnya terlihat bingung.
“Tau nih Mas Saga, semalem dia minta gue ke Perusahaanya buat makan siang bareng, eh barusan telepon katanya entar sore aja datengnya” keluh Luna yang kesal.
“Mungkin Mas Saga masih ada kerjaan kali” Cheryl yang berusaha menenangkan sahabatnya.
Di sela-sela pembicaraanya, Cheryl juga menanyakan bagaimana masalah perjodohan sahabatnya itu dengan
Adrian. Luna memberitahu bahwa perjodohan itu telah di batalkan oleh ayahnya sendiri, Cheryl cukup terkejut mendengarnya.
“Wah kayaknya bentar lagi ada yang mau nikah sama Mas Saga nih” goda Cheryl pada Luna.
Namun respon Luna di luar dugaan, bukannya senang gadis cantik itu malah menghela napas panjang dengan wajah yang kecut, Cheryl yang melihatnya merasa heran.
“Walaupun perjodohannya batal tapi ayah belum merestui hubungan gue sama Mas Saga”
“Kok bisa!” pekik Cheryl dengan mengangkat kedua alisnya.
“Ayah belum percaya sama Mas Saga, lo tahu sendiri kan, laki-laki kayak dia pasti banyak yang mau”
“Tapi gue nggak tuh” celetuk Cheryl sembari tersenyum.
“Yah karena yang keliatan di mata lo cuma Mas Tommy doang”
Luna dan Cheryl saling beradu pandang dan kemudian tertawa terbahak-bahak hingga menjadi pusat perhatian
__ADS_1
mahasiswa yang lain.
***
Saga sampai di sebuah Mall yang ada di pusat kota, setelah memarkirkan mobilnya ia kemudian turun dan berjalan masuk ke dalam, langkahnya terhenti di depan sebuah toko, lalu Saga masuk ke dalam dan di sambut ramah oleh
karyawan toko tersebut. Setelah banyak pertanyaan yang Saga ajukan, ia menyerahkan secarik kertas kepada karyawan itu.
“Wah desain yang bagus dan indah” kata karyawan toko tersebut memuji hasil karya buatan Saga.
Saga hanya tersenyum mendengar pujian yang di alamatkan pada desain gambarnya, ia pun meminta agar benda yang di pesannya bisa selesai tepat waktu sesuai jadwal yang ia inginkan, Karyawan itu pun memastikan untuk tidak mengkhawatirkan masalah itu.
Saga keluar dengan perasaan senang, ia segera kembali ke perusahaanya agar bisa cepat bertemu dengan Luna.
Setibanya di kantor, saat ia memasuki ruang kerjanya terlihat gadis yang di cintainya sudah berada di dalam sedang berdiri di sisi dinding yang terbuat dari kaca sembari menatap ke arah luar.
“Udah lama nunggunya” tutur Saga seraya berjalan mendekati Luna.
Luna menengok kebelakang “udah dari setahun yang lalu” celetuknya dengan ekspresi datar di wajahnya.
Saga tersenyum lalu menarik tubuh Luna hingga jatuh ke dalam pelukannya “bisa aja kamu” tutur Saga, tangannya
mencolek hidung mancung pacarnya itu.
“Mas Saga udah makan siang?”
“Ah...aku lupa Lun, kamu bawain aku makanan nggak?”
Luna melepaskan pelukan Saga, lalu ia berjalan ke arah meja dan mengambil bungkusan plastik yang ia letakkan
__ADS_1
di atasnya kemudian mengudarakan tangannya menunjukkan bungkusan tersebut pada Saga.
"Ternyata aku nggak salah milih kamu jadi pacar aku, coba aja dari dulu aku ketemu sama kamu" seloroh Saga yang di respon dengan wajah datar oleh Luna.