
Saga dan Luna akhirnya tiba di apartemen setelah menempuh beberapa jam perjalanan dari villa, namun Saga tak mengantarkan Luna ke rumah orang tuanya ia malah membawa gadis itu ke apartemen miliknya.
Luna langsung menuju kamar setelah memasuki apartemen, ia berjalan ke kamar mandi dan menanggalkan semua pakaiannya untuk membersihkan diri.
“Segarnya” ucap gadis itu saat air dari shower membasahi seluruh tubuhnya.
Setelah beberapa menit Luna keluar dari kamar mandi, ketika ia membuka pintu gadis itu mendapati kekasihya sedang berbaring di atas ranjang, Luna berjalan mendekati Saga dan duduk di tepi ranjang sembari menatap wajah laki-laki itu yang sedang tertidur pulas. Dengan lembut Luna membelai rambut Saga.
“Kasian Mas Saga pasti kecapean” suara lirih Luna terdengar merdu di telinga Saga, namun laki-laki itu tetap memejamkan mata, ia sebenarnya tak benar-benar tertidur.
Tak ingin mengganggu waktu istirahat Saga, gadis itu bangkit dari duduknya dan berjalan keluar kamar menuju balkon, ia berdiri di sisi pagar mengedarkan pandangan matanya menatap jauh ke depan sembari bersenandung.
Luna terkejut saat Saga tiba-tiba memeluknya dari belakang “lagi nyanyi apa sih” ucap laki-laki itu sembari menjatuhkan kepalanya ke bahu Luna.
Luna memiringkan kepalanya menyender ke kepala Saga yang ada di bahunya, ia tak menjawab pertanyaan Saga namun malah ia balik bertanya kepada kekasihnya itu.
“Kok Mas Saga bangun?”
“Nggak ada yang ngelonin, jadi aku bangun deh”
__ADS_1
Luna memutar bola matanya malas mendengar ocehan Saga, bila sudah membuka mulutnya dia selalu mengutarakannya dengan gurauan, namun itu juga yang membuat Luna jatuh cinta dengan Saga.
***
Satu minggu kemudian Wyman dan Sonya menemui keluarga besar mereka untuk memberitahu rencana lamaran Luna dan Saga yang akan dilaksanakan bulan depan. Banyak perdebatan yang terjadi ketika Wyman membicarakan rencana itu dengan saudara dan para tetua. Mereka beranggapan bahwa kenapa anaknya Wyman harus menjalin hubungan dengan saudara sendiri, apa nggak ada orang lain lagi di dunia ini, yah walaupun mereka tak punya hubungan darah, tapi bukannya lebih baik menikah dengan orang lain saja.
Disini Wyman hanya mendengarkan pendapat mereka, ia pun tak peduli dengan omongan keluarga besarnya tentang Luna dan Saga, ia hanya ingin membagikan kabar gembira agar keluarganya juga bisa ikut menyaksikan kebahagiaan dirinya dan juga Sonya.
“Kenapa Luna selalu beruntung, dia lahir dari keluarga berada dan kini dia juga akan menikah dengan seorang laki-laki yang luar biasa” keluhan sepupu Luna yang bernama Maya kepada ibunya.
“Berarti kamu harus banyak belajar dari Luna, kamu bisa tanya sama sepupu kamu itu, cara menggaet laki-laki seperti Saga” Ucap ibunya Maya yang bernama Tari.
“Kalau gitu aku mau main ke tempat Luna udah lama juga aku nggak ketemu sama dia, siapa tahu bisa ketemu juga sama Saga Ganendra” bicaranya Maya seraya memiringkan sudut bibirnya.
Benar saja tiga hari kemudian Maya datang berkunjung ke rumah Luna, ia datang seorang diri dengan mengendarai mobil kesayangannya, sebenarnya Luna sendiri tak menyukai sepupunya itu mengingat sifatnya yang selalu iri pada dirinya.
“Lun apa kabar, udah lama ya kita nggak ketemu” ucap Maya saat sampai di rumah sepupunya itu dengan senyum lebar yang menghiasi bibirnya.
“Iya udah lama kita nggak ketemu, tumben banget kamu main kesini” celetuk Luna dingin.
__ADS_1
“Pengen main aja, sekalian mau ngucapin selamat, kata Om Wyman kamu mau di lamar ya sama kakak tiri kamu itu”
“Udah di lamar kok, acara itu cuma buat ngeresmiin lamarannya aja” Luna berbicara sembari memamerkan cincin yang di berikan Saga padanya.
Melihat cincin yang melingkar di jari manis sepupunya, wajah Maya langsung berubah masam, ia tak habis pikir kenapa seorang Saga Ganendra bisa menyukai gadis biasa seperti Luna.
Saat Luna dan Maya sedang mengobrol datanglah sebuah mobil berwarna hitam metalik berhenti di depan rumah Luna yang tidak lain adalah mobil milik Saga. Laki-laki itu turun dari mobil dengan gagahnya, ia memakai celana jeans panjang dan kaos yang ditutupi dengan jaket hoodie terlihat sangat ganteng dengan gaya rambut yang acak-acakkan.
Saga menyunggingkan senyum manis saat berjalan menghampiri kekasihnya itu, ia langsung mencium kening Luna saat dirinya sudah berada di depan gadis cantik itu.
“Kok Mas Saga kesini?” tanya Luna yang heran karena Saga tak memberitahukannya terlebih dulu.
“Kangen sama kamu” sahut Saga sambil mencubit pipi Luna.
Maya menatap Saga tanpa berkedip, lalu dengan pedenya menyapa Saga mengajaknya berkenalan dengan mengulurkan tangannya.
“Hai Mas Saga kenalin, aku Maya sepupunya Luna” Senyum menggoda ia perlihatkan pada Saga.
Saga tersenyum dan membalas uluran tangan Maya, hanya kata “ooh” yang keluar dari mulutnya setelah itu ia tak menghiraukan gadis yang sedang berusaha menggodanya itu, Saga malah mengajak Luna masuk ke dalam rumah dan meninggalkan Maya begitu saja. Kesal karena sikap dingin Saga, Maya lalu mengikuti Luna dan Saga masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Ujian cinta Luna dan Saga datang lagi teman-teman gimana kelanjutannya ya...
selamat membaca 😉