DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 28


__ADS_3

Luna mengubah posisinya berdiri dan mendekati Saga “pasti ini ide kamu kan Mas?”


Saga hanya tersenyum lalu menyuruh Luna untuk membersihkan badannya. Ia sendiri berjalan menuju dapur untuk membuat makan malam.


Luna baru tersadar setelah membersihkan diri kalau tidak ada baju untuknya ganti, dengan memakai sehelai handuk yang melekat di tubuhnya Luna melangkahkan kakinya mengendap-endap keluar dari kamar mandi menuju lemari pakaian Saga.


Tangannya mulai memilah dan memilih baju mana yang bisa ia kenakan, akhirnya pilihannya jatuh pada kaos lengan pendek berwarna biru langit, ketika Luna memakainya, terlihat seperti memakai mini dress.


Saga yang tengah sibuk memasak di dapur terkesima ketika melihat Luna keluar dari kamarnya memakai kaos miliknya yang membuat jakunnya naik turun tidak beraturan, jantungnya mulai berdesir dan kedua matanya membulat sempurna menatap gadis cantik yang ada di hadapannya.


Luna terlihat risih saat melihat Saga yang menatapnya seperti serigala lapar yang siap menerkam mangsanya kapan saja.


“Ngapain sih lihatnya gitu banget”


Saga tersenyum smirik “kamu sadar nggak sih, gara-gara kamu adekku yang tadinya tidur pulas mendadak bangun” seloroh Saga.


“Hah” Luna tertegun, lalu menggaruk kepalanya dan menyatukan kedua alisnya, tak mengerti dengan apa yang di katakan oleh kakaknya itu.


***


Sementara di tempat lain, di dalam sebuah kamar yang besar, seorang gadis tengah berkali-kali membolak-balikkan badannya di atas ranjang, gadis itu tidak lain adalah Cheryl.


“Telepon, nggak!”


“Telepon, nggak!”


“Telepon, nggak!”

__ADS_1


“Arrrgh telepon nggak ya, kira-kira kalau gue telepon bakalan di angkat nggak sama Mas Tommy?” begitulah yang ada di benak seorang Cheryl Anastasia yang sedari tadi menatap layar ponselnya.


Kemudian ia bangkit dan mengambil posisi duduk di atas ranjang dengan menyilangkan kedua kakinya “bodo amat mau di angkat atau nggak yang penting gue coba dulu” pungkas Cheryl.


Ia pun sibuk men-scrool layar pada ponselnya mencari nomor telepon Tommy dan kemudian menekan tombol hijau.


“Halo Cher” terdengar suara laki-laki dari seberang telepon.


Cheryl tersenyum bahagia karena Tommy mengangkat panggilan telepon darinya, jantungnya mulai berdegup kencang dan berdenyut tidak beraturan.


“Halo Mas Tom, maaf ganggu, eee… lagi ngapain?”


“Lagi duduk santai sambil nonton tv” sahut Tommy.


“Emmm, besok ada waktu nggak?” aku pengen ketemu” ucap Cheryl penuh harap, ini adalah salah satu cara yang dilakukan Cheryl agar bisa lebih dekat dengan Tommy.


Tommy mengangkat kedua alisnya “emang ada apa Cher?”


Tommy terdiam ia tak menyahuti perkataan Cheryl, di seberang telepon Cheryl yang sedang menunggu jawaban Tommy mulai gelisah dia meyakini bahwa Tommy tidak bersedia untuk bertemu dengannya.


Cheryl menghela napas pelan dan memejamkan matanya sejenak “kalau Mas nggak bisa, juga nggak apa-apa kok?” sudut bibirnya terangkat dan tersenyum kecut.


“Udah dulu ya Mas, aku mau ngerjain tugas kuliah” imbuh Cheryl lagi. Saat ia akan menutup teleponnya, tiba-tiba Tommy bicara “tunggu Cher, besok mau ketemu jam berapa?”


Deg


Cheryl tertegun, senyum mengembang di sudut bibirnya “jam makan siang gimana?”

__ADS_1


“Boleh” sahut Tommy.


“Nanti aku kirim lokasinya lewat pesan” pungkas Cheryl yang kemudian langsung menutup sambungan teleponnya.


“Yes, yes” Cheryl bangkit dan berdiri di atas ranjang sembari menggoyang-goyangkan badannya membuat ranjangnya bergetar serasa ada gempa yang mengguncang kamarnya.


Di apartemen Saga


Saga dan Luna duduk di ruang makan, mereka menyantap makan malam yang di buat oleh Saga sendiri, tak ada obrolan yang terjadi selama mereka makan hanya suara dentingan sendok dan garpu yang saling beradu dengan


piring.


“Ehem…ehem…Saga mencoba menetralisir suasana agar tak canggung “kamu ntar tidur di kamar aku aja Lun”


Mendengar perkataan Saga, Luna yang tadinya menundukkan kepalanya mulai menengadah dan menatap Saga “nggak usah Mas aku tidur di sofa depan aja” ujarnya sembari menyendokkan nasi ke dalam mulutnya.


“Tapi Lun…”


“Mas Saga kan habis sakit nggak baik tidur di sofa” tegas Luna


Saga yang tidak mau berdebat akhirnya membiarkan adik tirinya melakukan seperti yang dia inginkan.


Pukul 23.00 Saga yang sedari tadi tak bisa memejamkan matanya akhirnya beranjak dari ranjang dan melangkahkan kakinya keluar kamar untuk memeriksa Luna yang tidur di sofa.


Ia menatap lekat wajah adiknya yang tertidur  pulas meringkuk seperti anak kucing yang kedinginan, lalu mengulurkan tangannya dan mengusap puncak kepala adiknya dengan lembut.


Selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan buat para readers yang menjalankannya. Semoga puasanya lancar Aamiin.

__ADS_1


jangan lupa kasih like dan komennya yaaah


Terima kasih.


__ADS_2