
“Kita cari restoran lain ja Cher” Luna mengajak Cheryl meninggalkan restoran tersebut, namun saat ia membalikkan badan tanpa sengaja ada seorang pelayan yang sedang membawa minuman menabrak tubuhnya.
Braak
Minuman yang di bawa pelayan itu tumpah mengenai baju yang di pakai Luna, para pengunjung restoran tersebut mengarahkan pandangannya ke arah perempuan yang bajunya kotor terkena tumpahan minuman termasuk Saga dan Tania.
“Itu kan Luna” ucap Tania sembari jarinya menunjuk ke arah Luna, Saga mengarahkan pandangan matanya ke arah yang di tunjuk Tania, ia sangat terkejut ketika melihat Luna yang sedang berdiri di dekat pintu masuk restoran.
“Maaf saya nggak sengaja, bajunya mba jadi kotor” tutur pelayan yang menabrak Luna.
“Nggak apa-apa kok ini bisa di bersihin” Luna mengambil tisu yang berada di atas meja dan mengusap bajunya yang terkena minuman sembari menyunggingkan senyum di bibirnya menatap pelayan yang wajahnya terlihat ketakutan.
Luna menepuk pundak pelayan itu, sekali lagi Luna mengatakan bahwa dirinya tidak apa-apa agar pelayan itu tidak merasa bersalah, kemudian Luna menarik tangan Cheryl dan mengajaknya keluar meninggalkan restoran tersebut.
Melihat Luna keluar dari restoran Saga beranjak dari duduknya dan mengejar Luna diikuti Tania di belakangnya.
“Tunggu aku Ga” tutur Tania yang tidak bisa mengimbangi jalan Saga yang cepat, namun Saga tetap berjalan tanpa mengindahkan Tania di belakangnya.
“Luna” panggil Saga, Luna berhenti diikuti Cheryl yang berada di sampingnya, namun ia tidak langsung membalikkan badannya, untuk sejenak ia berdiri mengatur napasnya, mengatur hati dan pikirannya agar bisa menghadapi Saga.
Dirasa sudah cukup tenang Luna membalikkan badannya lagi-lagi ia menyunggingkan seulas senyum ketika melihat Saga yang kini hanya berjarak dua langkah dari tempatnya berdiri.
__ADS_1
“Eh Mas Saga” ucap Luna dengan senyum yang masih mengembang di bibirnya.
“Lun aku…” Belum sempat Saga meloloskan kata-kata dari bibirnya, Tania datang dan memegang lengan Saga.
“Ga kamu jalannya cepet banget sih” Tania terlihat kelelahan mengejar Saga.
Mata Luna melirik ke arah tangan Tania yang sedang memegang lengan kekasihnya itu, Saga yang tersadar dengan tatapan Luna mengarah kemana, ia langsung melepaskan tangan Tania yang memegang lengannya.
“Nggak nyangka ya kita ketemu di sini” tutur Luna mencairkan suasana agar tidak canggung.
Saga menatap lekat manik mata Luna ia merasa bersalah karena bertemu dengan Tania tanpa memberitahukan kepadanya. Walaupun Luna menampakakan wajah yang biasa saja tapi dari tatapan matanya terlihat jelas kekecewaan yang ia pendam.
“Iya Ka Tania” sahut Luna.
“Ayo Lun kita pulang” ajak Cheryl yang tidak mau berlama-lama berada di antara Luna, Saga dan juga Tania membuat napasnya terasa sesak, apalagi melihat sahabatnya yang menunjukan wajah tenang ketika melihat kekasihnya dengan perempuan lain, seandainya dia adalah Luna mungkin Cheryl sudah menampar wajah Saga.
Luna menoleh dan menganggukkan kepalanya “ayo” sahut Luna.
Saat mereka akan membalikkan badan terdengar suara berat laki-laki yang baru keluar dari lift memanggil nama mereka “Luna, Cheryl” panggilnya dengan suara lantang.
Luna dan Cheryl menoleh bersamaan ke arah sumber suara tersebut “Ka Adrian” ucap mereka kompak.
__ADS_1
Adrian berjalan mendekat menghampiri mereka, ia tersenyum dan menundukkan sedikit kepalanya ketika melihat Saga dan Tania.
Ka Adrian habis darimana?” tanya Cheryl yang tidak menyangka akan bertemu dengan kakak kelas sekaligus dosennya di Mall.
“Dari toko buku” sahut Adrian sembari menunjukkan barang bawaannya.
“Oh iya ka kenalin, ini Mas Saga dan yang di sebelahnya Ka Tania” Luna memperkenalkan Saga dan Tania kepada Adrian, terlihat jelas dari tatapan mata Saga rasa tidak sukanya kepada Adrian selain mereka pernah bertemu
di klub Primary House, Saga juga tahu bahwa Luna dekat dengan kakak kelasnya itu.
Adrian mengulurkan tangannya kepada Saga juga Tania dan di balas dengan uluran tangan dari mereka.
“Kalian mau pulang?” tanya Adrian.
“Iya ka” jawab Luna singkat.
Entah darimana datangnya, tiba-tiba Cheryl mempunyai ide untuk membalas perbuatan Saga yang pergi diam-diam dengan mantan kekasihnya, Cheryl meminta Adrian untuk mengantar Luna pulang. Karena Cheryl tahu Saga cemburu bila Luna dekat-dekat dengan Adrian. Luna terkejut ketika Cheryl menyuruhnya untuk ikut mobil Adrian ia berujar bahwa papahnya menyuruh Cheryl untuk cepat pulang. Padahal Luna tahu kalau Cheryl sedang berbohong.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dibawah 😉😊
Terima Kasih
__ADS_1