
Luan dan Cheryl berjalan ke toko buku yang tempatnya tidak jauh dari kampus, setelah mendapatkan buku yang di butuhkan, mereka langsung menuju kasir untuk membayarnya, ketika Luna mengambil dompet di dalam tasnya,
ia menyibakkan rambutnya yang teruari dan tak sengaja Cheryl melihat tanda merah di tengkuk leher Luna.
Matanya membulat sempurna, mulutnya ternganga lebar tidak percaya dengan apa yang di lihatnya, setelah keluar dari toko buku, Cheryl menarik tangan Luna dan membawanya masuk ke kafe yang jaraknya tidak jauh dari toko buku yang mereka datangi sebelumnya.
“Ngapain kita masuk ke sini?” Luna heran tiba-tiba Cheryl membawanya masuk ke dalam kafe.
“Dah sana lo nyari tempat duduk, biar gue yang pesen minumnya”
Tak berselang lama Cheryl datang dengan membawa dua cup minuman dingin, Ice Mocha Macchiato dan yang satunya lagi Ice Americano, lalu meletakkannya di atas meja. Cheryl memposisikan dirinya duduk dan menatap lekat wajah Luna.
“Lun ada yang mau gue tanyain, gue harap lo ngomong jujur” Cheryl memperlihatkan tampang wajah serius, membuat Luna mengernyitkan dahinya.
“Ada hubungan apa lo sama Mas Saga? Gue liat ada tanda merah di tengkuk leher lo” cecar Cheryl to the point.
“Uhuk…Uhuk Luna tersedak minuman yang di seruputnya, ia mengedarkan pandangan tak berani menatap Cheryl.
“Nggak ada apa-apa kok” Luna panik wajahnya mulai kelihatan pucat.
__ADS_1
“Kita berteman udah lama Lun, gue tahu kalau sekarang lo lagi bohong” ujar Cheryl.
Luna menghela napas kasar, ia tahu tak bisa menyembunyikan apa pun dari sahabatnya itu.
“Gue…Gue…Gue jadian sama Mas Saga”.
“Apa!" Teriak Cheryl dengan suara lantang membuat para pengunjung kafe yang lain menatap ke arah mereka.
“Gue nggak salah denger, lo sama Mas Saga?” Cheryl menggelengkan kepalanya tak percaya dengan apa yang di dengarnya.
Kemudian Luna menceritakan semuanya kepada Cheryl dari awal mereka pertama kali bertemu hingga sampai mereka menjalin hubungan asmara.
Luna menggangguk pelan, ia sebenarnya malu dengan Cheryl.
“Luna…Luna gue nggak nyangka lo sama Mas Saga gue kira lo bakal sama Ka Adrian, secara gitu, dari dulu lo suka sama Ka Adrian”.
“Awalnya gue mikir juga gitu setelah ketemu Ka Adrian lagi, tapi ternyata…” Luna tak lagi melanjutkan omongannya ia terdiam matanya terus saja menatap keluar melihat kendaraan yang melintas di jalanan.
Cheryl mengerti tentang apa yang di pikirkan Luna, sebagai sahabatnya ia selalu mendukung apa pun keputusan yang di ambil oleh gadis cantik berhidung mancung itu.
__ADS_1
Menjelang malam, Luna kembali ke rumah dengan perasaan lega setelah menceritakan semuanya kepada Cheryl, ketika kakinya akan menaiki tangga, karena penciumannya yang tajam ia bisa merasakan aroma masakan yang sangat kuat “baunya enak” desisnya, kemudian ia membalikkan badannya dan berjalan menuju ruang makan, terlihat Bik Idah dan Tante Sonya sedang sibuk menyiapkan makanan di atas meja makan.
“Mau ada tamu ya Tante kok masaknya banyak banget” Luna menatap makanan yang tersaji begitu banyak di meja makan ada berbagai macam lauk yang menggugah seleranya.
“Iya sayang kita kedatangan tamu penting” sahut Sonya, tangannya masih sibuk dengan menata makanan di meja makan.
“Dah sana sekarang mendingan kamu naik ke atas, terus mandi, ganti baju, soalnya bau” kelakar Sonya membuat Bik Idah yang sedang berada di sampingnya tertawa.
Luna menciumi aroma badannya sendiri, kemudian tersenyum malu “iya Tante emang bau” kemudian Luna melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamarya.
Sementara Saga sendiri sudah bersiap berangkat ke rumah mamahnya, mengenakan pakaian dengan gaya casual, ia menuruni lift menuju basement dimana mobil berwarna hitam metalik miliknya terparkir.
Belum lama Saga mengemudikan mobilnya keluar gedung apartemen, dari kaca spion ia melihat ada sebuah mobil berwarna putih mengikutinya dari belakang, kemudian Saga mempercepat laju kendaraannya, tersadar mobil yang diikutinya menambah kecepatan, mobil berwarna putih tersebut ikut menambah kecepatan hingga jarak mereka tidak terlampau jauh.
Saga menambah kecepatan mobilnya, hingga ada sebuah truk melintas di pertigaan jalan membuat Saga terkejut dan tak dapat mengendalikan laju mobil yang di kendarai, ia membanting stir mobil ke sebelah kiri jalan dan “braaak” mobil Saga menabrak sebuah pohon yang berada di sisi tepi jalan.
Mobil berwarna putih yang mengikutinya tadi kemudian pergi setelah melihat mobil yang dikemudikan Saga mengalami kecelakaan. Orang-orang yang berada di sekitar lokasi kecelakaan berhamburan menghampiri mobil Saga.
Bagaimana nasib Saga? dia selamat atau....
__ADS_1
nantikan kisah selanjutnya...😉