DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 89


__ADS_3

Tommy masuk ke ruangan Saga sesaat setelah mendapat panggilan dari bosnya, awalnya ia ragu masuk ke dalam


karena takut mengganggu waktu barharga milik atasannya dengan pacarnya itu. Tommy berdiri di dekat Saga seperti tentara yang sedang di hukum.


“Nggak usah tegang gitu Mas” goda Luna kepada Tommy dengan menyunggingkan senyum.


Saga yang melihatnya tidak senang “nggak usah senyum-senyum gitu sama Tommy” tutur Saga dengan wajah cemberut lalu ia mendongakkan kepalanya menatap Tommy.


Tommy yang menjadi sasaran kecemburuan bosnya hanya geleng-geleng kepala sambil menahan tawa. Luna memberikan satu bungkusan yang di bawanya pada Tommy, ia bilang kalau itu titipan dari Cheryl. Tommy melebarkan matanya, ia seperti tidak percya dengan apa yang di dengarnya.


“Terima kasih” ucap Tommy setelah memegang bungkusan itu.


“Ngucapin terima kasihnya jangan ke aku Mas Tom, bilang langsung ke orangnya” goda Luna yang di barengi tawa


Saga membuat laki-laki yang  ke gantengannya tidak jauh berbeda dengan Saga tersenyum malu.


Tommy pun pamitan keluar untuk menikmati makanan yang baru saja di bawanya, ia berjalan ke arah pantry dan


mendudukkan tubuhnya di sebuah kursi. Lagi-lagi senyum mengembang di bibirnya setelah membuka bungkusan dan melihat isi di dalamnya adalah makanan kesukaan dirinya. Tommy memakannya dengan lahap sembari memikirkan gadis yang menitipkan makanan ini pada Luna.

__ADS_1


Selesai makan, awalnya Luna berpamitan pulang pada Saga, namun ketika membuka pintu pas sekali matanya


melihat gadis yang tidak di sukainya yaitu Tania sudah berdiri di depan pintu hendak masuk ke dalam, melihat mantan pacarnya Saga datang, Luna pun mengurungkan niatnya untuk pulang, dalam pikirannya entah ada urusan apalagi Tania datang ke perusahaan Saga.


“Siapa Lun?” tanya Saga yang sedang duduk di kursi kebesarannya.


Tania langsung menerobos masuk ke dalam melewati Luna yang berdiri di depan pintu, model cantik itu bahkan dengan sengaja menabrakkan tubuhnya ke tubuh Luna hingga tubuh Luna sedikit gontai. Luna sendiri hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan mantan pacar kekasihnya itu.


“Ngapain kamu ke sini?” tanya Saga yang beranjak dari duduknya.


“Kenapa Ga? Emang nggak boleh kalau aku pengen ketemu kamu” sahut Tania sembari mendudukkan tubuhnya di sofa.


ketus.


Luna yang masih berdiri di depan pintu mengamati mereka berdua, namun tatapannya Lurus tajam ke arah Saga yang sedang berdiri dengan menyenderkan pantatnya di meja kerja.


“Tutup pintunya Lun” titah Saga lalu ia menyuruh Luna untuk berdiri di sampingnya.


Tania menatap Luna yang sedang berjalan ke arah Saga, ia tidak senang melihat Luna yang masih bersama dengan Saga padahal gadis itu sudah di jodohkan dengan laki-laki lain. Apa sih yang menarik dari Luna hingga membuat laki-laki yang dulu di cintainya begitu tergila-gila bahkan ia rela jadi selingkuhannya jika Luna menjadi istri orang.

__ADS_1


“Apa kamu nggak malu Lun, udah di jodohin sama laki-laki lain tapi masih tetep dekat sama Saga, gimana yah kalau calon kamu itu tahu?” celetuk Tania yang di respon senyuman sinis oleh Luna.


“Apa Kak Tania nggak malu, mantan pacar udah punya pasangan tapi tetep masih usaha buat di deketin juga, udah di tolak pula” balas Luna, Saga yang berdiri di samping pacarnya itu tersenyum dan menatap wajah Luna yang terlihat julid memandang Tania.


Tania kemudian beranjak dari duduknya kemudian menghampiri Saga dan juga Luna “aku pastiin kalian berdua


nggak akan pernah bahagia” tuturnya sambil membalikkan badan dan keluar dari ruang kerja Saga.


Luna yang masih berdiri di samping pacarnya menoleh ke arah Saga seraya berkata “mantan kamu tuh Mas, bener-bener deh, udah ah aku mau pulang” kemudian Luna melangkahkan kakinya berjalan keluar, namun baru beberapa langkah Saga menghentikkan Luna dengan menarik tangannya.


“Pulang ke tempat aku” pinta Saga, ia lalu menyambar jas yang di letakkan di kursi, kemudian berjalan beriringan dengan Luna keluar dari ruang kerjanya. Ketika sedang menunggu pintu lift terbuka Saga melihat Tommy yang sedang berjalan ke arahnya. Luna dan Saga saling baradu pandang dan tersenyum saat Tommy berada tepat di depan mereka. Tommy yang sadar sedang di perhatikan terlihat grogi.


“Kenapa mereka ngeliatin aku kayak gitu” batin Tommy.


“Gimana Mas Tom enak nggak makanannya?” tanya Luna yang menggoda asisten pacarnya itu.


Tommy tersenyum malu sembari menganggukkan kepalanya, pintu lift pun terbuka mereka melangkahkan kakinya


masuk ke dalam, setelah beberapa saat mereka sampai di lantai paling bawah tempat parkiran mobil, Saga membukakan pintu mobil untuk Luna dan memasangkan safetybelt ketika Luna sudah duduk di kursi samping kemudi. Melihat kelakuan bosnya yang begitu perhatian dengan pacarnya membuat Tommy tersenyum di sertai bayangan Cheryl yang tiba-tiba muncul dalam pikirannya.

__ADS_1


“Apa sih yang gue pikirin” gumam Tommy lirih sembari mengudarakan tangannya memukul kepalanya sendiri kemudian ia masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang kemudi, lalu melajukan mobilnya keluar dari basement perusahaan


__ADS_2