
Hari pernikahan Saga dan Luna akhirnya tiba, Luna terlihat sangat cantik dengan balutan busana pengantin berwarna putih, ia berjalan menghampiri Saga yang sudah menunggunya. Mata Saga tak berkedip saat malihat calon istrinya itu, tak hanya Saga saja semua orang yang menghadiri acara pernikahan itu pun tak berkedip melihat sang mempelai perempuan yang terlihat sangat cantik.
“Luna cantik banget” tutur Cheryl menatap lurus melihat sahabatnya yang terlihat berbeda saat ia mengenakan baju pengantin.
Tommy yang duduk di samping Cheryl menoleh memandang wajah gadis itu “kamu juga pasti cantik kalau nanti pakai baju pengantin” tutur Tommy yang membuat wajah Cheryl tersipu malu.
“Iih apaan sih Mas Tommy” timpal Cheryl seraya menepuk lengan kekasihnya itu.
Luna menghela napas panjang setelah berhasil duduk di samping calon suaminya, gadis itu menatap tangan Saga yang terlihat gemetaran, calon mempelai pria merasakan jantungnya berdetak kencang dan hatinya berdebar-debar tidak karuan, wajahnya terlihat tegang membuat Luna tersenyum karena ia tak pernah melihat Saga seperti
itu, gadis itu menggenggam tangan Saga berusaha menenangkan agar Ia tak merasa gugup. Saga pun merespon dengan ikut menggenggam tangan Luna namun pandangannya tetap tertuju pada penghulu yang akan menikahkan mereka.
Akhirnya saat yang paling sakral pun tiba, dengan lantang Saga mengucapkan janji suci pernikahan atas nama Tuhan di hadapan penghulu dengan sekali tarikan napas. Setelah penghulu itu mengucapkan kata sah diikuti oleh tamu undangan yang hadir membuat Saga merasa lega, ia tak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur dalam
hatinya. Detik ini juga Luna telah sah jadi istrinya, senyum terus mengembang dari kedua sudut bibir laki-laki itu.
Luna kemudian mencium tangan Saga atas arahan dari penghulu, lalu Saga membalas dengan kecupan di kening Luna.
“Akhirnya kamu jadi milik aku” ucap Saga setengah berbisik ditelinga istrinya itu. Luna terlihat malu-malu setelah mendengar ucapan Saga.
__ADS_1
Acara pernikahan yang diadakan di rumah Wyman terlihat santai, karena tak banyak tamu yang di undang hanya keluarga dan orang-orang terdekat mereka saja. Cheryl dan Tommy beranjak dari duduknya mereka menghampiri kedua mempelai untuk mengucapkan selamat.
“Selamat ya sayang, akhirnya udah sah jadi Nyonya Saga Ganendra” seloroh Cheryl seraya memeluk sahabatnya itu.
“Makasih Cher” ucap Luna dengan bibir bergetar menahan tangis dalam pelukan sahabatnya.
\~\~\~
Di parkiran terlihat Tania turun dari mobilnya, ia mengenakan dress berwarna nude datang seorang diri untuk menghadiri pernikahan mantannya itu. Saat akan masuk ke dalam model cantik itu berpapasan dengan Adrian yang juga datang seorang diri. Mereka beradu pandang satu sama lain dan saling melempar senyum.
“Kamu datang sendiri juga?” tanya Tania yang di tanggapi anggukan kepala oleh Adrian.
“Kayaknya ada pasangan baru lagi nih” celetuk Luna ketika Tania dan Adrian sudah berada di hadapan mereka.
“Apaan sih kamu Lun” timpal Tania yang terlihat malu mendengar celotehan Luna, sedangkan Adrian menaggapinya dengan seyuman.
“Selamat ya Lun, ternyata kamu yang jadi Nyonya Saga, aku udah ikhlasin Saga buat kamu” tutur Tania sambil memeluk Luna.
“Makasih ya Ka, walaupun Ka Tania nggak ikhlas, Mas Saga akan tetap jadi suami aku” timpal Luna di sertai tawa dari Saga dan yang lainnya.
__ADS_1
Adrian pun mengucapkan selamat pada Luna saat laki-laki itu hendak memeluk Luna, Saga segera memblok tubuh Adrian dengan tangannya.
“Mau ngapain lo” ucap Saga.
“Meluk doang masa nggak boleh, pelit banget sih” sahut Adrian dengan tatapan mata yang tajam mengarah ke Saga.
“Maklumin aja Ka Adrian, suaminya Luna posesif” ujar Cheryl yang membuat mereka semua tertawa.
Giliran Tania mengucapkan selamat pada Saga, ia menatap Saga dan tersenyum “selamat ya Ga, aku doakan kamu hidup bahagia sama Luna” tutur Tania.
“Pasti” sahut Saga dengan wajah penuh keyakinan.
Adrian mengulurkan tangannya memberikan ucapan selamat pada Saga, ia juga mengingatkan Saga, bila laki-laki itu menyakiti Luna dan tidak memperlakukannya dengan baik, ia akan mengambil Luna dari sisinya. Saga terlihat kesal mendengar apa yang di katakan Adrian dengan menggenggam erat tangan Adrian, laki-laki itu meyakinkan
bahwa hanya dirinya yang bisa membuat Luna bahagia, dan memperingatkan Adrian untuk tak berharap lagi pada Luna.
Luna, Tania, Cheryl dan juga Tommy hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan dua laki-laki yang kekanak-kanakan itu. Akhirnya mereka berenam berfoto bersama di atas pelaminan, senyum merekah terlihat di bibir mereka, Sonya yang menatap mereka dari kejauhan ikut merasa senang, tak terasa kedua sudut matanya berair, sedikit demi sedikit tetesan air mata mulai membasahi pipinya, ini adalah air mata bahagia, pikirnya.
Satu Bab lagi End..
__ADS_1
selamat membaca teman-teman...