
Tania yang baru saja menyelesaikan pekerjaanya, mengistirahatkan tubuhnya duduk di kursi seraya menyenderkan punggungnya, ia lalu mengambil ponsel dari dalam tasnya, Tania mencoba menyalakan ponsel yang di pegangya tapi sayang ponselnya terkunci. Cukup lama Tania mengamati ponsel milik Adrian, lalu ia teringat dengan Luna.
Tania mencoba menghubungi Saga untuk meminta nomor telepon Luna, awalnya Saga tak memberikan apa yang Tania minta, ia khawatir model cantik itu akan berbuat macam-macam pada calon istrinya, namun Tania meyakinkan Saga bahwa ada hal penting yang ingin ia bicarakan dengan Luna dan ini tak ada hubungannya dengan masa lalu antara dirinya dan juga Saga.
Akhirnya laki-laki itu pun memberikan nomor Luna pada Tania, setelah mendapatkan apa yang diinginkan Tania segera menghubungi Luna.
Luna sedang duduk sendiri di kantin saat model cantik itu menghubungi dirinya, awalnya ia ragu untuk mengangkat panggilan telepon dari nomor yang tak dikenalnya, namun karena nomor tersebut terus menghubungi ponselnya akhirnya Luna pun mengangkat teleponnya. Ia terkejut ketika mendengar suara orang yang meneleponnya.
“Ka Tania” tutur Luna.
Saat Luna akan bertanya dari mana model cantik itu mendapatkan nomornya, dari seberang telepon Tania tanpa basa-basi langsung menanyakan Adrian pada gadis cantik itu, mendengar hal itu wajah Luna seketika berubah. Rasa penasarannya semakin besar, karena saat bertemu dengan Adrian, seniornya itu juga bertanya tentang Tania, dan sekarang giliran model cantik itu yang bertanya tentang Adrian.
Setelah selesai berbicara dengan Tania lewat telepon, Luna kemudian beranjak dari tempat duduknya dan mulai mengayunkan kakinya mencari keberadaan Adrian. Beberapa menit pencarian akhirnya Luna mendapati Adrian sedang mengobrol dengan salah satu mahasiswa. Gadis itu perlahan mendekati laki-laki ganteng yang tengah berdiri tidak jauh darinya.
“Pak Adrian” panggil Luna, Adrian yang mendengar namanya di panggil lalu menoleh dan melihat Luna sedang berjalan ke arahnya.
“Ada apa Lun?” tanya Adrian.
__ADS_1
Mahasiswa yang sedang mengobrol dengan Adrian lalu pergi meninggalkan mereka berdua, Luna kemudian memberitahu dosen ganteng itu, kalau Tania ingin bertemu dengannya dan menunggunya di pintu gerbang kampus.
“Tania” tutur Adrian dengan kening berkerut.
Luna mengangkat kedua sudut bibirnya sembari meledek Adrian “hayo ada hubungan apa nih Ka Adrian sama Ka Tania”
“Nggak ada hubungan apa-apa” sahut Adrian cepat.
Luna terus saja meledek Adrian hingga laki-laki itu tersipu malu, Adrian lalu pergi meninggalkan Luna menuju pintu gerbang kampus untuk bertemu dengan Tania.
“Lun lo lagi ngeliatin apaan sih?” Cheryl tiba-tiba muncul dari belakang Luna, hingga membuat gadis itu terkejut.
Cheryl kemudian mendongakkan kepalanya mencari tahu apa yang sedang dilihat Luna, terlihat di gadis itu Adrian sedang berjalan keluar kampus.
“Ka Adrian mau kemana tuh, kok keluar kampus?” tanya Cheryl pada Luna dengan wajah heran.
“Mo ketemu sama Ka Tania” jawab Luna sembari membalikkan badan, kemudian berjalan ke arah parkiran kampus.
__ADS_1
“Ketemu Ka Tania” gumam Cheryl, ia pun ikut membalikkan badan dan berusaha mengejar Luna yang sudah berjalan di depannya.
“Tunggu Lun”
Karena penasaran Cheryl terus mengikuti Luna dan tak henti-hentinya bertanya pada sahabatnya itu kenapa Adrian bertemu dengan Tania, Luna hanya merespon dengan gelengan kemudian ia masuk ke dalam mobil dan mengendarainya menuju rumah.
\~\~\~
Sementara Saga yang duduk di kursi kerjanya masih memikirkan untuk apa Tania meminta nomor Luna, apa yang akan model cantik itu lakukan pada calon istrinya, pikirannya berkecamuk membuatnya tidak konsen dalam bekerja. Saga melirik jam yang melingkar ditangan kirinya, kemudian ia langsung beranjak dari tempat duduk dan berjalan keluar ruangannya menuju parkiran mobil yang ada di basement. Saga langsung melesat mengendarai mobilnya menyusuri jalanan yang padat menuju rumah Luna.
Beberapa jam kemudian ia sampai di rumah Luna dan langsung menerobos masuk ke dalam, di ruang tamu terlihat Sonya sedang duduk sembari memainkan benda pipih miliknya.
“Mah Luna ada dimana?” tanya Saga menghampiri Sonya.
“Di kamarnya” sahut Sonya, setelah mendapat jawaban dari mamahnya, Saga bergegas naik ke lantai atas menuju kamar Luna. Ia langsung membuka pintu kamar tanpa mengetuknya terlebih dahulu, betapa terkejutnya Luna saat melihat Saga masuk ke kamarnya sedangkan gadis itu baru saja akan memakai baju nya setelah ia membersihkan diri.
“Mas Saga!” teriak Luna, ia langsung buru-buru memakai baju sedangkan Saga yang melihat pakaian dalam calon istrinya itu, terdiam mematung dengan mata terbelalak lebar.
__ADS_1
Selamat Membaca teman-teman...