DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 46


__ADS_3

Pukul 22.00 malam Saga sampai di apartemenya dan langsung masuk ke kamar, ia berdiri menyenderkan tubuhnya di belakang pintu sembari matanya menatap ranjangnya yang luas, ia membayangkan Luna tengah terbaring di


atasnya. Saga sadar apa yang ia lakukan kali ini adalah mutlak kesalahannya, ia bahkan belum sempat meminta maaf pada Luna, karena diam-diam bertemu dengan Tania.


Saga menghela napas kasar, ia meyakinkan dirinya untuk menemui Luna dan meminta maaf, karena ia tak mau hubungnnya dengan Luna kandas begitu saja akibat ulahnya sendiri.


Saga keluar kamarnya dan meraih kunci mobil yang ia letakkan di atas meja, kemudian berjalan keluar apartemen dan menuruni lift menuju basement di mana mobil miliknya terparkir. Kemudian ia berjalan masuk ke bagian kemudi dan menyalakan mesin mobilnya.


Hanya butuh 15 menit bagi Saga untuk sampai di rumah Luna, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Saga tidak memarkirkan mobilnya tepat di depan rumah Luna agar orang-orang yang berada di dalam rumah tidak menyadari kedatangannya.


Melihat pintu gerbang yang sudah terkunci, Saga yang tak kehabisan akal masuk ke dalam rumah dengan cara menaiki gerbang, lalu ia berjalan mengendap-endap seperti seorang pencuri agar tak megeluarkan suara yang mencurigakan. Lampu-lampu yang ada di dalam rumah terlihat sudah padam, ia melihat hanya ada satu ruangan di lantai atas yang terlihat lampunya masih menyala dan itu adalah kamar Luna.


Saga mengambil tangga yang ada di belakang rumah dan menempatkan tangga tersebut tepat di sisi balkon kamar Luna, lalu menaikinya.

__ADS_1


Sementara Luna sendiri yang masih terjaga di dalam kamar terkejut ketika mendengar suara seseorang yang tidak asing ditelinganya memanggil namanya dari luar pintu balkon yang terbuat dari kaca.


“Lun buka pintunya” Saga mengetuk pintu balkon pelan. Luna berjalan mendekat dan menyibakkan gorden yang menutupi pintu balkon. Ia terkesiap ketika melihat Saga yang tengah berdiri di luar. Luna membukakan pintu dan membiarkan Saga masuk ke dalam kamarnya.


“Kamu ngapain malam-malam ke sini?” Luna menutup kembali pintu balkonnya.


Melihat Luna berdiri di depannya tanpa pikir panjang Saga langsung memeluk erat tubuh kekasihnya itu.


“Lepasin Mas” berontak Luna sembari berusaha melepaskan kungkungan tubuh Saga yang memeluk diriya.


Luna terdiam tak satu pun kata yang keluar dari mulutnya, Saga kemudian melepaskan pelukannya dan menatap manik mata Luna sembari kedua tangannya memegang bahu Luna, sekali lagi ia minta maaf atas apa yang dilakukannya hari ini.


“Mas, apa kamu masih cinta sama Tania?”

__ADS_1


Saga menaikan alisnya sebelah, heran dengan pertanyaan yang di ajukan Luna padanya “kenapa kamu tanya kaya gitu?”


“Aku tahu masa lalu memang tidak akan bisa dilupakan begitu saja, apalagi Mas Saga juga lama kan pacaran sama Tania, pasti kenangan itu masih tersimpan di sini” Jari telunjuk Luna menunjuk ke arah dada Saga.


“Aku juga denger semua ketika Tante Sonya ngobrol dengan Mas Saga, makanya saat itu aku ragu nerima Mas Saga, di tambah lagi dengan hubungan orang tua kita, walaupun akhirnya tetap aku coba, tapi setelah melihat Mas Saga sama Tania aku jadi ragu untuk mempertahankan hubungan ini” sambung Luna panjang lebar, kata-kata yang keluar dari mulut Luna membuat Saga terdiam.


Masih memegang pundak Luna, Saga menundukkan kepalanya, ia menghela napas berat “kamu mau mengakhiri hubungan kita?” Saga menengadahkan kepalanya dan menatap wajah Luna.


Bibir Luna bergetar seperti sedang menahan tangis, sudut bibirnya terangkat dan tersenyum kecut “mungkin ini yang...” Saga membungkam bibir Luna dengan bibirnya, ia tak membiarkan Luna melanjutkan kata-katanya lagi, Luna merasakan bibirnya basah, serangan Saga yang tiba-tiba membuat Luna diam membeku. Tak terasa air matanya jatuh membasahi pipi mulusnya, lalu ia mengulurkan tangannya memegang erat tengkuk leher Saga, ada perasaan tidak rela dalam hati Luna ketika ia ingin melepaskan laki-laki yang di cintainya, ia benar-benar sudah jatuh cinta dengan laki-laki yang ada dihadapannya ini. Menyadari Luna merespon ciumanya membuat Saga semakin bernaf.su, ia memasukkan lidahnya ke dalam mulut Luna dan mulai membelitnya.


Saga melepaskan pagutannya dan menangkup wajah Luna dengan kedua tangannya seraya berkata “aku nggak mau hubungan kita berakhir begitu saja, dan jangan sampai aku dengar kata-kata itu keluar lagi dari mulut kamu ngerti!”.


“Aku ngerasa kalau Ka Tania masih menyimpan perasaan sama kamu” ucap Luna lirih.

__ADS_1


“Tania cuma masa lalu Lun, aku pastiin yang aku cintai sekarang adalah kamu” Saga lalu mengecup kening Luna.


__ADS_2