
Saga menarik tangan Luna dan kembali masuk ke dalam lift menuju basement, “kenapa malah balik lagi ke basement sih” pikir Luna, matanya terus melirik ke arah Saga.
Saga yang sadar ada sepasang mata terus memperhatikannya menjadi salah tingkah “gini ya Lun, kalau kita langsung temuin Tania di atas dia pasti bakal curiga, kamu sendiri yang nggak mau Tania tahu kalau kita punya hubungan” tutur Saga.
“Huuft” Luna menghela napas pelan “ternyata nggak enak juga ya pacaran diam-diam” keluh Luna. “Tahu gini aku mikir dua kali deh sebelum ngejalaninya” imbuh Luna lagi membuat Saga yang mendengarnya mengernyitkan dahi.
“Oh jadi sekarang kamu nyesel pacaran sama aku” dengus Saga kesal.
Luna menggoyang-goyangkan kedua tangannya “he…he…he…nggak kok” sanggah Luna. “ini mulut kalau ngomong suka kelepasan” tutur Luna sembari menepuk mulutnya sendiri.
Saga dan Luna sampai di basement kemudian mereka masuk ke dalam mobil menunggu sampai Tania pergi dari apartemen.
Tania sendiri masih menunggu di depan unit apartemen milik Saga berharap si empunya apartemen pulang, ia memandang jam yang melingkar di tangan kirinya waktu sudah menunjukkan pukul 16.00, sudah terlalu lama Tania
menunggu namun tidak ada tanda-tanda bahwa Saga akan segera pulang, berkali-kali dia mencoba menghubungi nomor Saga tapi sekarang nomornya malah tidak aktif, dengan perasaan kecewa akhirnya Tania pergi dari apartemen Saga, menuruni lift menuju ke basement.
Saat Tania keluar dari lift dan berjalan mengarah ke tempatnya memarkirkan mobil, Saga dan Luna yang masih di dalam mobil melihat Tania kemudian mereka berdua menundukkan kepala agar tak terlihat Tania yang berjalan melewati mobil Saga.
“Berasa kayak orang yang takut ketahuan selingkuh” ucap Luna lirih.
__ADS_1
“Husss” Saga mencolek hidung mancung Luna dan tersenyum.
Kemudian Saga mendongakkan kepalanya mencari tahu apakah Tania sudah meninggalkan basement atau belum, tak lama ia melihat mobil yang di kendarai Tania pergi keluar dari basement apartemen tempatnya tinggal.
Luna dan Saga lalu memposisikan duduknya seperti semula, dan mereka berdua menghela napas lega. Kemudian mereka berdua keluar dari mobil dan berjalan menaiki lift menuju apartemen Saga, setelah sampai di dalam apartemen Luna langsung mendudukkan tubuhnya di sofa yang ada di ruang tamu dan menaikkan kakinya di atas sofa serta meluruskannya lalu menepuk-nepuk kakinya pelan dengan tangan.
“Capek” ucap Saga yang baru keluar dari kamarnya setelah berganti pakaian melihat Luna sedang menepuk-nepuk kakinya. Luna mengaggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Saga.
Kemudian Saga berjalan ke arah dapur dan menghentikkan langkahnya saat berada di depan lemari pendingin dan membuka pintunya, ia mengambil 1 botol air mineral lalu membawanya ke depan untuk di berikan kepada Luna.
“Nih minum dulu” Saga memberikan botol minuman kepada Luna dengan tutup botol yang sudah di buka olehnya.
“Kok di habisin” protes Saga melihat Luna menghabiskan airnya lalu meletakkan botol kosongnya di atas meja.
“Emang kenapa? Mas Saga mau minum juga, kan tinggal ngambil lagi di lemari pendingin”
“Hufft” Saga menghela napas kecewa lalu ia berjalan lagi menuju lemari pendingan dan mengambil 1 botol air mineral kemudian meminumya “kan aku pengan minum 1 botol berdua” gerutunya sendiri.
Ting…Tong…Ting…Tong…
__ADS_1
Suara bel berbunyi dari luar pintu apartemen Saga, Luna yang mendengarnya kemudian beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah pintu guna membukanya, betapa terkejutnya ketika Luna membuka pintunya ia melihat dua orang yang di kenalnya berdiri di depan pintu.
“Ayah, Tante Sonya” Luna menelan ludahnya pelan ia tak percaya dengan apa yang di lihatnya sekarang.
“Luna, kamu kok ada di sini?” tanya Wyman yang heran melihat anak gadisnya ada di dalam apartemen Saga.
“Itu yah... Luna tak sempat menjawab pertanyaan yang di ajukan Wyman, karena teriakan Saga dari arah dapur.
“Siapa Lun yang datang?” tanya Saga.
“Itu Mas, ayah sama Tante Sonya” ucap Luna.
Mendengar itu Saga langsung buru-buru jalan ke depan, ia tidak ingin Sonya dan Wyman curiga melihat Luna ada di apartemennya.
“Tumben mamah sama Om Wyman mampir kesini?” tanya Saga yang berusaha bersikap tenang.
“Mamah telepon nomor kamu tapi nggak aktif, jadi mamah telepon Tommy dia bilang kamu nggak ada di kantor, makanya mamah langsung aja ke apartemen kamu, ini Om Wyman bawain menu baru dari restorannya” Sonya masuk ke dalam diikuti Wyman dibelakangnya kemudian ia meletakkan paper bag yang di bawanya di atas meja. Sedangkan Luna masih berdiri mematung di depan pintu.
“Kenapa masih berdiri di situ Lun, ayo sini” tutur Sonya. Kemudian Luna menutup pintu dan berjalan ke arah Wyman dan Sonya.
__ADS_1