DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN

DICINTAI KAKAK TIRI TAMPAN
BAB 62


__ADS_3

Luna masih berdiri di depan meja resepsionis ketika sosok laki-laki yang di kenalnya keluar dari lift, seperti yang di perintahkan Saga saat berbisik di telinganya, bosnya menyuruh Tommy untuk menjemput Luna di lobi perusahaan, Tommy sendiri tidak tahu kalau Luna sudah datang, ia terkejut ketika melihat kekasih bosnya sudah ada di lobi.


“Mba Luna” panggil Tommy sedikit berteriak ketika berjalan ke arah perempuan cantik yang berdiri di depan meja resepsionis.


Luna menoleh dan tersenyum sambil melambaikan tangan ketika melihat Tommy sedang berjalan ke arahnya.


“Siapa perempuan ini, dia bahkan kenal sama Pak Tommy, orang kepercayaan Pak Saga” batin resepsionis itu.


“Udah lama ya nunggunya” tutur Tommy tersenyum.


“Belum lama kok Mas”


“Ayo aku anter ke ruangan Tuan Saga, udah dari tadi dia nggak sabar nungguin Mba Luna”


Deg


Jantung rersepsionis itu hampir copot setelah mendengar bahwa bosnya sendirilah yang sedang menunggu kedatangan perempuan cantik di depannya ini, yang dia anggap seperti perempuan lainnya, hanya cari perhatian dan menginginkan kedudukan status sosial tinggi.


Tommy mengambil bekal makanan di atas meja resepsionis yang di bawa Luna, lalu menyuruh Luna untuk mengikutinya ke lantai atas tempat bosnya berada.


Resepsionis itu terus memperhatikan Luna sampai ia tak terlihat lagi dari pandangan matanya “sebenarnya siapa perempuan itu?” gumamnya pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Ketika di dalam lift, Tommy memberitahu Luna bahwa sekarang ia tak bisa langsung membawa gadis itu untuk menemui bosnya dikarenakan masih ada tamu yang sedang ditemui oleh bosnya.


Luna tahu siapa tamu yang di maksud oleh Tommy “aku tahu kok Mas siapa tamu itu” celetuk Luna yang membuat kening Tommy berkerut.


“Ka Tania kan” imbuh Luna lagi, ia lalu menatap Tommy sambil tersenyum.


Tommy menggaruk bagian belakang kepalanya walau tak gatal dan tersenyum canggung “iya” sahutnya.


“Langsung ke ruang kerja Mas Saga aja, aku penasaran apa yang sedang mereka bicarakan”


“Mba Luna mau nguping”


Luna menempelkan satu jari tangannya di bibir kecilnya “husst” desisnya sembari tersenyum licik lalu mengedipkan sebelah matanya ketika menatap Tommy, membuat tubuh tegap asisten pacarnya itu merinding.


Luna dan Tommy sampai di depan ruang kerja Saga, Luna berdiri di depan pintu yang sedikit terbuka sembari menatap dua orang yang sedang mengobrol di dalam, ia mendengarkan dengan seksama apa yang sedang mereka bicarakan.


“Apa yang menarik dari Luna, Ga? Kamu bahkan belum lama kenal sama dia, di banding sama aku dia nggak ada apa-apanya”


“Setidaknya dia bukan perempuan egois kayak kamu”


Tania terdiam, dia sadar bahwa dulu dirinya memang egois, hanya memikirkan keinginannya sendiri tanpa peduli dengan orang lain, tapi setidaknya sekarang dia menyesal dan ingin memperbaiki kesalahannya, makanya dia meminta Saga memberinya kesempatan.

__ADS_1


“Beri satu kali lagi kesempatan buat aku Ga, banyak kenangan yang udah kita lalui bersama, aku yakin kamu masih belum sepenuhnya ngelupain aku, masih ada aku dihati kamu iya kan?” Tania menunjuk jarinya ke dada Saga.


Saga memegang jari Tania lalu menghempaskannya “kesempatan itu udah aku berikan sebelum kamu memutuskan pergi ninggalin aku ke luar negeri, tapi kamu malah menyia-nyiakannya, maaf tapi hati ini udah aku berikan untuk perempuan lain”


Luna masih menatap Saga dan Tania, namun kini perasaannya menjadi iba melihat Tania yang masih terus berusaha mendapatkan kembali laki-laki yang dicintainya. Mungkin kalau dia berada di posisi Tania, ia akan melakukan hal yang sama.


“Segitu cintanya kamu sama Luna, apa hebatnya dia sih? apa karena dia pintar muasin kamu di ranjang, aku juga bisa Ga, bahkan aku bisa lebih muasin kamu di ranjang dari pada Luna” Tania mendekatkan tubuhnya ke tubuh Saga dan hampir mencium bibir laki-laki ganteng itu, namun secepat kilat Saga memundurkan tubuhnya menghindari hal-hal yang tidak ia inginkan.


“Jaga mulut kamu Tan, jangan bicara sembarangan tentang Luna” sembur Saga dengan matanya yang melotot ia tak terima mendengar omongan Tania.


Luna ternganga mendengar ucapan Tania tentang dirinya dan kelakuannya yang hampir mencium bibir pacarnya itu, ia mulai geram lalu melangkahkan kakinya menerobos masuk ke dalam.


“Nggak nyangka ternyata itu yang ada dipikiran Ka Tania tentang aku” decak Luna dengan senyum seringai terlihat di wajahnya.


“Luna” Saga menoleh dan memandang Luna yang berjalan ke arahnya.


Kemudian Saga mengalihkan pandangannya menatap Tommy yang berdiri di luar pintu, Tommy sendiri mengerti arti tatapan bosnya itu dan dia hanya tersenyum canggung lalu pergi dari tempatnya memijakkan kaki.


Kini mereka bertiga berada di dalam ruangan yang sama, Saga sendiri berdiri di antara kedua perempuan yang sama-sama mencintainya.


“Aku salut sama Ka Tania yang tidak menyerah untuk mendapatkan kembali orang yang Ka Tania cintai, tapi bukannya itu terlalu egois, dulu Ka Tania sendiri yang dengan sukarela meninggalkan Mas Saga, tapi sekarang…” Luna tak melanjutkan ucapannya lagi ia terdiam sembari menatap nanar mata Tania.

__ADS_1


Like...komen...vote...


😘👇👍


__ADS_2