
"Ia, kuberikan uangku pada seoranh wanita."
"Siapa? Nadia? Apa mantanmu yang menyamar itu masih berhubungan denganmu?"
Serangan kata yang menyembur hebat dari bibir Vanya membuat Marco sedikit tergelak.
"Kamu Van!"
"Aku?" Sambil menunjuk diri sendir.
"Memangnya siapa lagi wanita yang bisa melakukan hal sehebat itu selain kamu? Kamu Van, kamu wanita yang membuatku menjadi gila hingga aku rela memindahkan semua harta yang kumiliki atas namamu dan juga Ella."
"Apa-apaan ini, Marco? Jangan bercanda!" sentak wanita itu kesal. Bukannya senang, ia malah semakin marah.
"Aku tidak pernah bercanda dengan kata-kataku. Semua harta hasil jirih payahku dari muda hingga kini telah berpindah tangan atas namamu dan Ella. Semua itu meliputi saham pribadi I-Mush grup yang kutanam di berbagai perusahaan, rumah, kastil, villa, kendaraan darat, kendaraan udara, kendaraan air, bahkan pulau yang pernah menjadi tempat bulan madu kita sudah resmi menjadi milikmu dan juga Ella. Itu sebabnya aku merasa yakin bahwa mami pasti akan menerima kalian berdua. Kalian sudah kaya dan akulah yang miskin sekarang!"
__ADS_1
Penjelasan itu membuat Vanya menganga tidak percaya. Dipukulnya kepala Marco saking kesalnya.
"Kenapa kamu melakukan itu, sialan! Itu sama saja kamu mempersulit hidup kami berdua. Aku dan Ella sudah sengsara, kamu tambah membuat hidupku makin sengsara dengan kehadiran semua harta-harta tidak berguna itu! Kamu pikir aku senang?"
Vanya sama sekali tidak senang. Pikirannya terbelah ke mana-mana. Ia begitu takut jika keluarga Marco akan menyalahkannya atas tindakan konyol yang dilakukan pria itu.
Tangan Vanya memukul-mukul bahu Marco. Antara gemas dan juga murka bercampur menjadi satu adonan yang hakiki.
"Bodoh! Bodoh! Kenapa kamu bodoh sekali Marco? Mamimu pasti akan semakin murka jika tahu anaknya sebodoh ini!"
"Biar saja Van! Biar orang tuaku tahu bahwa tidak ada yang berhaga lagi di hidupku selain kalian berdua! Harta yang kumiliki tidak ada gunanya jika kalian tidak ada di sampingku."
Ia benar-benar kesal sekarang.
Marco yang merasa sudah melakukan hal benar dibuat kesal juga lantaran reaksi Vanya jauh dari ekspektasinya.
__ADS_1
"Jangan dipikirkan Van! Ini adalah cara terbaikku untuk mendapat restu dari seorang mami yang mata duitan. Anggap saja ini balasan atas penghinaan yang pernah mami lakukan kepadamu. Aku tidak suka mami menghinamu sebagai perempuan matre! Kamu jelas berbeda, diberi harta saja malah marah-marah seperti ini!"
"Jelas aku marah! Dihina tidak akan membuatku jadi mati Marco! Aku sudah biasa hidup seperti ini. Tapi aku yakin mamimu akan marah padaku saat mengetahui anaknya sebodoh ini!"
Vanya bahkan belum pernah bertemu secara langsung dengan nyonya Maria. Ia tidak tahu penghinaan macam apa yang wanita itu lakukan hingga membuat Marco mengalihkan semua harta miliknya menjadi atas nama Ella dan juga dirinya.
"Kenapa kamu jadi marah padaku, Van? Aku melakukan itu demi kalian berdua. Harusnya kamu senang memiliki suami miskin, dia tidak akan memiliki kesempatan untuk selingkuh dan menghamburkan uangnya untuk wanita lain. Hal seperti ini adalah sesuatu yang didamba oleh seluruh wanita di dunia. Mereka akan merasa aman saat memiliki hak dan kekuasan penuh milik suaminya."
Vanya mendesahkan napasnya kasar. "Tapi aku akan dicap sebagai wanita matre, Co! Terutama oleh mamimu!"
"Mami bukan tipe orang yang akan marah-marah setiap hari. Mungkin awalnya saja marah, tapi lama kelamaan mami pasti bisa menerima keadaan kalian! Jadi tolong hargai keputusanku, Van! Aku sudah mempertimbangkan semuanya sebelum melakukan semua ini. Bahkan aku sudah membuat rekening khusus untuk mengganti biaya hidup kalian selama empat tahun. Aku sekarang benar-benar miskin Van, di rekeningku hanya ada sisa beberapa Milyar saja!"
Kemudian Marco memasang wajah manja. Terdengar unik, namun inilah cara terbaik Marco.
Demi sebuah restu, apa pun ia lakukan, termasuk menjadi miskin.
__ADS_1
***
Like dulu, semoga part berikutnya lolos ya... Wkwkkw.