Dijual Suamiku Dan Dibeli Mantan Pacarku

Dijual Suamiku Dan Dibeli Mantan Pacarku
Delapan Puluh Satu


__ADS_3

"Bayinya perempuan! Akhirnya hari ini sudah kelihatan jenis kelaminnya juga, Bu. Selamat ya!"


Vanya mengulas senyum sederhana saat dokter kandungan pribadinya sedang membacakan keterangan yang terurai pada layar monitor. Matanya tertuju pada layar itu dengan binar-binar kebahagiaan.


Sayang tidak ada Marco yang menemani pemeriksaan. Jadi terasa ada yang kurang di ruangan itu. Tapi jantung Vanya terus menggebu-gebu, tidak sabar ingin memberi tahu Marco tentang hasil USG hari ini.


Marco pasti senang sekali saat mengetahui anaknya perempuan, pikir wanita itu sedikit merasa senang membayangkan ekspresi Marco nanti.


Vanya sangat merindukan Marco. Akhir-akhir ini ia merasa tidak ingin ditinggalkan oleh pria itu barang sedetik pun.


Sebenarnya bukan karena Marco sudah berubah, tapi karena pengaruh bawaan bayi yang terus menuntut kebersamaan ibu dan ayahnya. Belakangan ini Vanya selalu ingin berada di dekat Marco. Ingin dimanja dan disayang oleh pria itu setiap saat.


"Beratnya sudah naik ya, Bu. Sekarang 513 gram. Panjangnya 28 sentimeter. Si kecil sangat aktif di dalam," ucap Dokter itu tersenyum bahagia. Vanya yang tadi sempat melamun sedikit tersentak.


"Bayinya sehat 'kan, Dok?" tanya wanita itu seraya menelan ludah.


"Sehat, dong!" Dokter kandungan itu memutarkan transduser di perut Vanya yang sebelumnya sudah di olesi gel pelumas agar tidak terjadi gesekan yang membuat kulit perutnya iritasi.


"Coba lihat ini, Bu!" Tangannya menunjuk pada layar monitor. "Sebentar lagi memasuki bulan ke enam, wajahnya sudah lumayan cukup jelas jika dilihat dari sisi samping. Dia cantik, jari-jarinya lentik, dan sudah dipastikan bayinya akan terlahir tinggi seperti model," seloroh dokter itu.


Vanya menitikan air matanya tanpa sadar. Pandangan wanita itu tertuju pada perut yang berkedut seakan bayi di dalam sana sedang menyapa ibunya.

__ADS_1


Akhir-akhir ini bayi itu memang lebih sering bergerak. Hampir setengah jam sekali, bayi itu akan menendang atau menyikut perut Vanya dengan dua lengannya.


Kebahagian benar-benar telah menyelimuti hati wanita itu saat ini. Tinggal menghitung hari, maka Vanya akan bertemu dengan anak yang selama ini ia damba-dambakan.


Meskipun bukan anak dari hasil buah cintanya dengan Adit seperti yang ia harapan dulu, tetap saja Vanya merasa bahagia mengandung anak di dalam perutnya sekarang.


Ia mulai menunggu-nunggu kehadiran bayi itu ke dunia sejak usia kandungannya menginjak 4 bulan. Momen di mana bayi itu menyapa ibunya untuk pertama kali. Di mana hati Vanya langsung bergetar diliputi perasaan sayang saat merasakan gerakan kecil di dalam perutnya.


Dokter mengelap perut Vanya dengan tisu setelah pemeriksaan selesai. Rumah sakit daerah itu tampak sepi saat Vanya berkunjung di temani oleh asistennya. Jadi Vanya tidak perlu mengantre dan menjadi bahan omongan karena periksa tanpa didamping suami.


"Sebentar ya, saya buatkan laporan hasil USG-nya dulu." Lantas meninggalkan Vanya ke ruang kerjanya.


Vanya melirik wanita muda yang sejak tadi menemaninya. "Mbak, tolong ambilkan ponsel aku di tas. Mau menghubungi Marco dulu. Dia pasti sangat penasaran dengan jenis kelaminnya." Vanya menjuntaikan tangannya ke arah Fina. Asisten rumah tangga yang ditugaskan khusus menjaga dan melayani semua kebutuhannya.


Bertepatan dengan itu, semua notifikasi tentang berita buruk Marco baru saja masuk ke ponsel Vanya. Hero dan Marco telat satu langkah, sayangnya Vanya lebih dulu mengetahui berita itu sebelum Marco memerintahkan para penjaga untuk mematikan akses internet di rumah. Terlebih Vanya sedang berada di rumah sakit, jelas Marco tidak bisa melancarkan titahnya itu.


HEBOH! PEWARIS  TUNGGAL DARI I-MUSH GRUP TERNYATA SUDAH MENIKAH. BAHKAN MEMILIKI ISTRI DUA!


SEMPAT DIKABARKAN SINGLE DALAM JANGKA WAKTU LAMA. MARCO FERNANDO TERNYATA MEMILIKI DUA ISTRI.


MARCO, PEWARIS TUNGGAL I-MUSH GRUP ****DIDUGA**** SELINGKUH DENGAN ISTRI REKAN BISNISNYA HINGGA HAMIL! BAGAIMANA NASIB ISTRI PERTAMA?

__ADS_1


HUBUNGAN BAIK ANTAR KELUARGA ALISTER DAN FERNANDO DIPASTIKAN MEMBURUK. SETELAH PERNIKAHAN RAHASIA KEDUA MARCO DAN SELINGKUHANNYA TERKUAK.


MERESAHKAN! PESONA PELAKOR DAHSYAT. ISTRI PERTAMA MARCO TAK DIAKUI GARA-GARA KEHADIRAN ORANG KETIGA.


Jantung Vanya terasa lepas dari tempatnya. Seluruh tubuh wanita itu mendadak lemas seperti badan yang ditinggalkan tulangnya.


Akhirnya hari buruk yang ditunggu datang juga! Batin Vanya dengan tubuh gemetar menahan isak tangisnya.


Fina yang masih berdiri di samping Vanya sedikit terheran saat melihat perubahan reaksi wanita itu. Ia langsung menyergah, "Ada apa, Nona?"


Ia merebut ponsel di tangan Vanya tanpa izin. "Astaga!" Fina memekik, dan langsung tercekat saat membaca notifikasi tak jelas tentang kabar tuannya.


"Te-tenang dulu Nona! ini hanya gosip dan kabar burung," ucap Fina itu takut-takut.


Pandangan Vanya sudah mengabur, tertutup oleh binar mata kesedihan. Otaknya mulai melayang memikirkan hal yang tidak-tidak tentang Marco. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Harga dirinya sedang dipertaruhkan meski media tidak tahu dan tidak menyebut namanya. Tak menutup kemungkinan juga bahwa para pemburu berita itu akan mengusut keberadaan Vanya nantinya.


Apa kamu pergi meninggalkanku karena masalah itu?


Kenapa hatiku sampai sesakit ini?


Bukankah aku sudah tahu hal ini pasti akan terjadi. Bahkan sudah menyiapkan mental dari jauh-jauh hari. Kenapa kamu jadi lemah sekali, Vanya?

__ADS_1


***


Taroh like dan komen kalian yang banyak agar update semakin banyak. Wkkwkw


__ADS_2