
Setelah meluapkan segala keluh kesahnya dengan menangis di pelukan Zenith. Keadaan Vanya mulai berangsur-angsur tenang. Wanita itu kembali tegar menghadapi badai percintaan unik yang menerpa dirinya.
Zenith melepas pelukannya. Lantas menggenggam tangan Vanya dengan lembut. "Aku tunggu ceritamu Van!"
Vanya mengambil napas dalam-dalam. Kemudian mulai bercerita.
"Jadi saat kemarin dokter memeriksa keadaanku, dia menyatakan bahwa usia kandunganku sudah memasuki minggu ke 8. Aku bingung Zen, sedangkan aku dan Marco saja baru satu bulan lebih bersama."
Ada jeda sejenak di mana Zenith hanya diam mendengarkan. "Sempat aku berpikir ini adalah anak Adit. Tapi saat aku tanyakan kepadanya, Adit berkata bahwa ia tidak menyentuhku sama sekali. Aku bingung Zen, aku butuh solusi," ujarnya gamang.
Zenith menjawab dengan penuh keyakinan. "Tidak usah bimbang! Berarti ini adalah anak kandunh Marco, Van. Usia kehamilan bukan dihitung sejak kapan kamu berhubungan badan, tapi sejak kapan menstruasimu berakhir. Istilah itu sering kita sebut HPHT (Hari pertama haid terakhir). Jadi kalau kamu baru melakukannya selama periode satu setengan bulan, hitungan kehamilanmu tetap akan dianggap dua bulan. Aku sering banget loh, menjelaskan hal seperti ini pada masyarakat kita setiap kali ada acara penyuluhan. Soalnya mereka banyak yang tidak tahu."
Acara ceramah panjang lebar dimulai.
"Pernah ada seorang istri yang baru saja menikah, dia melapor ke pihak polisi katanya habis dipukuli ayah kandungnya lantaran membuat malu sekeluarga. Jadi mereka baru menikah satu bulan lebih, tapi hamilnya sudah berjalan selama dua bulan. Tetangga yang mengetahui mulai bergosip dan membuat orang tuanya panas. Alhasil dia diamuk sampai babak belur karena dianggap menebarkan aib. Besoknya polisi langsung meminta aku dan kawan-kawan lainnya untuk memberikan edukasi pada warga setempat agar tidak ada fitnah-fitnah tak jelas seperti itu. Kurang lebih kasusnya sama sepertimu," ujar Zenith sambil menghela napas panjang karena lelah setelah berbicara panjang lebar.
"Kalau tidak salah aku juga pernah mendengar istilah ini di internet Zen, tapi masalahnya--" Vanya menghentikan bicaranya karena malu.
"Masalahnya apa?" sergah Zenith penasaran.
Vanya mendongak dengan tatapan lugu sambil meremas ujung rok pendeknya. "Masalahnya, Marco selalu keluar di luar Van. Kita juga baru melakukannya selama dua malam."
__ADS_1
"Ah, jadi ini yang ada dipikiranmu?" Zenith tampak antusias tanpa ada rasa keterkejutan sama sekali. Beda dengan ekspresi Hero waktu itu, yang kebingungan mencari tahu siapa bapak dari anak yang ada di perut Vanya.
"Iya. Inilah yang aku pikirkan. Sepertinya anak ini milik Adit. Barang kali saja dia melakukan itu saat aku tidur. Awk!"
Zenith menyentil dahi Vanya sampai wanita itu memekik kesakitan. "Jangan bicara omong kosong! Kamu bukan sepotong kayu yang disentuh tidak terasa apa-apa. Mana ada adegan bercinta tanpa disadari keduanya. Kecuali kalau Adit membiusmu dengan obat dosis tinggi. Baru aku percaya. Dan hal seperti itu kurasa tidak mungkin terjadi."
"Jadi ini tetap anak Marco?"
Zenith mengangguk pelan.
"Tapi masalah keluar di luar bagaimana? Aku yakin sekali kalau dia tidak telat mengangkat." Vanya menutup matanya sedikit, ia malu jika harus menjelaskan bahwa wajahnya pernah menjadi objek kebringasan Marco waktu itu. Biarlah Zenith menebak tanpa dijelaskan. Pastinya wanita itu sudah paham bahwa pembahasan ini sangat sensitif untuk dibicarakan.
Vanya mengernyit bingung. "Jadi bagaimana, tolong jelaskan lagi."
"Huh, beruntung kamu memiliki teman yang pintar dalam dunia tabu sepertiku, Van!"
"Ya sudah, cepat jelaskan!" gertak Vanya tak sabaran.
"Jadi begini. Pada saat berhubungan intim, laki-laki biasa mengeluarkan cairan yang bersifat pelumas. Kadang dalam cairan tersebut bisa mengandung spXrma dalam jumlah sedikit. Walaupun sedikit, tetap bisa juga menghasilkan pembuahan. Jadi kemungkinan besarnya. Kamu hamil dengan kasus seperti itu."
"Jadi ini asli anak Marco?"
__ADS_1
"Menurutku begitu."
"Tapi Marco tidak percaya Zen! Untuk sementara ini aku bisa memprofokasinya, tapi tidak tahu nanti, dia pasti akan memintaku untuk tes DNA."
Zenith terhenyak dengan mata melotot. "Tes DNA saat mengandung? Itu berbahaya loh Van. Bisa menyebabkan keguguran jika kandunganmu tidak benar-benar sehat. Tes DNA memang bisa dilakukan selama masa kehamilan. Tapi lebih dianjurkan untuk mendeteksi kelainan kongenital atau kelainan kromosom pada janin. Tapi jaman sekarang ya gitu, seiring berjalannya waktu, tes DNA sering dimanfaatkan untuk efek sosial, yaitu tes paternal atau membuktikan ayah biologis dari si janin. Termasuk Markonahmu itu!"
Vanya mengangguk paham. Terpecah sudah kebimbangannya saat ini. "Makasih banyak Zen, berkat penjelasanmu, orang-orang sepertiku jadi tahu akan masalah rumit seperti ini."
"Maka dari itu Van. Aku sering sekali menjelaskan pada remaja wanita jaman sekarang. Kalau pacaran jangan sampai sembarangan bertindak gegabah. Jangan mau dirayu sama pacaranya. Mentang-mentang cowoknya bilang mau dikeluarin di luar, si cewek dengan bodohnya setuju karena berpikir bahwa di luar tidak akan menimbulkan masalah. Bodoh banget, kan? Nyatanya, di negara kita banyak sekali wanita yang setelah hamil ditinggal begitu saja karena kasus-kasus seperti ini. Si pacar keparat berotak micin persis seperti Markonah, tidak mengakui anaknya karena merasa tidak menghamili si wanita."
Zenith menggebrak-gebrak pahanya.
"Tenang Zen, kenapa kamu jadi emosi? Harusnya aku yang marah, bukan kamu!"
Zenith memukul-mukul dada seperti di dalam adegan drama. "Aku geram Van, aku kesal, aku selalu menjadi saksi para wanita yang melahirkan tanpa suami! Orang di negara kita itu masih minim sekali akan pengetahuan seperti ini. Terutama anak rejamanya. Sudahlah, aku lelah! Mana pembantumu? Kenapa aku tidak dikasih minum? Sialan!"
Zenith terbatuk-batuk karena lahan di tenggorokannya mulai terjadi kemarau. Dan sebentar lagi mungkin akan terjadi kebakaran efek emosi yang ia hadirkan sendiri.
***
Gengs, bantu Ana pilihin visual Vanya dan dan Marco dong. Cek Instagram story @anarita_be. Ku bingung milih pasangan yang mana yang cocok
__ADS_1