
"Ella mau turun Ma! Ella ngga mau dipangku lagi!"
"Loh, kenapa?" Dahi Vanya mengkerut, membentuk tiga garis lurus. Vanya memandang bingung ke arah anaknya.
"Ini!" Ella mengusap perut Vanya.
"Ella takut dedek bayinya keberatan. Dia lagi ada di dalam sini 'kan, Ma? Nanti kalau Ella dipangku dedek bayinya kasian. Bisa sesak napas!"
Ah, ya ampun! Vanya meringis geli mendengar gaya bicara anaknya yang polos dan sok perhatian. Lucu sekali si anak kecil ini, pikirnya. "Dedek bayinya tidak akan kenapa-napa Sayang. Kamu tenang saja."
Marco melirik ke belakang dari kaca penumpang untuk ikut mengomentari obrolan asik tersebut.
"Perut Mama masih kecil Ella! Nanti kalau sudah besar baru bisa sesak napas. Untuk sekaran-sekarang masih bisa dipakai memangku Ella. Asal jangan sampai kelelahan."
"Kelelahan?" Anak itu tampak berpikir. Mata polosnya masih setia memandangi perut datar Vanya.
"Iya, mama tidak boleh kelelahan!" jawab Marco tanpa menoleh. "Mulai besok Mama juga sudah tidak boleh bekerja di perkebunan. Tugasnya hanya di rumah menemani Ella dan Papa."
"Ohhh!" Bibir anak itu melongo membentuk huruf O. Namun sedetik kemudian ia tersadar akan sesuatu. "Tapi kalau Mama tidak bekerja siapa yang akan cari uang untuk makan, Ma?"
Eh? Vanya menunduk hingga tatapan mereka saling bertemu. Gadis kecil itu mendongak sambil menatap mamanya lekat-lekat. "Kamu kenapa bilang seperti itu, Ell?"
"Kan kata Mama kerja untuk cari uang buat makan. Mama selalu bilang begitu setiap kali Ella nangis ditinggal Mama kerja. Jadi kalau nenek tidak kerja, mama tidak kerja, terus siapa yang akan cari uang untuk makan? Kan papa Marconah pengangguran. Sejak datang ke rumah Papa cuma numpang makan dan tidur. Nonton teve sambil teriak minta cemilan," adunya pada sanga Mama.
Sontak Marco membola dengan sindiran jahat penuh telak sang anak. Apa-apan ini?
__ADS_1
"Papa bukan pengangguran ya," sangkalnya tidak terima.
"Tapi Ella tidak pernah lihat papa bekerja! Setiap hari papa minta makanan terus sama Mama! Minta masak ini itu! Papa suruh-suruh Mama terus," protesnya ikutan tidak terima juga.
"Aduh!" Vanya dibuat pusing dengan perdebatan Ella dan papanya.
Marco langsung kicep seketika itu juga. Ia ingin mencoba membela diri, tetapi fakta nyata ada di depan mata. Pekerjaan pria itu saat ini memang sesuai dengan apa yang Ella katakan barusan.
"Iya 'kan, Ma? Papanya temen-temen Ella semuanya punya pekerjaan. Waktu itu kita pernah disuruh maju di depan kelas menceritakan pekerjaan papa. David, papanya seorang nelayan, Ron papanya bekerja di perkebunan apel. Terus Britenly, papanya bekerja di peternakan sapi. Masa hanya Ella saja yang papanya pengangguran, Ma! Ella 'kan jadi malu sama bu guru."
Mata Vanya juga tak kalah membola setelah mendengar penjelasan Ella. "Jadi kamu bilang ke bu guru kalau papa kamu pengangguran?"
"Ella bilang kalau papa Ella di rumah dan tidak melakukan pekerjaaan apa-apa. Terus bu guru bilang itu namanya pengangguran."
"Ah, ya ampun!" Vanya melirik ke arah Marco. Hatinya sedikit tidak enak mendengar ungkapan polos anaknya.
Gadis kecil berkuncir dua itu mengangguk polos. "Gitu, ya? Tapi kok papa gak pernah kerja si Ma? Papa sudah dipecat ya!"
Makin gondoklah Marco kini. Ia tak mau membantah perkataan anaknya sedikit pun karena jika dijabarkan menggunakan akal pikir anak kecil Marco memang terlihat seperti pria yang tengah numpang hidup di rumah istrinya. Tapi jauh di dasar hatinya merasa kesal. Pria itu memilih diam karena tak ingin adu debat dengan anak kandungnya sendiri.
"Papa itu bossnya! Jadi papa bisa bekerja dari rumah!"
Wajah Ella berubah antusias. "Enak ya Ma!"
"Enak dong!"
__ADS_1
"Jadi papa bukan pengangguran, Ma?" Matanya melirik Marco penuh keraguan.
"Bukan Sayang!" jawab Marco dengan nada kesal sekesal-kesalnya.
Vanya menepuk pundak Marco dari belakang. "Jangan galak-galak! Tahu sendiri Ella kalau sudah ngambek seperti apa!"
"Seperti kamu!" sungut pria itu masa bodo.
Kok jadi aku yang kena batunya?
***
Hallo mentemen. Novel ini sedang mengikuti lomba batlle. Mohon dukungannya yang berkenan. Berikan dukungan binyang sebanyak banyaknya samlai tanggal 8 biar bisa masuk ke rank 3 besar. Nanti kalau masuk novel ini akan di promoin agar bisa dibaca lebih banyak oleh pembaca.
Klik Lindungi di bagian karya aku. Terus kalian kasih bintang. Bintang bisa didapet dari misi dan penukaran poin. Kalian bisa ketik mau tukar berapa untuk mendukung aku. Yang gak punya poin bisa dapetin bintang lewat misi.
Nanti akan muncul nama kalian yang dukung karya aku. Katanya 3 pendukung bintang tertinggi akan mendapat hadiah misteri dari NT. 🤣🤣🤣.
__ADS_1
Terima kasih semuanya. Cari eventnya di bagian rekomendasi teratas. atau di pojok kanan pas km buka novelnya.