
"Kenapa kau?" Marco memegangi tangan Vanya karena langkah wanita itu tampak limbung dan tidak lagi seimbang. Degub jantung pria itu mulai berdetak tak biasa saat tangan Vanya mulai melingkar dengan lembut di pinggannya. Marco pun mulai menyadari bahwa ada yang tak wajar dari gelagat Vanya yang mendadak aneh.
"Apa ada orang lain yang masuk ke ruangan ini?" Marco melihat lilin aromaterapi di atas nakas yang baunya sangat mencurigakan.
"Tadi ada pelayan yang membawakan lilin aromaterapi," ujar Vanya seraya menempelkan tubuhnya lebih rapat lagi ke arah Marco tanpa ia sadari. Kepala wanita itu terasa berat, otaknya mulai menuntun dan mencari tempat ternyaman untuk bersandar.
Hero sialan, momen apa yang sedang kau ciptakan di tempat ini?
Pikiran pria itu menjurus Murka pada Hero si biang kerok yang entah sekarang berada di mana. Dia adalah penanggung jawab yang telah menyiapkan semua ini. Pasti dia juga yang menyuruh pelayan untuk menaruh lilin di kamar pengantin Marco dan Vanya.
Sebuah lilin perangsang yang iseng-iseng Hero beli sukses menghadirkan sesuatu yang berbeda di kamar pengantin yang tadinya terasa dingin tersebut. Kata si penjual, lilin itu mampu merubah perjalanan cinta yang anyep menjadi sedikit berwarna. Maka dari itu Hero ingin mencobanya pada hubungan Vanya dan Marco. Meskipun tidak tahu pasti seperti apa adegan yang akan terjadi di antara mereka, Hero tetap mencoba agar dua manusia itu dapat sama-sama menikmati perasaannya.
Sesuai selogan yang tertera di dalam iklan. Lilin itu dapat membuat siapa saja yang menghirupnya jadi terangsang. Pikirannya melayang-layang dan berakhir di atas ranjang.
__ADS_1
Marco mendudukkan Vanya di bibir tempat tidur. Lantas segera meniup lilin tersebut dengan harapan Vanya kembali sadar. Nahas, aroma lilin racun yang sudah terlanjur menyebar ke segala penjuru ruangan membuat Marco sendiri mulai hilang kendali.
"Tolong aku Marco!"
Pria itu bergetar gugup tatkala Vanya menarik lengannya secara paksa. Lantas mengalungkan dua tangan dengan lembut di pundak Marco.
"Hei!" Marco tersentak malu-malu. Meskipun ia sudah pernah melakukan semuanya dengan wanita itu, namun Vanya selalu menjadi pihak pasif yang selalu ogah-ogahan dalam melakukan hubungan. Beda sekali dengan keagresifan Vanya sekarang. Lebih tampak impresif di pikiran Marco.
Keduanya sudah duduk di bibir tempat tidur.
Tanpa memberi jeda lagi, Vanya langsung mendaratkan sebuah ciuman manis untuk pertama kalinya. Marco sampai mendelik tak percaya, namun lama-kelamaan ia menikmati permainan lembut yang sedang Vanya lakukan kepadanya.
Layaknya pria normal lainnya, sekujur tubuh Marco mulai menegang. Sesuatu di balik celananya makin memberontak dan minta segera dilepas.
__ADS_1
Konsep bercinta brutal yang akan ia terapkan malam ini terpaksa harus gagal total karena kelicikkan sekretarisnya Hero. Kini Marco mulai terbuai, sampai ia tidak dapat lagi mengenal siapa dirinya.
Persetan untuk Hari ini. Aku akan melakukannya sesuai kemauan hatiku.
Meski enggan, Marco terpaksa melepas ciuman itu sejenak, lantas mulai melucuti seluruh pakainnya yang membungkus tubuhnya secepat kilat. Dengan seluruh kekuatannya, pria itu membopong tubuh Vanya hingga membawanya ke tengah ranjang.
Marco mendudukkan Vanya di atas pangkuannya dengan hati-hati lantaran ada perut besar yang cukup menganggu dirinya dalam beraksi.
Pria itu mulai menunjukkan kekuatannya meski dalam gaya amatiran. Marco tak memberi ruang dan langsung menerjang bibir basah Vanya dengan penuh nafsu. Dua tangannya juga tak mau ketinggalan, ia mulai menyelusup dan mengabsen setiap inci tubuh Vanya tanpa ampun. Seolat terkena aliran listrik 5000 mega volt, tubuh Vanya mulai menggelinjang tidak karuan. Desahan-desahan manja yang belum pernah Marco dengar sebelumnya mulai keluar dari bibir wanita itu.
Perlahan Vanya mulai pasrah, membiarkan Marco menikmati tubuh aduhainya dalam mata terpejam.
***
__ADS_1
Dah ya, kalau mau lanjut otw situs biru aja. Up lagi kalau udah 200 komen. Hehehe