Dijual Suamiku Dan Dibeli Mantan Pacarku

Dijual Suamiku Dan Dibeli Mantan Pacarku
Sembilan Puluh Tujuh


__ADS_3

“Sebenanya apa yang kau mau, Alea? Belum cukupkah kau dan kekasihmu menghancurkan hidupku?”


Marco yang sudah benar-benar tak tahan akhirnya mau membuka jalan peluang setelah bertahun-tahun mengabaikan permintaan maaf wanita itu dengan berbagai penolakan.


"Aku hanya ingin mendapatkan maaf darimu. Sekarang aku sudah tidak bersama Richard lagi. Jadi kuharap kita bisa berdamai dengan keadaan."


"Jadi setelah dibuang kau ingin mendapat maaf dariku? Cih, ada udang macam apalagi di balik otakmu? Pergi sana! Aku masih berusaha bersikap baik padamu karena masih menghargaimu. Jika tidak, mungkin kau sudah kuseret-seret sampai malu!"


Alea meremas jemarinya dengan tatapan menjurus serius. "Maaf Co, aku tahu aku salah karena telah mengambil langkah bodoh demi cinta. Tapi kamu tidak boleh lupa, orang tuaku sudah bertanggung jawab dalam menangani masalah perusahaanmu. Meskipun benci padaku, setidaknya kamu harus sadar tanpa keluarga Winchester kamu tidak akan kembali jaya seperti ini."


Marco terdiam memalingkan wajah. Inilah yang membuat kedudukan Alea tetap istimewa di mata I-Mush Grup setelah menghianati. Marco tidak dapat menghakimi Alea seperti keinginannya lantaran ia masih memandang keluarga Winchester.

__ADS_1


Keluarga Winchester secara pribadi sudah meminta maaf atas kelakuan tercela putri semata wayangnya. Mereka juga berjanji akan berada di garda terdepan untuk membantu Marco menstabilkan keadaan I-Mush Grup sampai jaya kembali. Awalnya Marco menolak, namun tuan Fernando bersikeras menerima bantuan tersebut karena keadaan I-Mush Grup sudah sangat kacau pada masa itu.


"Jangan pura-pura tidak tahu kenapa keluarga Winchester secara terang-teranganan membantuku, Alea! Itu semua mereka lakukan semata-mata demi menutupi aib anaknya yang tidak berguna. Coba kau bayangkan, apa jadinya jika aku membongkar jati diri Nadia Alister pada awak media kala itu. Keluarga Winchester mungkin akan sama hancurnya sepertiku karena fakta anaknya adalah seorang wanita simpanan pemimpin besar. Ck!"


Dari arah sofa, Alea berdiri menatap geram pada Marco yang memasang wajah mengejek dari kursi kerjanya.


"Keadaanmu benar-benar menyedihkan lebih dari seorang wanita yang ditinggal mati kekasihnya," tukas pria itu lagi. "Tadinya kupikir hanya aku orang terbodoh sedunia, ternyata kau jauh lebih menjijikan dari perkiraanku!"


"Bagaimana rasanya menjadi wanita simpanan yang terbuang? Enak bukan!" Kalimat itu seketika menusuk mental saat Marco mengatakannya diikuti tawa menggelegar. Hati Alea begitu sakit saat ia mengingat pengorbanannya yang tak dianggap oleh Richard. Bahkan ia dibuang setelah berhasil membantunya sampai titik tertinggi.


"Rasanya ingin tertawa setiap saat jika melihat keadaanmu yang sekarang, Alea. Setelah mati-matian membantu Richard, dia dengan mudahnya menendangmu seperti sampah. Miris sekali." Pria itu menggelengkan kepala dengan bibir menyungging tipis penuh ejekkan.

__ADS_1


Setelah itu Marco berdiri merapikan jassnya yang tidak lecek sama sekali. "Sudahlah, berhubung hari ini aku sedang bahagia. Aku akan membiarkanmu menetep di kantorku semaumu. Selamat bersenang-senang!"


Kakinya perlahan melangkah. Tanpa menoleh pada Alea, ia keluar dari ruang kerjanya dan menghilang di balik pintu.


"Arghhh!" Alea berteriak kesal. "Sampai kapan aku harus bersikap menjadi orang menyedihkan begini? Ayah benar-benar keterlaluan!"


Alea masih menatap sisa-sisa bayangkan Marco yang sudah menghilang di balik pintu. Sampai kapan pun ayahnya tidak akan membiarkan Alea masuk ke keluarga Winchester jika Marco belum memaafkan dan membawanya langsung ke keluarga Winchester.


Inilah sisi terberat Alea, setelah dibuang kekasihnya, ia dibuang oleh keluarganya sendiri.


***

__ADS_1


Ribet ya gengs. Ini masih akan dijelasin pelan-pelan oke. Abis ini ketemu Vanya sama anaknya yang imut bin ajaib. Aku udah gak sabar pen nulis yang uwu-uwu. Pusing palaku konflik mulu.


__ADS_2