
Suasana di ruang kerja Marco sangat menegangkan saat ini.
Tatapan Marco pada Hero begitu tajam dan menakutkan, tetapi mau tak mau ia harus menjelaskan segala duduk perkara karena ia sendiri sudah berani mengawali semuanya.
Yang artinya Hero pun harus paham akan konsekuensi yang harus dihadapi jika Marco sampai tahu rencananya sebelum semuanya terselesaikan.
“Ada kemungkinan ibu Anda, nyonya Maria tidak pernah berselingkuh, Tuan. Jangan salah paham dulu karena bukan tujuan saya mengusik hal seperti itu. Sekali lagi saya minta maaf atas segala kelancangan yang ada, tetapi untuk melakukan semua ini saya sudah memikirkan matang-matang sebelumnya. Saya juga membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga berhasil mencapai titik ini.”
Tiba-tiba Marco berdiri. “Jangan banyak omong kau. Cepat jelaskan intinya saja, Sialan!”
“Sayaaaang!” Vanya segera menarik pria itu agar duduk kembali.
“Bagaimana Hero bisa menjelaskan kalau kamu terus berteriak begitu?” gerutunya agak kesal karena sedari tadi Marco tak kunjung mengerti juga.
Hero mulai bicara dengan tatapan sangat yakin.
“Intinya ... mungkin ini yang dinamakan sebuah kebetulan. Awalnya saya hanya ingin mencari tahu apakah Anna adalah anak kandung orang tuanya atau bukan, tetapi saat menyelidiki hal itu lebih dalam, saya mendapatkan sebuah fakta mengejutkan. Fakta yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh saya ataupun Anda sebelumnya.”
__ADS_1
“Fakta mengejutkan apa? Apa ini ada hubungannya dengan Veronika adikku?” Suara Marco berubah melirih.
Ia mulai beralih pada tahap ekspresi paling serius dan mengesampingkan segala emosi yang bersarang sejak tadi.
Hero kemudian menyodorkan sebuah map yang ia pegang erat sejak masuk tadi. Map itu berisi file-file penyelidikannya tentang Anna dan Veronika selama ini.
“Silakan Anda baca dulu, nanti baru saya jelaskan selebihnya jika Anda masih kurang paham.”
Tanpa ragu Marco menerima dan langsung membuka lembaran pertama.
Marco begitu terkejut, tetapi ia berusaha membuka lembaran berikutnya untuk membaca fakta lain yang mungkin lebih menarik.
Lembaran kedua, Marco mulai membaca dengan saksama. Di mana di lembaran tersebut dituliskan bahwa Anna dan Veronika ternyata lahir di rumah sakit yang sama. Dengan hari yang sama hanya berbeda beberapa jam saja.
Di titik ini Marco berusaha mengingat-ingat ucapan kedua orang tuanya saat kecil dulu.
Saat itu kedua orang tuanya baru datang dari luar kota dengan menimang bayi mungil.
__ADS_1
Papinya bilang bahwa sang mami baru saja melahirkan dadakan saat perjalanan dari luar kota.
Maminya melahirkan di sebuah klinik persalinan kecil tepatnya di daerah pinggiran kota.
Mungkin itu yang membuat Anna dan Veronika bisa lahir bersama meski derajat mereka sangatlah jauh.
Dan di lembaran berikutnya, Marco menemukan sebuah bukti penting yang membuat matanya membeliak sempurna.
Di situ tertuliskan bahwa Anna memiliki riwayat jantung bawaan sejak lahir. Tetapi yang Marco tahu, Anna tumbuh menjadi anak yang sangat sehat bahkan hingga detik ini ia jarang sekali sakit.
“Tunggu dulu.” Marco menatap Hero dengan mata berkaca-kaca. “Kenapa di riwayat lahir ini Anna memiliki penyakit jantung bawaan?”
Hero mengangguk. “Itulah yang membuat saya sedikit heran. Anda boleh membaca file terakhir agar lebih paham dengan semuanya.”
Tak menunggu waktu lama Marco kemudian membuka lembaran terakhir.
__ADS_1