Dijual Suamiku Dan Dibeli Mantan Pacarku

Dijual Suamiku Dan Dibeli Mantan Pacarku
Boncap 3. Kedatangan Anna


__ADS_3

Apa yang kau lakukan di sini, Anna?" Marco ikut mendelik juga.


"Tentu saja aku ingin menemui Kakak!" Anna mengedip genit. Dia berjalan melewati Hero lalu memeluk sang Kakak.


Karena Anna sedang kesal dengan Hero. Jadi dia pura-pura tidak melihat lelaki itu.


"Apa kalian sedang bertengkar lagi? Dasar para bocah!" Marco mencibir. Sementara Hero hanya diam.  Ia menarik sepiring makanan di meja lalu memakannya.


"Ups, sepertinya aku mengganggu! Kakak sedang makan siang, ya?" Anna menatap manja. Sedangkan Hero masih diam saja, seakan mengikuti Anna yang tengah pura-pura tidak melihatnya.


"Tadinya aku memang makan siang. Tapi melihat kalian berdua yang sepertinya sedang ada masalah, lebih baik aku pergi. Kalian makan berdua saja, aku mau makan di luar!" Marco berdiri setelah mengatakan itu. Dia melangkah keluar seolah memberi ruang untuk mereka berdua bicara.


Sebenarnya Marco bukan sedang sok baik hati. Tapi ia melakukan itu karena ada udang di balik batu. Marco ingin meminta bantuan Anna untuk membujuk Vanya, maka dari itu sengaja membuat wanita itu lebih leluasa mendekati Hero.


Suasana menjadi tambah mencekam saat Marco tak lagi ada. Hero sibuk memakan makanannya, sedangkan Anna masih saja mematung di dekat meja kerja Marco sedari tadi.


"Makanlah! Anggap saja aku tidak ada," ucap Hero setelah sekian lama. Ada hasrat untuk bicara lebih, tapi gengsi yang cukup besar berusaha menepis bibirnya.

__ADS_1


"Aku tidak lapar!" Anna duduk di samping Hero.


"Kau marah gara-gara aku datang lebih awal?" tanya Anna.


Hero memutuskan untuk tidak menjawab pertanyaan semacam itu.


"Kenapa diam? Aku ini lagi bertanya," ucap Anna lagi.


Hero menaruh garpu di tangannya ke atas piring. Lalu menoleh sambil melempar tatapan datar.


"Marah dan tidaknya aku memang penting bagimu? Toh ucapanku juga tidak dengar," ketus Hero.


"Terserah ...!" Kalimat pamungkas itu keluar dari mulut Hero begitu saja. Hero memang melarang Anna untuk pulang hari ini karena dia sedang ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggal. Jadi Hero menyuruh Anna untuk pulang besok. Sekalian dia minta izin agar bisa menghabiskan waktu bersama Anna.


Sayang Anna tidak mau menurut sehingga membuat Hero meradang dibuatnya.


"Hmmm. Ya Tuhan! Kau ini keterlaluan sekali. Maafkan aku, Kak. Yang penting sekarang aku sudah sampai, kan?"

__ADS_1


"Aku tidak peduli," jawab Hero ketus. Anna mendengkus.


Karena perutnya sudah mulai keroncongan, akhirnya wanita itu memakan jatah makanan milik kakaknya.


Tak ada yang mereka ucapkan setelah itu. Anna sibuk makan, dan Hero berpindah tempat ke meja kerja Marco untuk mengirim beberapa file penting ke alamat emailnya.


"Cih! Dasar manusia sok sibuk!" Anna mendengkus. Ia putuskan untuk melihat video-video lucu di ponselnya. Mereka terlihat seperti dua orang asing yang enggan berbicara satu-sama lain.


"Hahaha!" Anna tertawa sendiri. Ia mulai sibuk dengan dunianya, dan itu membuat Hero yang tengah bekerja merasa terganggu.


"Hahaha, lucu sekali!" Dia makin tertawa keras. Tak lama kemudian gebrakan meja yang cukup kuat membuat Anna spontan terdiam.


"Apaan?"


"Apa kamu tidak bisa memelankan sedikit suaramu? Kamu tidak lihat aku lagi kerja?"


"Siapa suruh Kakak kerja di jam istirahat!" Anna melawan. Membuat Hero berdiri dan mendekat kepadanya perlahan.

__ADS_1


"Tolong jangan menguji kesabaranku!"


__ADS_2