
Sebuah kejadian tak terduga datang melanda saat si Tuan Muda posesif, anak dari tuan Fernando ternyata membuntuti kemana pun Hero pergi selama satu minggu ini.
Dia adalah Marco. Anak pertama sekaligus anak tunggal penerus perusahaan I-Mush Grup yang hidupnya sudah ditakdirkan melekat pada Hero seumur hidup.
Kenapa bisa melekat?
Karena semenjak beberapa bulan lalu, tuan Fernando menegaskan bahwa hubungan Hero dan Marco harus sama dekat seperti hubungan tuan Fernando dengan mendiang ayahnya.
Maka hari gelap yang paling kelam bagi Hero pun tiba. Di mana ia resmi dijadikan pengasuh tuan muda kecil yang sangat posesif sampai-sampai ia berani melarang Hero berteman dengan siapa saja.
Selain itu, ada surat hitam di atas putih yang wajib Hero tanda tangani secara pribadi dengan Marco tanpa sepengetahuan siapa pun. Di surat itu tuan muda Marco meng-klaim bahwa Hero akan menjadi miliknya selama-lamanya.
Karena sang ibu berharap Hero segera berhasil merebut hati Marco agar bisa hidup terjamin, akhirnya pria muda itu setuju dan berakhir menandatangani surat perjanjian seumur hidup yang Marco syaratkan. Sekarang status Hero adalah teman, saudara, calon sekretaris, dan pengasuh tuan muda selama-lamanya.
Kembali ke TKP.
Kini suasana terasa mencekam. Membuat Hero serasa di awasi oleh ribuan mata serigala lapar yang siap menerkamnya kapan saja.
__ADS_1
Kacau. Kenapa Tuan Muda Marco bisa mengikuti sampai ke sini si? Gila! Kapan dia berhenti mengekori urusan pribadiku?
Hero mendesahkan napas berat. Pelan, pria itu berbalik seraya menyembunyikan Anna yang sejak tadi sudah ketakutan di belakang tubuhnya.
"Aku tidak ingkar janji! Kau masih temanku satu-satunya. Lagi pula dia bukan teman, tapi calon istriku," bohong Hero asal bicara. Tanpa sadar perkataannya dapat menjadi bumeramh untuk diri sendiri.
"Istri?" Pria kecil itu mengernyit. Menaikkan satu alisnya tinggi-tinggi seraya memandang geli saat melihat baju lusuh dan wajah kumel Anna yang sangat mengganggu indra penglihatannya.
"Kau berbohong! Bagaimana mungkin kau menjadikan mahluk menjijikan itu sebagai calon istri?" Matanya masih memandang Anna dengan jijik.
Tentu saja aku berbohong Tuan Muda. Semua ini kulakukan demi menghindari peraturan gila yang kau buat waktu itu!
Melihat Hero begitu perhatian pada gadis kecil berwajah kumel itu, membuat darah di tubuh Marco mendidih. seketika. Ia meradang tidak terima. Hatinya memanas sambil berteriak murka.
"Bohong! Kamu pasti sedang mencari alasan agar terhindar dari hukumanku, bukan? Kamu berniat menjadikan si kecil busuk itu sebagai teman baru karena bosan berteman denganku. Bilang saja begitu! Kenapa banyak sekali alasan? Bilang kalau kamu muak dan ingin memiliki teman lain selain aku! Dasar penghianat!"
Kemarahan tuan muda Marco sudah diambang batas wajar. Sejak kecil ia memang sudah terbiasa hidup tanpa seorang teman. Itu sebabnya tuan Marco tidak pernah mengenal cara berteman yang sesungguhnya. Bagi pria kecil itu teman adalah miliknya sampai kapan pun. Dan yang terpenting, ia meminta Hero menjadi temannya karena menganggap Hero layak untuk dipercaya.
__ADS_1
"Aku tidak berbohong. Dia adalah calon istriku, Tuan Muda kecil!"
Marco mendekat semakin dekat. "Kutanya sekali lagi. Siapa dia?" seru Marco lebih jelas dan dipertegas.
"Calon istriku," jawab Hero tak goyah sedikit pun. Karena ia tahu Marco bisa saja menyakiti Anna jika ia sampai bilang gadis kecil itu adalah teman yang baru ditemuinya satu minggu lalu.
"Baiklah! Aku percaya padamu karena aku masih menganggapmu sebagai teman!"
Suara anak muda itu terdengar beda, dan detik kemudian Tuan Muda Marco memasang seringai licik. Berjongkok dan menatap mata gadis kecil di belakang tubuh Hero sambil terus memperhatikan Anna luar dan dalam.
Hal itu sontak membuat Hero panik dan menggeser Anna dari jangkauan anak posesif itu.
"Anda mau apa, Tuan?" Sambil gemetar menaham takut Hero bertanya.
"Aku hanya ingin melihat wajah calon istrimu dari dekat. Awas saja jika kau tidak menikah dengan gadis jelek ini! Kupastikan kau akan menyesal seumur hidup karena telah menghianati teman sendiri demi orang baru yang tidak penting!"
Ah, sialan! Kenapa aku memakai alasan segila ini.
__ADS_1
***
Hallo. Apakabar 200 Komen Dong. Entar aku up lagi boncapnya sampai ketemu Vanya marco. Ada yg kangen mereka kagak? Wkwkw