
Prajurit Lain yaitu Prajurit Bantuan dari Kota Humali yang di pimpin oleh Jenderal Rio yang berjumlah 3.000 orang pasukan itu sudah termasuk pasukan yang ikut berperang melawan anak buah jenderal Mantis.
Prajurit yang dibawa oleh Alexsa dari kerajaan Mabuya berjumlah 5.000 orang prajurit. Mereka adalah para prajurit terkuat dari kerajaan Mabuya.
Yang di pimpin oleh Jenderal Porosus dan Jenderal Crocodilus, mereka adalah Jenderal yang sangat di percaya oleh Alexsa.
Belum mantan budak yang di beli Yudi dan tahanan dari Raja Bison yang kebanyakan adalah seorang petualang dari berbagai daerah yang sekarang mengabdi dan menjadi prajurit di Golemonst yang berjumlah 200 orang dan di pimpin oleh Komandan Zagred.
Semuanya telah berkumpul dilapangan khusus di luar gerbang ke 3 untuk siap berangkat menuju Gurun Hilia. Total prajurit yang berangkat menuju Gurun Hilia untuk menyerang tempat tersebut berjumlah sekitar 16.200 orang prajurit.
Sebelum menuju ke gurun Hilia mereka di bagi 2 buah botol potion yang berisi ramuan penyembuh dan penambah stamina.
*
Di lapangan tersebut sudah di ukir segel Sihir teleportasi menuju ke Gurun Hilia dimana Yudi dan Goblas pernah pergi kesana.
Dan Yudi pun sengaja mengukir segel sihir teleportasi di lapangan dekat goa yang ditempati oleh Goblin batu. Ketika itu Yudi menteleportasikan para Goblin batu menuju ke kerajaan Golemonst.
Dan sekarang segel itu di pake lagi oleh Yudi untuk kembali ke gurun Hilia dengan membawa pasukan untuk menyerang Dungeon Raja Iblis Chimera dan kota Hilia.
Sebelum mereka mengaktifkan sihir teleportasi Lili memberikan semangat kepada semua prajurit.
"Perhatian para kesatria ku, kita sebentar lagi akan berangkat untuk menyerang Daerah kekuasaan Raja Iblis Chimera.
Karena Seminggu yang lalu mereka terlah berani menyerang kerajaan kita dan membuat Prajurit terluka dan bahkan banyak yang meninggal dunia.
Ini adalah misi Balas dendam sekaligus misi penaklukan karena kalau dibiarkan maka mereka akan terus berbuat ulah kepada kerajaan kita ini.
Dengan itu maka kalian harus berjuang untuk memenangkan peperangan ini dan saya meminta kepada kalian supaya jangan mati konyol di Medan perang.
Kalian harus hidup dan membabad habis musuh kalian, saya tidak akan memaafkan siapa pun yang mati di Medan perang, kalian sudah berlatih tiap waktu di Labirin Iblis dan berhasil menaklukan labirin tersebut dan menaikkan Level kalian.
Ini waktunya kalian membuktikan diri di peperangan yang sesungguhnya, maka dari itu hidup dan menangkan lah peperangan kali ini"
Semua prajurit bersorak dan memukul mukulkan senjata mereka ke tameng yang mereka pake.
"Hura......"
"Hura......"
Brak....
Brak....
Brak....
Ketika para prajurit sedang berisik dan bersemangat, pasukan dari kerajaan Mabuya mengobrol dengan temannya.
"Apa Ratu negri ini sudah Gila"
"Apa maksud mu mengatakan Ratu Golem sudah gila"
"Apa kamu tidak mendengarnya tadi dia mengatakan bahwa tidak boleh mati di Medan perang"
__ADS_1
"Memangnya kenapa kalau tidak boleh mati di Medan perang"
"Ingat kalau kita sedang berperang dengan suku pedalaman Ratu Mabuya selalu berkata.
'Jangan Takut berjuang lah sampai titik darah penghabisan dan mati sebagai kesatria yang di banggakan oleh kerajaan'
Ratu negri ini berbeda dia memerintahkan prajuritnya untuk tetap hidup dan tidak akan memaafkan jika mereka gugur di Medan perang apa itu tidak gila"
"Sudahlah yang penting kita berperang demi ratu kita Ratu Naga Mabuya, toh ratu juga tidak akan tega melihat prajurit menderita di Medan perang"
"Iya kamu betul juga"
Kemudian Yudi pun berseru kepada semuanya.
"Ingat kalian disana boleh mengamuk dan keluarkan semua kekuatan kalian jangan ragu untuk mempergunakan kekuatan yang kalian miliki.
Tetapi saya juga berpesan kepada kalian Patuhi kata kata Pemimpin kalian, kalau pemimpin kalian memerintahkan untuk menyerang maka serang lah, dan ketika kalian di perintahkan untuk mundur maka mundur lah, apa kalian mengerti"
Semua berteriak bersama.
"Siap kami mengerti Tuan ku Raja Golem"
Kemudian Yudi pun berkata lagi
"Bersiap lah kalian akan berangkat ke Gurun Hilia dengan sihir teleportasi"
Yudi dan Lili menggunakan sihir tingkat tinggi untuk menteleportasikan para prajurit ke gurun Hilia. Lili mengaktifkan segel sihir.
Dan cahaya merah membentuk segel sihir dari tanah kemudian bergerak keatas dan menyinari mereka semua dan dengan sekejap mereka pun menghilang di lapangan tersebut.
"Jagalah Kota ini selama kami tidak ada, jangan biarkan musuh kembali menyerang kerajaan Golemonst ini"
Goblas pun mengangguk
"Baik tuanku Raja dan Ratu Golem saya akan menjaga kota ini dengan segenap jiwa dan raga kami"
Kemudian mereka pun berteleportasi ke gurun Hilia. Dengan cepat Mereka pun sampai di Gurun Hilia di tempat Goblin Batu dekat Dungeon Raja Iblis Chimera.
Di daerah sana sudah tidak ada lagi Goblin batu tersisa karena yang terakhir waktu datang pasukan jenderal Mantis mereka telah di bawa ke tempat Raja iblis Chimera untuk di perbudak di tambang di dalam Gungeon.
Prajurit Raja Iblis Chimera sudah bersiaga penuh dari terakhir laporan Jenderal Mantis. Patroli pasukan darat dan udara pun saling bergantian.
Para prajurit dari Golemonst pun di perintahkan untuk bersembunyi kedalam Goa bekas tempat tinggal Goblin batu dan galian tambang bijih logam.
Yudi pun mengamati Dungeon Raja iblis Chimera di dampingi Lili, kit dan Oni. Setelah itu mereka pun berdiskusi dan merekapun sepakat kemudian mereka masuk kedalam Goa.
Di dalam Goa Yudi pun membagi 2 kelompok Prajurit, yaitu kelompok Lili atau Ratu Golem bersapa Alexsa menyerang Kota Hilia.
Dan kelompok Yudi yang akan menyerang Dungeon Raja Iblis Chimera, Yudi meminta Pasukan yang ikut bersamanya adalah pasukan yang di pimpin oleh Jenderal Rio dan Gostap bersama Gocir yang ikut dalam pasukan Gostap.
Sisa pasukan lainnya adalah ikut dengan kelompok Lili untuk menyerang kota Hilia.
Di sana Ini meminta ijin untuk memberikan pengarahan kepada semua prajurit karena dia tahu daerah gurun Hilia ini.
"Mohon perhatian, kepada seluruh prajurit. Harap di ingat Monster serangga adalah monster yang lumayan kuat karena memiliki cangkang dan kulit yang keras, tetapi level mereka rendah.
__ADS_1
Terkadang kulit mereka tidak bisa di gores oleh pedang dan kuat di tusuk dengan tombak untuk mengalahkan mereka kalian harus memusatkan serangan kepada sendi atau perut mereka"
Salah seorang prajurit pun mengacungkan tangan untuk mertuanya.
"Maaf tuan Oni, mengapa kami harus menyerang sendi dan perut mereka"
Semua prajurit mengangguk karena pertanyaan itu mewakili mereka.
Ini pun menjawabnya
"Karena sendi dan perut mereka tidak di tutupi cangkang yang keras maka itulah kelemahan dari Monster serangga yang ada di gurun ini.
Tetapi kalian harus hati hati mereka meskipun memiliki Level lemah mereka memiliki Racun yang kuat sehingga Di jaman dahulu para dewa meninggalkan Dungeon Raja Iblis Chimera itu karena para monster serangga memiliki racun yang membuat para dewa takut"
Kemudian kit pun ikut berbicara.
"Tadi kita sudah memantau Dungeon Raja Iblis Chimera dan Kota Hilia, ada bagian di Dungeon yang berwarna merah dan memancarkan cahaya, itu adalah menara pengawas yang mengawasi daerah kekuasaannya Raja iblis Chimera.
Tetapi tenang saja daerah ini tidak terjangkau oleh menara pengawas Dungeon, cuman yang harus kita atasi adalah pasukan udara dari raja iblis Chimera yang berpatroli sampai ke daerah sini"
Kemudian Oni pun berbicara kembali
"Saya dan Kit akan memandu Kalian untuk sampai ke Kota Hilia dan Dungeon Raja Iblis Chimera tanpa ketahuan prajurit yang sedang berpatroli"
Yudi pun memuji kit dan Oni
"Beruntung kalian berduaan ada di pihak kami kalian tahu jalan pintas untuk menyerang dan melintas dengan aman, terima kasih kit, Oni.
Kit dan Oni pun garuk-garuk kepala, kemudian kit pun berkata.
"Iya master sama sama karena kami berdua lahir dan besar di kerajaan ini jadi kami berdua tahu jalan Rahasia yang orang lain tidak tahu"
Para prajurit tidak tahu bahwa Kit ada pangeran dan putra mahkota kerajaan Hilia sebelum kerajaan Hilia di kudeta oleh Raja iblis Chimera.
Kit pun meminta ijin kepada Yudi.
"Master ijinkan kamu berdua untuk ikut bersama master menuju Dungeon Raja Iblis Chimera karena saya tahu pintu masuk di setiap lantainya dan saya kami berdua akan membimbing anda menuju lantai paling atas"
Yudi pun mengangguk
"Baiklah kalian berdua boleh ikut dengan saya"
Kemudian Yudi dan Lili memerintahkan kepada para prajurit untuk bersiap menyerang ke kota Hilia dengan di bimbing oleh kit dan Oni.
Mereka pun mulai bergerak menuju kota Hilia dengan melewati jalan rahasia yang sudah di ketahui oleh kit dan Oni.
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
__ADS_1
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.