Dikira Kastil Iblis

Dikira Kastil Iblis
Apa Kalian Suka


__ADS_3

Setelah Yudi dan Lili belanja beberapa barang, Bos black Smith mengingat sesuatu.


"Tuan dan nyonya muda, aku baru ingat sekarang ada kiriman biji logam yang di pesan oleh anda berdua, ayo Sekarang kita pergi supaya gerobak pengangkut tidak masuk gerbang kota, saya nanti bisa rugi kalau harus bayar pajak masuk kota, dan juga bisa gawat kalau anak buah raja Ganford tau"


Yudi pun mengiyakan


"Iya baiklah kebetulan kereta kuda milik kami parkir tidak jauh dari sini"


"Iya ayo kita cegat mereka di persimpangan jalan menuju mansion"


Lili pun ikut berbicara


"Oh iya tuan Jidan dan asasinnya juga pasti sudah menunggu di mansion ayo kita cepat pergi"


Semua orang segera pergi dari sana untuk segera ke mansion yang berada di luar gerbang kota.


**


Sesampainya di depan mansion Bos black Smith menunggu kiriman di depan gerbang mansion sedangkan Yudi, Lili dan Xuan masuk kedalam rumah yang sudah ada yang menunggu di depan rumah yaitu tuan Jidan dan asasinnya, Joni, Lusi dan Marta.


Ketika Marta melihat Xuan, muka dari Marta merah padam dia langsung terdunduk seperti malu malu, sedangkan Xuan nampak ceria ketika melihat Marta.


Yudi dan Lili menyadari perubahan dari sikap mereka berdua, mereka pun tersenyum.


Kedua anak kecil menyambut Yudi dan Lili


"Selamat datang kembali tuan dan nyonya muda, terima kasih atas hadiahnya yang telah tuan dan nyonya muda titip kepada paman Joni untuk kami"


Lili berjongkok lalu mengelus kepala mereka berdua


"Apa kalian suka"


Adek kecil langsung berteriak


"Ya saya suka nyonya, saya akan menjadi seperti ayah nanti. Menjadi seorang petualang yang hebat"


Lili tersenyum sambil mengeluarkan sesuatu dari tasnya


"Berlatih lah yang giat dan belajarlah dari paman Joni supaya kalian jadi orang hebat, ini buat kalian sekarang pergilah untuk main tapi jangan jauh jauh ya"


Mereka berdua mengambil permen yang Lili berikan kepada kedua anak tersebut


"Terima kasih nyonya muda aku sangat suka permen ini"


Lalu anak itu pergi meninggalkan orang dewasa yang ada di sana. Marta lalu meminta maaf


"Maaf nyonya atas ketidak sopanan ke dua anak saya"


"Tidak apa apa, saya suka mereka mereka anak yang baik dan ceria kalau mereka butuh apa apa bilang saja kepada saya, nanti saya akan menyediakannya"


"Aduh Nyonya terima kasih atas tawarannya, saya tidak akan memanjakan mereka nanti mereka jadi orang yang malas"


"Tidak apa apa jangan malu kalau butuh sesuatu karena mereka sudah saya anggap menjadi Anaku sendiri"


Matra pun mengangguk


"baik lah Nyonya, dan saya permisi masih ada tugas yang belum saya kerjakan"


Marta pun Pamin dan pergi dari sana.


Kemudian orang orang yang berkumpul masuk kedalam rumah mereka pun di persilahkan untuk duduk.


Semua sudah duduk kecuali Asasin, Joni dan Lusi. Lili pun memerintahkan Joni dan Lusi


"Joni, Lusi tolong bawakan 35 otak monster yang sudah saya beli tadi kemudian suruh prajurit dan kusir untuk masuk kedalam ruangan ini"


Mereka berdua mengangguk kemudian pergi dari rumah itu untuk mengambil otak Monster.


Yudi berbicara kepada Jidan langsung ke pokok pembahasan.


"Anda sebenarnya ingin mendapatkan mansion ini kembali sebenarnya buka benar benar karena anda ingin memiliki mansion ini kembali tetapi ada hal yang lain yang anda ingin kan"

__ADS_1


Jidan terteun sebentar tetapi Yudi langsung melanjutkan berbicara


"Saya tidak ingin memiliki harta milik orang lain, itu semua hak anda dan milik anda"


Jidan kaget mengapa Yudi tahu tentang harta yang ada di rumah ini yang dia sembunyikan di ruang bawah tanah.


Kemudia Yudi memerintahkan ke empat pelayannya untuk mengambil harta tersebut.


Lalu Jidan pun berkata


"Terima kasih atas kemurahan hati tuan dan nyonya sudah mau mengembalikan harta saya yang telah lama tersimpan di rumah ini, sebenarnya saya berencana pergi ke kerajaan lain setelah mendapatkan semua harta tersebut dan menemui anak istri saya disana"


Tidak lama berselang ke empat pelayan membawa masing masing peti berukuran besar yang didalamnya berisi uang koin emas dan harta lainnya yang terbuat dari emas, semua barang sangat berharga dan bernilai tinggi.


Kemudian pelayan itu meletakkannya di tengah ruangan dan membuka isi kotak peti tersebut.


Joni, Lusi, yang baru masuk membawa otak monster dan membawa semua pengawal tersentak kaget melihat semua harta tersebut termasuk Xuan yang duduk dekat dengan Jidan.


"Silahkan cek kami tidak mengambil sedikitpun harta milik mu itu"


Jidan tersenyum


"Tenang saja tuan muda saya percaya kepada anda, dan saya berniat memberikan setengah dari harta saya ini karena ini terlalu banyak dan saya tidak dapat membawa semuanya"


Yudi menggelengkan kepala


"Tidak usah terima kasih atas tawarannya anda lebih membutuhkan semua harta ini"


"Tuan muda jangan menolak saya ikhlas itu bentuk terima kasih saya kepada tuan karena telah membebaskan saya dari hukuman raja Ganford"


"Bawa saja saya sudah cukup banyak harta dan itu hasil kerja kerasmu selama jadi bangsawan kerajaan ini, dan ingat setelah ini saya harap kamu menjadi orang yang jujur, dan sebagai ganti harta yang aku tolak aku meminta Asasin mu ini, karena istri ku Lili ingin menjadikan dia sebagai bayangannya"


Bayangan yang di maksud Yudi adalah sebagai pengawal yang misterius yang tidak di ketahui orang lain dan sebagai tangan kanan Lili,


"Baik lah saya berikan Asasin saya itu untuk bekerja dengan anda tapi...."


Jidan pun menyetujuinya tetapi dia masih berpikir, dia tidak ada lagi yang melindungi.


"Jangan hawatir saya akan memberi 2 pengawal saya dan 1 kusir pribadi saya"


"Ambilah dan pakai cincin ini"


Jidan pun bertanya


"Untuk apa cingcin ini tuan"


"Pakai sajalah jangan banyak tanya"


Dia pun menurut dan memakai cincin tersebut.


Setelah itu para pengawal telah berbaris rapih kemudia Yudi dan Lili berdiri lalu berjalan kearah para pengawal itu.


Setelah Yudi dan Lili dekat Yudi dan Lili memegang kepala pengawal masing masing satu orang


Brak....


Brak....


Yudi dan Lili mengangkat kepala dari pengawal tersebut, jidat dari pengawal tersebut terbuka


Brak....


Brak....


Brak....


Dua puluh pengawal dibuka kepalanya.


Jidan dan Xuan terkejut, lalu Jidan pun bertanya.


"Ternyata pengawal tuan semuanya bukan manusia, apa itu Homokultus, Saya pernah dengar ada sebuah negara sihir yang sedang mengembangkan Boneka pengawal yang di sebut Homokultus ini"

__ADS_1


Yudi mengangguk,


"Ya ini Homokultus, saya membelinya dari negri sihir tersebut, tapi ini belum sempurna karena ada satu item yang belum terpasang dalam diri mereka"


"Item apa yang belum terpasang, mereka sudah cukup hebat saya lihat"


"Saya datang ke kerajaan Vitwins ini adalah salah satunya untuk menyempurnakan para pengawal dan pelayan saya, karena item pelengkap hanya di jual di kerejaan ini"


Jidan penasaran


"Apa itu tuan muda item yang hanya di jual di kerajaan Vitwins ini"


Yudi pun menjawabnya


"Item pelengkap dan penyempurna boneka sihir Homokultus adalah otak monster, karena tahun lalu disini di serang oleh para monster serangga dan pasti otak monster di jual di sini maka saya datang kemari untuk memborong semua otak monster tersebut"


Jidan pun mengangguk, Joni dan Lusi sudah tidak kaget lagi karena tangan dan kaki yang mereka pasang adalah dari boneka sihir tersebut.


Joni membantu Yudi dan Yudi pun mengambil otak monster lalu memasangya di kepala pengawal, Lili pun di bantu Lusi dia pun memasang otak monster dikepala pengawal termasuk ke empat pelayannya.


Setelah semua terpasang pengawal dan pelayan langsung merespon. Yang tadinya mereka hanya bisa bergerak saja Sekarang mereka sudah bisa bicara.


"Saya pengawal terbaik saya siap melindungi tuan


Para pengawal berbicara serentak


"Saya Pelayan siap Melayani Ratu dan Raja"


Para pelayan juga ikut berbicara serentak


Lili pun tertawa bahagia


"Hahaha.... akhirnya mereka bisa berbicara juga jadi saya ada teman mengobrol di perjalanan nanti"


Yudi hanya tersenyum, tetapi Jidan merasa masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat


"Tuan dan nyonya, apa anda benar benar berdagang dari negri satu ke negri yang lain dengan pengawalan boneka sihir ini, Homokultus itu adalah alat penjaga yang sangat mahal, apakah anda membeli semua ini demi keamanan anda"


Yudi pun mengangguk


"Saya lebih baik membeli Homokultus ini dari pada harus menyewa para petualang atau pengawal manusia, karena perjalanan saya selama berdagang sangat berbahaya dan saya tidak mu mengorbankan manusia seorang pun"


Jidan memuji


"Sungguh anda sangat baik hati dan mementingkan nyawa orang lain"


"Cingcin hitam itu adalah cingcin perintah anda bisa memerintah pengawal saya yang warna Polet bajunya sama seperti cingciy yang anda pakai sekarang"


Jidan pun melihat jari tangannya yang memakai cingcin artefak itu


"Coba perintahkan sesuatu kepada pengawal anda"


Jidan pun menuruti perintah Yudi lalu memerintah kedua pengawal yang berbaju poleh hitam.


"Pengawal berdiri di belakang saya"


Kemudian kedua pengawal itu berbicara


"Siap laksanakan tuan"


Kemudian dua pengawal berjalan kebelakang kursi yang diduduki Jidan, dia pun sangat senang.


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk


Like


Komen


Vote

__ADS_1


*Rate**


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update


__ADS_2