
Pasukan Golemonst pun sudah sampai di parit persembunyian dekat benteng pertahanan Kota Hilia.
Lili pun memerintahkan kepada Yudi.
"Yuri pergilah ke dalam dan beritahu semua informasi yang ada di sana"
Yuri pun mengangguk
"Baik ratu"
Dengan menggunakan jurus ninjitsu Yuri pun menghilang seketika.
Lili melihat jarak jauh dengan sihir mata emas dan melihat para prajurit musuh sedang sibuk menumpuk pasir untuk mempertahankan diri.
Pasir itu hasil dari badai kemarin malam yang menutupi benteng pertahanan dan sekarang mereka jadikan benteng pertahanan utama.
Disana Lili memerintahkan Agis untuk maju menyerang dan menghancurkan benteng pasir setelah itu pasukan yang di pimpin oleh Rona dan Orcta untuk maju.
"Agis bawa pasukan mu dan gunakan elemen bumi untuk menghancurkan benteng pasir, Rona dan Orcta bawa pasukan kalian di belakang pasukan Agis, dan untuk Agis setelah Pasukan mu menghancurkan benteng pasir segeralah mundur"
Agis pun mengangguk
"Asiap... Ratu..."
Rona dan Orcta pun mengangguk
"Baik Ratu"
Kemudian Lili pun memerintahkan
"Laksanakan segera"
Semua yang sudah di tugaskan oleh Lili berangkat ke Medan perang.
Wuss....
Duwar....
Wuss....
Duwar....
Pasukan yang di pimpin oleh Agis sudah mulai menyerang dan menghancurkan benteng pasir.
Alarm peringatan pun berbunyi.
Teng....
Teng....
Teng....
Prajurit musuh pun mulai menempati posisi mereka masing-masing, di tengah kota Hilia Prajurit menyalakan kembang api untuk meminta bantuan.
Wuss....
Duwar....
Kembang api pun meledak di udara dan di dalam Dungeon lantai paling atas banyak mahluk beterbangan dan lebih banyak dari kemarin.
Bukan hanya pasukan lebah tetapi pasukan lebah juga membawa prajurit semut dan pasukan terbang lainnya yaitu pasukan ngengat mereka terbang menuju kota Hilia.
Lili pun menyusun strategi
"Vivie pasukan mu hadapi pasukan ngengat tetapi hati hati mereka memiliki racun yang mematikan serang di bagian atas dan kalian jangan berada di bawah bila bertarung di angkasa"
Vivie mengangguk
"Baik Ratu saya mengerti"
Kemudian Lili melanjutkan
"Untuk pasukan lebah, itu sepertinya bukan lebah yang kemarin kita lawan mereka adalah lebah petarung, seperti biasa Gopi pasukan mu membidik pasukan lebah itu dan sisanya pasukan semut yang mereka bawa pasti akan mereka turunkan.
Dan untuk pasukan semut bagian pasukan yang di pimpin Tirta yang menghadapinya, dan apabila Pasukan Gopi sudah kehabisan amunisi, giliran pasukan dari Mabuya yang maju"
Alexsa pun berkata
"Syukurlah akhirnya pasukan ku berguna juga"
Kemudian Lili pun berbicara lagi.
"Untuk yang bisa sihir pelepasan gunakanlah semau kalian dan habisi pasukan Musuh... laksanakan"
Semua orang pun bergerak termasuk Alexsa yang memimpin pasukannya
__ADS_1
Semua pasukan berperang dengan sengit pasukan Agis berhasil menghancurkan benteng pasir dan pasukan Rona dan Orcta masuk kemudian mereka menyerang benteng pertahanan.
Prajurit yang ada di luar benteng pertahanan segera di habisi oleh pasukan Rona dan pasukan Orcta sedangkan di sisi lain pasukan Vivie menyerang melalui udara.
Mereka melawan pasukan ngengat yang memiliki elemen racun Vivie berteriak kepada Pasukannya.
"Ingat serang mereka dari atas jangan sampai mereka mendekati kita karena mereka memiliki Racun. Serang dengan jarak jauh"
Semua pasukan berteriak.
"Siap ..."
Pasukan Ratu langit yang di pimpin oleh Vivie pun menyerang dengan semangat.
" Jurus Busur Bulu besi.....
terhempas lah ...."
Wuss....
Cleb....
Cleb....
Duwar....
Mereka menyerang dengan bulu sayap yang khusus di jadikan senjata oleh suku Herpy, bulu itu di hempaskan seperti pisau terbang tetapi melesat seperti anak panah.
Saling kejar di angkasa pun terjadi, banyak pasukan musuh yang tumbang karena pasukan ratu langit dapat terbang dengan cepat.
Di peperangan lainnya pasukan lebah menurunkan prajurit semut dan mereka pun siap untuk bertempur.
Setelah Prajurit semut turun mereka langsung di sambut pasukan siluman api yang di pimpin oleh Tirta, mereka pun langsung saling menyerang.
Di angkasa pasukan lebah pun membantu pasukan semut yang bertempur di darat mereka melemparkan tombak ke arah pasukan siluman api.
Tetapi pasukan Gopi dengan panah mereka langsung menghujani pasukan lebah dengan anak panah. Pasukan lebah yang jatuh dan masih hidup langsung di bantai oleh pasukan Mabuya.
Pembantaian sepihak terjadi di peperangan ini, meskipun jumlah musuh lebih banyak dari pasukan Golemonst tetapi kekuatan tempur mereka sangat lemah.
Sedangkan Pasukan Golemonst rata rata mereka adalah para kesatria dan kesatria suci sehingga walaupun hanya beberapa ribu prajurit mereka dengan mudah menghadapi prajurit anak buah raja iblis Chimera.
Sebagian besar dari pasukan udara yaitu pasukan lebah dan ngengat kalah total mereka yang masih bertahan melarikan diri kembali ke Dungeon.
Lili pun memerintahkan semua prajurit untuk kembali, Lili memerintahkan kepada para prajurit dengan menggunakan telepati.
"Semua pasukan kembali jangan anda yang menyerang lagi kita akan menuju langsung ke benteng pertahanan Hilia"
Semua berhenti mengejar dan berhenti bertarung dan membiarkan para semut membentuk kepompong. Lili dan yang lainnya pun keluar dari parit persembunyian dan menuju ke depan benteng pertahanan Kota.
Pasukan yang bertempur di depan benteng pun mundur dan bergabung dengan yang lainnya, karena pasukan musuh yang berada di luar benteng pertahanan sudah dikalahkan.
Pasukan Golemonst dan Lili pun berbaris dan berada di jarak 150 meter dari gerbang kota Hilia.
Lili pun berbicara kepada pasukan musuh yang berada di benteng pertahanan.
"Saya tau kalian sudah kalah dan prajurit kalian tinggal sedikit lagi, menyerah lah sekarang atau aku suruh pasukan ku membantai kalian semua"
Setelah Lili berkata kepada musuh, datang Yuri yang memberikan informasi.
"Lapor Ratu, Aya sudah menyelidiki kota tersebut, para prajurit yang tersisa tinggal 2.000 orang lagi dan 2 orang komandan yang satu berada di level kesatria suci dan satu lagi berada di level kesatria tingkat 3.
Dan penduduk manusia yang ditahan dan di jadikan sebagai budak ada di kota bagian tengah dan sebentar lagi mereka akan di jadikan tameng untuk berperang dengan kita"
Lili pun memuji
"Kerja mu sangat bagus, itu adalah informasi yang sangat penting, kembalilah ke belakang bersama yang lain"
Yuri pun mengangguk
"Baik Ratu"
Kemudian Lili pun berkata lagi kepada musuhnya yang ada di dalam benteng.
"Saya tau kalian adalah pengecut, bahkan para budak akan di suruh untuk berperang melawan kami.
Tetapi itu tindakan yang sisa sia karena kami tidak akan melepaskan satu orang pun dari kalian.
Kami akan membantai semua prajurit dan warga dari kota ini seperti yang telah di lakukan prajurit kalian di kerajaan ku"
Lili pun sedikit menggertak
"Kalau kalian menyerah kami akan mengampuni kalian semua dengan syarat kalian harus menjadi budak kami, kalau tidak kalian akan kami bantai habis"
Salah satu komandan yang ada di atas benteng pun unjuk Bicara dan dia mengajukan persyaratan.
__ADS_1
"Kami tidak akan menyerahkan untuk sekarang ini, hanya saja kami disini ada anak kecil dan perempuan yang tidak berdosa. Dan kami ingin kesepakatan"
Kemudian Lili pun bertanya
"Kesepakatan apa yang kamu inginkan"
Kemudian komandan itu mengajukan persyaratan.
"Saya ingin Bertarung satu lawan satu, bila kami menang tinggalkan lah tempat ini, dan bila kami kalah kami akan menyerahkan dan bersumpah setia mengabdi kepada anda"
Lili pun menyetujuinya
"Baiklah kalau itu yang kalian inginkan keluarkan petarung yang hebat di antara kalian"
Komandan itu pun memerintahkan untuk membuka kan gerbang.
"Buka gerbang biarkan komandan Cula untuk keluar"
Mereka pun membuka sedikit pintu gerbang hanya untuk keluar satu orang dari mereka.
"Kami sudah mengutus satu orang petarung keluar dari gerbang sekarang di pihak kalian yang harus maju untuk Bertarung"
Semua komandan dari Golemonst ingin bertarung menghadapi komandan musuh yang sudah ada di depan mereka kemudian Tirta pun mengajukan diri.
"Ratu biarkan saya yang menghadapi dia...."
Lili pun menggelengkan kepala
"Tidak...."
Kemudian Aquos yang berbicara
"Ratu saya dari tadi belum bertarung biar saya saja yang melawannya"
Lili juga menggelengkan kepalanya
"Tidak ...."
Kemudian jenderal Rio ingin berbicara
"Ratu ..."
Jenderal Rio keburu di sanggah oleh Lili
"Kamu terlalu lemah untuk menghadapi orang itu"
Kemudian jenderal Rio meminta maaf
"Maaf bukan itu yang saya maksud, saya hanya ingin memperingatkan, dia adalah salah satu jenderal dari kerajaan Humanimalia yang sudah lama tidak ada.
Dia adalah jenderal terkuat di Humanimalia, kulit nya sangat keras dan tenaganya sangat besar senjata utamanya adalah sudukan cula yang ada di hidung nya itu.
Bukan hanya itu dia adalah salah satu dari 10 mahluk kelas bencana terkuat di benua bagian selatan ini"
Kemudian Liones pun menghadap.
"Ratu biarkan saya saja yang menghadapinya, kita sama sama mahluk kelas bencana"
Lili pun menggelengkan kepalanya.
"Tidak, dia terlalu lemah untuk kamu hadapi karena kamu sudah berada di level kesatria Agung atau sama dengan kelas Raja iblis kamu tidak cocok melawan dia"
Kemudian Lili pun melirik kepada Rona.
"Rona kamu yang maju dan bertarung dengan dia, jangan ragu ragu lawan dia dengan kekuatan penuh mu"
Rona pun tersenyum lebar dan mengangguk
"Baik Ratu saya tidak akan mengecewkan anda"
Rona pun pergi ketengah arena untuk menghadapi komandan yang bernama Cula, dia adalah Manusia setengah binatang Ras Badak dan Rona adalah dari suku Momut manusia setengah binatang Ras Gajah.
Sama sama memiliki kulit yang keras dan tenaga yang kuat tetapi Lili yakin skill dari Rona itu melebihi Cula karena Rona sering menaklukan Labirin Iblis.
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
__ADS_1