
Lucius merasa sangat kaget ketika dia mendengar bahwa gobang adalah jenderal terkuat di kerajaan Golemonst ini dan Lucius tidak bisa menebak elemen sihir yang gobang milik.
Karena Lucius hanya mengetahui ada empat jenis elemen sihir yaitu Air, Api, Angin dan tanah. Dan Ratu Iblis Golem pernah berkata ketika bertarung melawan Ratu naga Mabuya bahwa elemen tanah adalah elemen paling kuat.
Tetapi sekeras apa pun Lucius menebak tetap saja dia tidak bisa menebak elemen sihir yang dimiliki oleh gobang dan bisa dengan mudah menghancurkan armor yang dia pakai hanya dengan hentakan tangannya saja.
"Sekarang armor mu sudah terlepas, dan pergerakan mu tidak akan terhambat, ayo serang aku lagi dengan seluruh kekuatan mu" pinta gobang.
Lucius merasa terhina sebagai Marquis dan bangsawan tinggi kerajaan Vitwins, seorang jenderal kerajaan lain menghina dirinya.
Sedangkan dia sendiri membawahi dua orang jenderal di kota yang dia kuasai, jabatan jenderal di anggap rendahan menurut Lucius karena dia adalah seorang kesatria yang bertugas melindungi kota dan kerajaan.
Jenderal hanya kasta kesatria yang terendah di bawah kasta baronet yang hanya menguasai satu desa dan terkadang seorang baronet memiliki bawahan satu kesatria yang bergelar jenderal.
Itu yang ada di pikiran Lucius sebagai Marquis dan dia juga masih kerabat dengan Ratu kerajaan Vitwins istri dari Raja Gunford.
Sedangkan sistem kasta di kerajaan Golemonst itu tidak ada sama sekali, di kerajaan Golemonst hanya menganut kemiliteran siapa pun yang levelnya lebih tinggi mereka akan di hormati dan di promosikan menjadi prajurit bergaji besar.
Sedangkan mereka sendiri tidak boleh sombong dan tetap rendah hati dan melindungi orang yang lebih lemah dari pada dirinya sendiri.
Di kerajaan Golemonst hampir delapan puluh persen penduduk kerajaan adalah militer sisanya anak anak dan orang tua dan orang tua pun di jadikan tetua dan menteri kerajaan.
Sehingga di kerajaan Golemonst ini saling membantu satu sama lainnya dan tidak ada kesenjangan sosial.
Ketika mereka tidak bertugas maka mereka menjadi rakyat biasa dan apabila mereka sedang bertugas maka mereka adalah militer kerajaan.
"Meskipun kamu jenderal besar kerajaan ini, tetapi tetap saja Aku Marquis Lucius adalah orang yang bermartabat dan bangsawan tinggi di kerajaan Vitwins" Lucius menyombongkan diri.
Gobang menyeringai "Maaf tetapi di kerajaan ini tidak menganut sistem kasta seperti di kerajaan lain, disini menganut sistem militer, siapa yang memiliki jabatan yang tinggi dia bisa memerintah bawahan mereka.
Dan aku adalah jenderal Besar di kerajaan Golemonst ini berarti kamu sama rendahnya dengan prajurit yang ada di negri mu di bandingkan dengan jabatan ku sekarang ini" ucap gobang memprovokasi.
Pembicaraan itu hanya mereka berdua yang mendengarnya dan mereka pun mulai bersiap untuk bertarung kembali.
Lucius bersiap dengan memasang kuda-kuda siaga begitu pula Gobang dia memasang kuda-kuda ringan dengan pedang di depan dadanya.
"Aku tidak akan menahan lagi, dan untuk sekarang rasakanlah kekuatan ku ini" ucap Lucius.
Dia mengerahkan seluruh kekuatannya yang memiliki level kesatria suci, tubuhnya bercahaya dan pusaran angin terbentuk.
"Rasakan kekuatan jurus ku, Raungan serigala angin....."
Wuss....
__ADS_1
Lucius mengibaskan pedangnya dan dengan segera angin itu membentuk pusaran seperti serigala raksasa yang berlari menerjang gobang.
"Rasakan serigala angin ku, tidak ada satu orang pun yang mampu menahan raungan serigala angin ku" teriak Lucius.
Gobang menyeringai sambil membuat segel Anti sihir dengan Manna dan di jadikan perisai pertahanan.
"Perisai pertahanan anti magic terbentuk lah...."
Wuss....
Goblas berteriak dan kemudian membentuk perisai sihir dengan simbol anti sihir di tengahnya.
Serigala angin melompat dan menerjang perisai sihir, dan terjadilah tubrukan, tetapi tubrukan itu tidak terjadi ledakan dan malah serigala angin itu menghilang tiba-tiba.
Dan membuat Lucius merasa sangat heran "Apa serigala angin ku, hilang begitu saja, bahkan serigala angin ku bisa menghancurkan sebuah gedung menjadi porak poranda"
Serangan itu adalah serangan pamungkas dari Lucius dia mengerahkan seluruh energi sihir miliknya untuk membentuk serigala angin tersebut.
Dan sekarang Lucius sudah kehabisan Manna dan bahkan staminanya pun sudah terkuras habis, gobang tahu bahwa lawannya sudah tidak berdaya lagi sehingga dia pun berbicara "Menyerah lah dan keluar dari arena pertandingan sebelum kamu benar benar terluka.
Lucius keras kepala dia tidak akan mengakui kekalahan sebelum dia benar benar kalah "Aku tidak akan menyerah dan aku masih berdiri kokoh di sini"
"Baiklah kalau begitu akan aku kirim kamu keluar arena" gobang mengibaskan pedangnya dan mengeluarkan angin yang besar yang membuat Lucius terpental.
"Sial, ternyata dia juga memiliki sihir elemen angin " Lucius berkata begitu sambil di terbangkan oleh angin yang di keluarkan dari pedang milik Gobang.
Brak....
Gobang tidak memiliki sihir elemen angin tetapi dia pengendali Elemen logam, angin yang di hembuskan oleh pedang gobang bukan akibat sihir elemen angin.
Tetapi gobang mengayunkan pedangnya seperti kipas dengan penampang pedang yang lebar serta di ayunkan dengan sangat cepat sehingga menciptakan angin kencang yang Lucius anggap sebagai sihir elemen angin.
Di arena pertandingan tersisa beberapa orang lagi yang tersisa, dia tidak mau turun dari arena seperti yang lainnya padahal mereka hanya berlevel kesatria tingkat satu dan tingkat dua.
"Apa kalian masih ingin melawan ku, apakah belum cukup melihat orang yang lebih kuat dari kalian aku lempar ke luar arena pertandingan ini" ucap gobang memprovokasi.
Mereka tertawa terbahak-bahak dan salah satu dari mereka berbicara "Hahaha....kami hanya perlu melukai mu, itu sangat mudah bagi kami"
Kemudian orang yang berbicara tadi memerintahkan teman temannya, dan sepertinya dia adalah pemimpin dari kelompok orang yang masih ada di arena pertandingan.
"Keluarkan senjata rahasia kita" ucap pemimpin itu
Yang lainnya berteriak "siap kapten"
__ADS_1
Mereka menggunakan sihir dimensi item Book dan mengeluarkan senjata mereka berupa senjata api, dari bentuknya senjata api yang mereka gunakan seperti senjata api abad peralihan.
Dari abad pertengahan ke abad modern, karena hanya menggunakan peluru bulat dan memasukan bubuk mesiu kedalam senjata tersebut.
Setelah itu mereka menggunakan korek api atau menggunakan sihir elemen api untuk membakar sumbu mesiu dan pada akhirnya meledak.
Door....
Door....
Door....
Tembakan demi tembakan di arahkan ke arah gobang dan peluru melesat dengan cepat.
Para penonton yang melihat sudah mengetahui bahwa mereka itu dari mana dan mereka semua adalah seorang prajurit.
Penonton yang seorang pengembara langsung menunjuk kearah orang yang ada di arena pertandingan itu.
"Mereka itu prajurit kekaisaran Chalutac, lihat senjata yang di pakai mereka, itu di sebut senjata setan, senjata itu telah banyak membunuh para prajurit kerajaan lain dan bahkan Kerajaan Harnesia dan Asgar di taklukan dengan senjata setan itu" pengembara itu menjelaskan kepada semua orang.
Semua penonton tersentak kaget bahwa penyusup dari kekaisaran Chalutac sudah sampai di kerajaan Golemonst dan semua orang menjadi gelisah
"Kalau di biarkan kita yang akan menjadi sasaran berikutnya oleh kekaisaran Chalutac, kerajaan kita akan di jajah seperti kerajaan lainya yang telah di hancurkan" ucap penonton panik
Yang pasti mereka yang panik adalah para penonton dari kerajaan Vitwins dan para pengembara yang kebetulan lewat dan memasuki kerajaan Golemonst ini.
Peluru melesat dengan kecepatan bahkan tidak bisa di tahan dengan perisai anti sihir yang telah terbentuk sedari tadi.
Karena serangan dari peluru berbentuk serangan fisik bukan serangan sihir sehingga perisai anti sihir bisa di tembus.
Brak....
Brak....
Gobang pun terkena peluru tersebut
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
__ADS_1
👇
http://saweria.co/DaniSutisna