
Sesampainya di singgasana kerajaan Vitwins, Raja pun menyambut dengan beberapa pengawal dan penyihir kerajaan
"Selamat datang wahai sodagar kaya, di negri kami yang kecil ini"
Raja menyanjung dan sedikit merendah
"Terima kasih atas sambutannya, tuan Raja"
Yudi pun tidak banyak berkata-kata dia hanya fokus kepada tujuannya.
Mereka pun mengobrol panjang lebar dari masalah krisis yang di alami kerajaan Vitwins sampai rencana penyerangan kastil iblis yang gagal karena kerisis tersebut.
"Kebetulan sekali anda datang ke negri kami, anda adalah penyelamat negri ini"
Yudi bingung
"Loh penyelamat apa maksudnya tuan Raja"
Yudi berbicara tidak segan seakan Raja itu bukan siapa siapa, dan Yudi menganggap raja itu sebagai Pembeli yang akan memborong semua dagangannya.
Yudi pun melanjutkan bicaranya
"Kenapa anda berbicara demikian"
Raja Ganford pun mengeluh
"Karena negri kami sedang kekurangan pangan dan sumber nutrisi, kami mengalami gagal panen karena di rusak dan di serang oleh monster belalang, kami pun terpaksa melawan dan memusnahkan monster belalang yang menyerang negri ini dengan seluruh prajurit yang di bantu warga dan para petualang"
Yudi pun penasaran lalu bertanya
"Kenapa monster belalang tersebut menyerang negri ini, apakah ada yang mengendalikannya"
Raja Ganford pun menceritakan kejadian 1 tahun yang lalu kebelakang
"Itu di akibatkan karena 1 tahun yang lalu, terjadi gempa bumi yang sangat besar, gempa bumi itu menurut Pemantauan petualang yang kami kirim, sumber gempa bumi berada di tengah tengah hutan kabut misteri, kata si petualang karena adanya Ratu Iblis Golem yang sedang membuat kastil di sekitar hutan kabut misteri dan membebaskan Raja Harimau Putih dari Goa gunung deret yang sudah lama di segel, untuk di jadikan sebagai anak buahnya"
Lili di sana berbisik kepada Yudi dengan raut muka marah
"Dasar goblok banget Raja ini, masa adek di bilang Ratu Iblis"
Yudi pun menenangkan hati Lili supaya tidak bersikap mencurigakan
"Sabar aja dek, kita dengarkan dulu apa yang dia tau tentang kastil yang kita buat"
Raja Ganford bertanya penasaran
"Ada apa tuan dan nyonya muda saling berbisik"
Yudi pun menjawab sambil tersenyum ramah
"Maaf tuan Raja, istri saya kayaknya kebelet pipis"
Lili pun mencubit manja Yudi
"Adu...du...duh..."
Raja Ganford tertawa melihat tingkah polah mereka yang seperti sepasang kekasih yang sedang berpacaran.
"Hahaha...hahaha..."
Lalu Raja Ganford memanggil pelayan
"Pelayan tolong antar Nyonya muda ini kekamar mandi"
Pelayan mengangguk
__ADS_1
"Baik yang Mulya Raja"
Lili pun mau tidak mau pergi dengan pelayan tersebut.
Raja Ganford dan Yudi melanjutkan perbincangannya yang di temani juga oleh master Inojin.
Di akhir perbincangan mereka, Raja Ganford menyerahkan 6 peti uang koin emas untuk membayar kambing dan 30 koin platinum untuk 300 pasang sepatu, dia juga ingin membarter 2 ekor kerbau langka dengan 60 ekor kuda.
"Terima kasih tuan Raja, tapi saya yakin 6 peti uang koin emas itu masih kurang untuk membayar 150 ekor kambing tersebut"
Tanpa basa basi Yudi berbicara demikian
Raja Ganford pun tertawa
"Hahaha....Itu hanya pembayaran awal saja saya masih punya hutang sebanyak 3 peti uang koin emas lagi, itu juga harta dan uang terakhir yang kerajaan ini punya"
Yudi pun tertawa
"Hahaha....tapi keuntungan yang akan anda peroleh dari rakyat anda bisa 2 kali lipatnya kan"
Raja Ganford memuji
"Anda memang hebat, Masih muda tetapi pola pikir anda sudah jauh di depan kami"
Yudi pun merendah
"Ini berkat saya sering bertemu banyak orang dalam berdagang jadi saya bisa tau setiap karakter pelanggan yang berbisnis dengan saya"
Lalu Yudi pun menawarkan sesuatu
"Saya punya satu lagi, barang yang spesial tetapi harganya sangat mahal kalau uang kas kerajaan di pakai untuk membeli barang ini pastinya kerajaan ini akan bangkrut dan jatuh miskin"
Raja Ganford dan Master Ino pun penasaran termasuk para pengawal, penyihir kerajaan dan Komandan Dalton yang dari tadi berdiri di belakang Raja Ganford.
Lili kembali dari kamar mandi dengan di ikuti oleh pelayannya, pelayan tersebut dari sejak bertemu master Ino sampai bertemu Raja Ganford selalu memegan sebuah koper kecil dan semenjak awal pelayan yang bersama Lili itu tidak pernah melepaskan atau pun memindah tangankan benda yang di pegangnya tersebut.
"Benda apa itu tuan kami jadi penasaran"
Yudi pun menengok kearah Lili
"Kebetulan istri ku sudah kembali"
Lalu Yudi memanggil Lili
"Adek sayang kemarilah cepat dan bawa barang itu"
Lili pun sudah tau apa yang di maksud oleh Yudi
"Iya bang sebentar, adek jalan kesana"
Dengan anggun Lili melangkah dan menghampiri mereka.
Pelayan yang memegang koper kecil tersebut mengangkat koper tersebut ke atas lalu Yudi membuka koper yang sedang di pegang pelayan itu.
Krek....
Kotak terbuka
"Lihat lah tuan Raja"
Mereka pun berdiri dan mendekat untuk melihat isi kotak tersebut.
Mata mereka melotot mulut mengaga, percaya tidak percaya karena baru seumur hidup mereka melihat benda yang sangat langka bahkan hampir di sebut dengan mitos.
Isi dalam kotak tersebut adalah sepotong buah Dewa dan 10 botol potion inti sari dari buah Dewa tersebut yang di buat Jus.
__ADS_1
"Benarkah yang saya lihat ini, apa saya tidak sedang bermimpi, Buah legenda yang konon bisa menyembuhkan segala macam penyakit dan dapat meningkatkan energi sihir sampai ketingkat maksimal"
Master Ino langsung mengenali buah Dewa tersebut.
Raja Ganford pun kaget
"Benarkah ini buah Dewa yang banyak di bicarakan orang"
Raja Ganford penasaran sampai menyuruh penyihir kerajaan dan alkemis kerajaan memeriksanya.
Penyihir kerajaan menggunakan sihir penilaian dan penditeksi yang di bantu juga dengan alkemis kerajaan.
"Benar tuanku yang Mulya Raja, tidak salah lagi ini adalah buah dewa"
Raja pun bernapas lega, karena istri dan ke 2 anaknya yang sedang sakit bisa di sembuhkan.
Karena semua penyihir alkemis dan tabib kerajaan yang memberikan obat dan ritual tidak ada yang mampu untuk menyembuhkan penyakit yang di derita oleh anak dan istri Raja Ganford.
Karena anak dan istri Raja Ganford terkena penyakit kutukan yang tujukan kepada Raja Ganford tetapi yang terkena malah mereka bertiga.
Raja Ganford pun bertanya dengan semangat
"Tuan berapa anda akan menjualnya saya akan beli berapa pun, demi menyelamatkan istri dan ke 2 anak saya"
Yudi pun menjawab
"Sebenarnya saya tidak ingin menjualnya, karena mendapatkan benda ini sangat susah saya dapat dari pelelangan di pasar gelap dengan harga yang sangat menguras kekayaan saya"
Raja Ganford bersedih dan bingngung, tetapi Yudi memberikan sinyal harapan untuk Raja Ganford
"Sebenarnya saya bisa saya menjualnya tetapi....."
Yudi pura pura berpikir keras untuk memancing perkataan dari Raja Ganford.
"Tapi apa cepat katakan tuan, saya akan melakukan apapun asal ke 2 anak dan istri saya bisa di sembuhkan"
Di dalam hati Yudi "dia telah memakan umpan"
Lalu Yudi berkata
"Baik lah saya bisa memberikan 3 botol potion buah Dewa, tetapi saya ingin Rumah di kota ini dan mempunyai hak Khusus di kota ini supaya saya bebas berdagang di kerajaan ini"
Raja Ganford pun bersemangat.
"Baik baiklah, kalau masalah Rumah bisa saya atur. Saya ada rumah Mansion hasil sitaan dari salah satu bangsawan yang korupsi tetapi letaknya di atas bukit di luar gerbang kota ini"
Yudi pun setuju
"Tidak apa-apa di luar gerbang kota kerajaan juga asal hak Khusus saya bisa keluar masuk kota dan di bebaskan pajak, saya bersedia memberikan 3 botol potion buah Dewa ini"
Raja Ganford pun menyepakatinya
"Baiklah kita sepakat"
Lalu mereka pun berjabat tangan.
Sertifikat hak milik langsung di berikan kepada Yudi dan dia pun bisa langsung mengambilnya.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk
Like
Komen
Vote
__ADS_1
*Rate**
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update