
Setelah mereka beristiraha, para penonton pun kembali menuju tempat pertandingan dengan wajah berseri dan nampak bercahaya
Mereka pun saling memperkenalkan dirinya masing-masing ke teman-temannya meskipun mereka telah lama bersama.
Mereka memperkenalkan nama mereka sesuai dengan yang tertera di dalam gelang yang mereka pakai.
Setelah petugas membantu memberi tahukan tulisan Nama yang ada di gelang mereka dan mereka mengingat nama mereka sendiri, tubuh mereka seakan bercahaya, wajah mereka berseri, dan badan mereka merasa sangat ringan.
Aliansi monster yang sudah kembali ke tempatnya, mereka heran melihat Para monster yang kemarin menyatakan diri dengan sukarela sebagai warga Golemonst.
Memancarkan aura yang menurut mereka sangat tenang dan sejuk, mereka yang kalah seperti dari suku Babon, Bunglon, Momut, dan Neko menyesal telah menantang Penguasa Kastil.
Mereka takut kalau nanti Pihak penguasa kastil yang menang mereka akan di Campakan dan di anggap penghianat.
Tetapi mereka juga bimbang apabila pihak Aliansi monster yang menang maka mereka akan bertarung kembali sesama Monster untuk merebutkan kepemimpinan tertinggi.
Dari kebimbangan aliansi monster dan kebahagiaan Monster yang sukarela menjadi bagian dari kerajaan Golemonst terpecah oleh suara Goblas yang berbicara di atas arena pertandingan.
"Para hadirin, penonton yang saya hormati jeda istirahat sudah berakhir, sekarang kita lanjutkan kembali pertandingan selanjutnya"
Mereka pun bersorak dan tepuk tangan
"Pertandingan Penentuan ini kita laksanakan segera apa bila pihak Aliansi Monster menang dalam pertarungan ini maka pemenang nya adalah Aliansi Monster.
Dan apabila Aliansi Monster kalah maka akan di lanjutkan dengan pertandingan Penentuan yang ke 5"
Goblas pun terus berbicara
"Kita sambut Petarung selanjutnya di bagian ke 4 ini, ini dia Ratu yang kita banggakan, Ratu pemimpin Negeri ini, Raaaa.....tu Golem"
Lili sang Ratu Golem pun berjalan kearah Arena pertandingan.
Penonton bersorak menyemangati
"Hidup....Ratu"
"Hidup.....Ratu"
"Hidup.....Ratu"
Semua suara bergemuruh, para penonton itu memanggil nama ratu sambil mengangkat tangannya ke atas untuk menyemangati.
Ratu pun tiba di arena pertandingan, Goblas yang berdiri tegak langsung memberi hormat kepada Ratu Golem.
Setelah itu Goblas melanjutkan lagi kerjanya
"Ayo siapa yang berani melawan Ratu kami, pemilik kastil in, silahkan untuk maju ke arena pertandingan"
Lili sebagai ratu dia tidak mau di pandang rendah dan lemah dia pun berteriak.
"Ayo yang berani maju kearena ini 2 sekalian atau kalian semua Aliansi Monster maju semuanya"
Aliansi Monster geram dan marah mereka telah di hina ratu Golem yang seorang manusia dan dianggap mahluk yang lemah.
Karena mereka dapat menilai tingkatan level seseorang tetapi tidak bisa melihat kekuatan tempur musuhnya bahkan tingkatan penglihatan paling akhir yang tidak bisa menipu adalah penglihatan Bejana Ilahi.
Kekuatan Level dan kekuatan bertempur bisa saja di manipulasi atau di sembunyikan oleh musuhnya tetapi penglihatan Bejana Ilahi tidak bisa di sembunyikan bahkan di manipulasi.
Mereka melihat Lili sang Ratu Golem mempunyai level yang rendah yaitu Level F dan kekuatannya pun mereka mengira ngira antara 20 poin sampai 50 poin.
Tetapi penglihatan Bejana Ilahi yang di miliki Lili sangat detail menilai mereka.
Dua orang dari Aliansi Monster pun maju dan berjalan menuju arena pertandingan.
Yang satu dari Suku Kappa dan yang satu lagi dari Suku Herpy.
Petarung dari suku Herpy dia maju terlebih dahulu dengan terbang ke arena pertandingan sedangkan petarung dari suku Kappa berjalan kaki.
Sesampainya di sana mereka di beri arahan oleh Goblas
"Ingat pertandingan ini memiliki 3 aturan, yaitu dinyatakan kalah apabila Menyerah, pingsan dan keluar arena pertandingan, kalian mengerti"
__ADS_1
Mereka mengangguk dan bersiap dengan kuda kuda mereka.
Lili sang Ratu Golem hanya membuka sedikit kakinya berdiri dengan kuda kuda Ringan dan tangan di depan dada dengan tangan kanan mengepal dan tangan kiri terbuka.
"Pertandingan bagian ke 4 Di Mulai"
Setelah Goblas memulai pertandingan dia langsung berlari keluar arena.
Petarung suku Herpy langsung terbang ke atas dan petarung suku Kappa langsung mengeluarkan Sihir elemen air sedangkan Lili mundur 3 langkah kebelakang.
Lili sang Ratu Golem mundur karena Petarung dari suku Kappa Mengeluarkan sihir elemen air dan menjadikan arena sekitar 5 meter di sekelilingnya menjadi lumpur.
Petarung dari Kappa masuk kedalam lumpur itu kemudia dia muncul kembali dengan memegang tongkat yang di ujungnya seperti tri Sula.
Senjata itu mirip seperti tongkatnya dewa Zeus.
Si Petarung suku Kappa Mengeluarkan sihir elemen nya, dia mengeluarkan banyak tombak dari lumpur yang dia buat.
Kemudian tombak itu melayang
"Jurus Serangan Tombak"
Si Petarung suku Kappa Mengeluarkan jurus serangannya, satu persatu tombak itu meluncur ke arah Ratu Golem.
Boom...
Boom...
Boom...
Ratu Golem menghindarinya dengan mudah
Para penonton yang dekat arena pertandingan segera berlari menjauh dari tempat mereka menonton karena serangan tombak dari Petarung suku Kappa menancap di luar arena pertandingan, dan hampir membunuh penonton di sana.
Petarung suku Kappa memulai membacakan mantra lagi untuk mengeluarkan sihir selanjutnya
Petarung dari suku Harpy masih terbang di atas mengamati jalan pertarungan, dan mencari celah untuk menyerang.
Petarung dari suku Kappa mengeluarkan kembali tombak dari dalam tanah lumpur yang semakin banyak.
"Serangan seribu Tombak"
Swu...r....
seribu Tobak melayang kearah Ratu Golem,
"Rasakan itu, Dia tidak bisa lagi menghindari serangan ku, pasti langsung kalah terlak hahaha ... "
Petarung dari suku Kappa membanggakan diri
Tombak melesar cepat kearah Ratu Golem, dia pun tidak tinggal diam.
Sambil tersenyum
"Hehehe....bagus juga kemampuannya"
Lalu Ratu Golem menunduk kedua telapak tangannya menyentuh lantai arena pertandingan.
"Dinding Pertahanan Tanah"
Sleb......
Sleb.....
Sleb.....
Semua tombak menancap kepada dinding yang dibuat oleh Ratu Golem.
Kemudia Ratu kolem berdiri dan mengayunkan tangannya keatas lalu kebawah
Benteng pertahanan dan tombak yang menancap tersebut kemudian menjadi tenah kembali dan lantai menjadi utuh kembali.
__ADS_1
Ratu Golem berbicara kepada Petarung suku Kappa.
"Hahaha....Ternyata kekuatan mu Hebat juga, Kamu gadis yang sangat hebat, tetapi kamu bukan gadis yang kuat"
Ratu Golem sedikit mengintimidasi
Petarung suku Kappa merasa di remehkan
"Aku belum menunjukan semua kekuatan ku"
Ketika Ratu Golem dan Petarung suku Kappa sedang saling ejek tiba tiba
Wus.......
Serangan dari Peratung Suku Herpy
Dia menyerang dengan mengunakan Cakar yang ada di kakinya,
"Cakar angin"
Ratu Golem telah menyadarinya dia pun lompat kedepan dan berguling lalu berdiri lagi.
Peratung suku Herpy terbang lagi ke atas
"Sial padahal hampir saja aku mengenainya"
Ratu Golem pun meledek serangan dari suku Herpy
"Hai Gadis burung kamu terlalu lamban, kecepatan mu seperti ulat yang merayap di atas ranting, apa bedanya kamu dengan seekor kupu-kupu"
Petarung dari suku Herpy pun marah
"Kurang aja rasakan kekuatan ku ini"
Dia pun menggunakan sihir elemen angin yang di padukan dengan bulu bulu sayap yang sengaja dia rontokan
"Serangan.....Pisau Bulu Angin...."
Wus.....
Ratusan bulu yang melayang dan dilapisi Sihir elemen angin meluncur ke bawah, dengan cepat ke arah Ratu Golem"
Ratu Golem dengan sigap memasang perisai penghalang dari Tanah
"Perisai.....tanah...."
Cleb.......
Cleb......
Clen......
Bulu bulu itu menancap di tanah
Petarung suku Kappa pun tidak tinggal diam dia pun mengeluarkan jurus Sihir elemen air
"Bola ...air penghancur....."
Boom....
Serangan sihir air menghantam pertahanan Ratu Golem.
Dinding itu pun hancur debu berterbangan keatas, bulu berserakan lantai arena pertandingan basah karena serangan elemen air
Di atas serangan di lancarkan kembali oleh Peratung suku Herpy
"Anginn ****** beliung...."
Petarung suku Herpy mengibaskan sayapnya denga keras, sehingga membentuk angin ****** beliung
Bulu bulu yang berserakan itu kembali terbang berputar dan menyerap kekuatan angin, bulu tersebut menjadi seperti pisau yang sangat tajam.
__ADS_1
Petarung suku Kappa dia membentuk pijakan kaki nya menjadi lumpur dan dia masuk kedalam lumpur tersebut untuk bersembunyi.
****** beliung besar berputar di atas arena pertandingan, setelah itu menyapu Ratu Golem yang ada di atas arena.