Dikira Kastil Iblis

Dikira Kastil Iblis
Masuk Gerbang Kota


__ADS_3

Bukan itu saja Yudi dan Lili mentraktir semua warga untuk makan dan minum sepuasnya tanpa terkecuali.


Ketika mereka sedang makan dan minum Yudi mendatangi pemilik kedai makan untuk membayar semua tagihan yang warga desa makan, dia juga membayar kepala desa untuk menjaga barang-barang yang di simpan di rumah yang di sewanya Sampai mereka kembali untuk mengambilnya.


Yudi dan Lili pun berpamitan kepada warga desa untuk melanjutkan perjalanan ke ibukota kerajaan Vitwins.


Di jalan Yudi dan Lili berbincang-bincang


"Bang, kasihan warga desa itu, bagai mana kalau kita ajak ke Golemonst saja untuk menjadi warga kita"


"Kalau mereka minat ya kita bawa tapi kelihatannya mereka lebih nyaman di Tempat ini karena mata pencarian mereka itu dari para pedagang yang singgah di desa mereka, dan mungkin kita orang pertama yang Merani melalui jalur itu, dan kedapannya pasti banyak pedangang yang berani dan mulai berdagang ke kerajaan ini dan perekonomian mereka pun akan kembali stabil"


"Iya bang, Mudah mudahan saja begitu, kalo tidak kita adakan kerja sama saja dengan mereka"


"Niat Abang sih begitu"


Mereka pun hampir sampai di gerbang utama kerajaan Vitwins.


Sesampainya di gerbang Kota, semua orang terkaget dan heran karena mereka baru pertama kali melihat pedagang kaya dengan mengendarai gerobak yang besar dan tidak umum serta gerobak itu di tarik oleh kerbau yang langka.


Bahkan mereka menganggap bahwa kerbau itu adalah termasuk hewan buas yang susah untuk di jinakan, tetapi karapan atau gerobak mereka di tarik oleh kerbau kerbau tersebut.


Sebelum memasuki kota Yudi dan Lili beserta barang dagangannya di periksa oleh prajurit penjaga gerbang.


"Tunggu tuan, di sini tempat pemeriksaan sebelum masuk kedalam kota"


Salah satu petugas mencegat iring iringan gerobak milik Yudi dan Lili


Mereka pun berhenti dan turun dari atas gerobak tersebut.


"Baiklah silahkan periksa, Kami hanya pedagang dari negri yang jauh yang kebetulan menjelajah ke kerajaan ini untuk berjualan"


"Kalau begitu, ikut kami kedalam pos jaga sebentar"


"Baik lah ayo"


Yudi dan Lili pun berjalan mengiy petugas tersebut.


Di gerbang utama Kota dijaga oleh 4 orang prajurit 2 memeriksa gerobak dan dagangan 1 orang membawa Yudi dan Lili kepos jaga dan 1 orang lagi sebagai atasan mereka yang diam di dalam pos jaga


Mereka pun masuk kedalam pos jaga lalu menghadap kepada atasan mereka.


"Selamat datang di kerajaan Vitwins"


Sambut atasan penjaga yang mereka sebut sebagai kapten.


Yudi pun tersenyum sambil menjabat tangan kapten penjaga.


"Terima kasih atas sambutannya"


Kapten penjaga bertanya


"Kalau boleh tahu siapa nama anda dan dari mana anda berasal"


"Saya Yudi dan ini istri saya Lili, kami adalah pedagang pengembara yang berjualan dari tempat yang satu ke tempat yang lain, membeli barang dari tempat yang di kunjungi lalu menjualnya lagi di tempat yang lain"


Yudi bercerita dengan sedikit berbohong supaya kapten penjaga itu percaya akan ceritanya.


Kapten penjaga pun bertanya lagi


"Barang apa yang sekary anda bawa dan akan anda jual"


Yudi pun menjawab dengan jujur

__ADS_1


"Kami hanya membawa hasil ternak berupa kambing dan ayam, juga beberapa pasang sepatu"


Lili yang berada di dekat Yudi menepuk tangannya 3 kali


Pok....pok....pok


Kemudian Pelayan datang dengan membawa kotak Dus sebanyak 4 buah, Lili pun mengambil kotak tersebut lalu memberikannya kepada kapten penjaga.


"Ini adalah contoh sampel dari sepatunya, terimalah ini buat kapten dan petugas penjaga"


Lili menyogok mereka dengan memberi sepatu.


Kapten penjaga pun merasa senang ketika melihat isi dalam kotak tersebut yang isinya sepatu PDL yang sangat bagus dan berbeda dari sepatu lain buatan tangan yang di produksi oleh pengrajin kerajaan Golemonst.


Lili pun berkata kepada kapten itu


"Ini adalah sepatu kulit kualitas terbaik kami, apabila anda memakainya kaki anda akan merasa lebih nyaman, di bandingkan dengan memakai sepatu Full lapis baja yang sekarang anda pakai"


Yudi pun menambahkan


"Selain nyaman di pakai sepatu ini juga anti terkilir anti selip dan kuat, kalau tidak percaya cobalah anda pakai"


Kapten penjaga dan satu anak buahnya segera melepas sepatu yang mereka pakai lalu memakai sepatu yang di berikan oleh Lili.


"Benar benar nyaman di kaki dan terasa sangat ringan"


Kapten penjaga itu melompat-lompat untuk mencoba elastisitas dari sepatu yang di pakainya itu.


Kapten penjaga itu pun senang dan tanpa basa-basi lagi kapten itu pun menawarkan jasanya.


"Kalau boleh saya membatu, saya kenal sama master dari guild pedagang, kalau mau di antara. saya siap untuk mengantar anda, kalau langsung menemui Master Guild pedagang anda akan lebih mudah memasarkan produk yang anda jual"


"Oh kebetulan sekali, ini akan sangat membatu, Terima kasih tuan kapten mau membantu saya"


"Tidak apa-apa ini sudah tugas kami"


Yudi pun sudah tahu apa yang di maksud dan di inginkan oleh kapten penjaga itu, lalu dia membuka tas dan mengeluarkan kantor kecil yang berisi uang koin.


Yudi pun menyerahkan kantong berisi uang itu kepada kapten penjaga


"Terimalah ini sebagai ucapan terima kasih kami karena anda mau membantu"


Kapten itu tidak segan lagi dia langsung mengambil uang itu dari tangan Yudi.


Setelah kapten penjaga mengambil uang tersebut dia pun mengajak Yudi dan Lili untuk menemui Master Guild Petualang.


"Ayo tuan dan nyonya ikut kami"


Dia pun memerintahkan anak buahnya untuk berjaga dan membiarkan gerobak Yudi dan Lili untuk masuk kedalam kota.


Mereka pun naik gerobak yang paling depan untuk berangkat menemui Master Guild pedagang, dengan kapten penjaga sebagai pemandunya.


Sesampainya di Gedung Guild pedagang mereka pun masuk lalu menuju Resepsionis.


Penjaga Resepsionis itu adalah perempuan yang di kenal oleh kapten penjaga.


Ketika merka memasuki pintu gedung Guild pedagang gadis resepsionis pun menyapa sambil tersenyum.


"Selamat Siang bisa saya bantu"


Sapaan gadis resepsionis itu mirip kasir minimarket yang sering Yudi dan Lili temui di waktu mereka masih di dunia asalnya.


Lili pun berbisik kepada Yudi

__ADS_1


"Mendengar gadis menyapa adek jadi ingin pulang kedunia kita bang, soalnya adek kangen belanja di A..Mart"


"Iya dek Abang juga jadi ingat kampung halaman kita"


Lalu mereka pun tersadar oleh kapten penjaga yang menyapa gadis resepsionis tersebut.


"Maria apakah master Ino ada disini"


"Eh Abang, emang ada keperluan apa menanyaka tuan Ino"


"Ini Abang bawa pedagang yang ingin menemui Master Ino"


"Sebentar ya aku panggilkan dulu"


Gadis yang bernama Maria penjaga Resepsionis itu pergi keruang atas untuk melaporkan bahwa ada pedagang yang ingin bertemu dengan dia.


Setelah melapor Yudi dan Lili pun disuruh menghadap ke master Ino yang berada di ruang atas.


Kapten penjaga itu pun pamit untuk melanjutkan tugasnya berjaga di pintu gerbang sedangkan Yudi dan Lili berjalan menuju ruangan atas yang di antar oleh Maria.


Yudi dan Lili pun bertemu dengan master Ino.


"Selamat datang, Saya Inojin Master Guild pedagang ini panggil saja saya Ino, ada yang bisa saya Bantu"


Master Ino mengarahkan tangannya untuk berjabat lalu di sambut oleh tangannya Yudi mereka pun saling berjabat tangan.


"Saya Yudi dan ini istri saya Lili, kita adalah pedagang pengembara, kebetulan saya kesini di antara oleh kapten penjaga gerbang yang baik hati untuk bertemu dengan anda"


"Silahkan duduk, Kalau boleh tahu barang apa yang anda bawa dan akan anda jual di sini"


Yudi pun menjelaskan dengan detail


"Saya membawa 300 pasang sepatu, 200 ekor kambing dan 500 ekor ayam, kalau boleh saya minta bantuan untuk memasarkannya"


Master Ino kaget mendengar semua yang di katakan oleh Yudi.


"Di mana barang barangnya sekarang tuan Yudi"


"Itu di depan gedung ini"


Master Ino pun berdiri lalu berjalan kearah jendela luar dan menengok ke bawah melihat 10 gerobak yang di tarik oleh Kerbau langka.


Mulut Master Ino menganga dan matanya melotot.


"A...apa aku tidak salah lihat"


Lalu master Ino melihat ke Yudi dan Lili


"Ada ada masalah dengan barang yang di bawa oleh saya tuan Ino"


"Itu kerbau yang langka kan, kenapa kalian bisa menjinakannya, kerbau itu termasuk binatang buas yang susah untuk di jinakan Tapi kalian memakainya buat menarik gerobak yang sangat besar itu sungguh hebat"


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk


Like


Komen


Vote


*Rate**


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update

__ADS_1


__ADS_2